JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"

Ingin Persatukan Umat Islam, Dibuka Konvensi Calon Gubernur DKI


Menghadapi Pilkada DKI, Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah meluncurkan Konvensi Calon Gubernur Muslim di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Kamis (25/02/2016).

Konvensi tersebut dimaksudkan untuk mengikhtiarkan sepasang calon gubernur dan wakil gubernur Muslim untuk mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 mendatang.

“Forum ini dibentuk untuk menyatukan segala potensi umat Islam dalam menyelamatkan kepemimpinan di Jakarta. Agar sesuai dengan aturan legal formal konstitusional, tanpa melanggar aturan syariat Islam,” ujar Ketua Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, Habib Rizieq.

Rizieq menjelaskan, bagi umat Islam, memilih pemimpin Muslim adalah penting. Sebab dalam al-Qur’an disebutkan larangan mengangkat pemimpin non-Muslim.

Ia mengatakan, selain sebagai Muslim, ada syarat lain calon pemimpin Jakarta yang dibutuhkan. Yaitu beriman, bertaqwa, jujur, adil, bersih, berani, cerdas dan sebagainya.

“Ada syarat-syarat dan kecakapan khusus yang nanti akan dilihat melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) para peserta konvensi,” jelasnya.

Sebelas Syarat

Ketua Dewan Pemilih, Fachrurrozi menyatakan, ada 11 syarat dan kriteria awal yang ditetapkan majelis tersebut terkait konvensi itu. Yaitu; laki-laki, Muslim, berakal, sehat jasmani dan rohani, alim, serta visioner.
Syarat ketujuh, lanjutnya, mempunyai keberpihakan kepada kaum yang lemah. Lalu memiliki rekam jejak tak pernah mencela dan memusuhi Islam dan umatnya.

Tiga syarat berikutnya yaitu memiliki program kerja ya
ng memihak kaum lemah, bersedia menerima program yang ditawarkan Majelis Tinggi atau Dewan Pemilih, serta siap mendukung dan menjadi juru kampanye calon lain yang terpilih nantinya
 

ISIS Akui yang Meledakkan Masjid Syiah di Baghdad




Kelompok militan ISIS mengaku sebagai pihak yang melancarkan dua serangan bom bunuh diri di Masjid Syiah yang berada di Kota Baghdad, Irak yang dimana sedikitnya 15 orang tewas.

“Dua pelaku bom bunuh diri yang menggunakan bom rompi meledakkan diri di depan Masjid Rasul al-Azam di Distrik Shuala,” papar pejabat Kepolisian Baghdad, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Jumat (26/2/2016).

“Pelaku pertama meledakkan diri di tengah para jamaah yang akan meninggalkan Masjid. Ledakan kedua menargetkan pasukan kepolisian yang baru tiba untuk membantu para korban,” tambahnya.

Melalui pernyataan via forum jihad di dunia maya, ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab melancarkan serangan bom bunuh diri tersebut. Kelompok radikal ini mengatakan bahwa serangan pertama memang menargetkan masjid dan serangan kedua menargetkan para pasukan keamanan Irak.

Serangan bom bunuh diri yang dilancarkan di lingkungan mayoritas Syiah ini, momentumnya sangat dekat dengan rencana demonstrasi yang akan diadakan di Baghdad. Dimana demonstrasi ini akan langsung dipimpin oleh Moqtada al-Sadr salah satu petinggi Syiah yang dianggap radikal.

https://twitter.com/search?f=tweets&vertical=default&q=intelijen&src=typd
 

Pengacara Jessica Dituding Tak Paham Hierarki Polisi


Kasubdit Bidang Hukum Polda Metro Jaya AKBP Aminullah bersikukuh permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak Jessica Kumala Wongso salah sasaran.

Hal itu lantaran dalam hasil simpulan yang telah diserahkan, pihak Jessica tidak mengerti akan hierarki kepolisian yang selama ini diperdebatkan.

"Benar memang UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang kepolisian mengatur soal itu, api mereka (pihak Jessica) tidak baca sampai selesai. Kan ada Perkapnya (Peraturan Kapolri)," ucap Aminullah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).

Seharusnya menurut Aminullah, pihak Jessica juga membaca Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polri. Selain itu, ada juga Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Mabes Polri.

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 22 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Polda. Serta pada Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Polres dan Polsek.

"Di sana terlihat jelas bagaimana hierarkinya. Pihak pemohon kurang tuntas bacanya," pungkas Aminullah
 

MAHASISWA UNCEN : TERIMAKASIH PAK LUHUT, PAPUA AKAN SEGERA KELUAR DARI INDONESIA







Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (BEM FISIP Uncen) Jayapura, Papua menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Ham RI, Luhur B. Pandjaitan atas pernyataannya ‘Pergi Saja Sana ke Melanesia, Jangan Tinggal di Indonesia!’

Ketua BEM Fisip Uncen, Yali Wenda mengatakan, baru kali ini seorang Menkopolhukam Republik Indonesia dengan sejujurnya dan tanpa ragu mengatakan pernyataan seperti itu.

“Kami sebagai generasi penerus bangsa Papua Barat, ras Melanesia mengucapkan banyak terimakasih kepada pak Luhut Pandjaitan karena baru kali ini seorang Menkopolhukam Republik Indonesia yang dengan sejujurnya dan tanpa ragu mengatakan pernyataan seperti itu,” tutur Yali Wenda kepada Jubi, Selasa (24/02/2016) di kampus Uncen.

Karena, ditegaskan Yali, dari pernyataan ini sangat jelas Pandjaitan telah membedakan orang Papua yang berkulit hitam dan kriting rambutnya dengan orang Indonesia yang ras Melayu.


“Tetapi kami rakyat Papua sesunguhnya bangsa Papua Barat dan ras Melanesia. Maka, kami menyatakan
sikap, bahwa tak lama lagi kami orang Papua akan berpisah dengan NKRI. Tinggal waktu mainnya saja,” bebernya.

Samuel Womsiwor, Biro Hukum Fisip Uncen Jayapura seperti dilansir tabloidjubi mengungkapkan, pihaknya meminta kepastian jelas kepada Indonesia, bahwa orang Papua meninggalkan Indonesia berarti kapankah Pemerintah Indonesia yang berkuasa di atas tanah Papua meningalkan negeri milik orang Melanesia di West Papua.

“Jika Indonesia menggangap kami bukan bagian dari Indonesia, maka kapan Indonesia menerima tawaran dialog yang ditawarkan Melanesian Spearhead Group (MSG) melalui wadah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)?” kata Samuel bertanya .

Rekan lainnya, Muel Alue menegaskan, karena ULMWP adalah wadah persatuan dan resmi milik seluruh rakyat Papua dari Sorong sampai Merauke.

“Kami mengakui pernyataan yang dikeluarkan oleh petinggi negara Indonesia itu wajar, karena tak lama lagi rakyat Papua Barat akan berpisah dengan Indonesia. Itu karena sudah ada tanda-tanda mau berpisah sehingga pak Luhut bicara seperti itu. Memang hal itu akan jadi nyata,” tegas Muel Alua.

Sebelumnya, menanggapi itu, Anggota Komisi I Bidang Politik, Hukum dan HAM, DPR Papua, Ruben Magay mengatakan, Luhut Panjaitan salah besar dan keliru memberi pernyataan itu. Pasalnya, Tanah Papua adalah tanah milik orang asli Papua yang adalah salah satu bangsa turunan ras Melanesia.

“Menkopolhukam itu siapa? Dia salah besar usir orang (asli) Papua ke luar dari Papua. Dia bilang ke Melanesia itu maksud dia kemana? Melanesia itu ya orang Papua itu sendiri dengan apa yang Tuhan sudah kasih yaitu tanah Papua dan alamnya,” tegas Magay.
 

Intelijen Sudah Cium Sejak Lama Aksi Propaganda ISIS di Masjid Jakarta

Lembaga penyiaran publik Australia, ABC, mengungkap adanya propaganda pendukung kelompok militan ISIS di lima masjid di Jakarta. Kendati demikian, pihak intelijen sudah mendeteksi hal itu sejak lama, bahkan telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi ancaman yang timbul.

“Ini kabar lama yang diembuskan lagi. Otoritas intelijen kita sudah menyampaikan data ini sejak awal Agustus 2015, bahkan aparat keamanan sudah mengambil langkah preventif atas data intelijen tentang masjid yang diduga menjadi lokasi baiat ISIS,” ungkap seorang pejabat intelijen yang enggan disebutkan namanya, di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Menurut dia, dalam data pemberitaan media massa, tercatat sejumlah media yang pernah memberitakan tentang potensi masjid sebagai lokasi perekrutan anggota ISIS. Lebih lanjut ia mengungkapkan, isu lama ini sengaja diembuskan untuk menyerang otoritas keamanan Indonesia.

“Sepertinya pengulangan berita lama ini punya maksud untuk menurunkan kredibilitas intelijen dan keamanan kita," tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa peran intelijen saat ini lebih pada fungsi penyampaian data-data intelijen.

“Jika ada kewenangan yang lebih dalam penindakan, mungkin Intelijen kita bisa lebih cepat melakukan langkah pencegahan,”


kcb.2000

 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger