JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"

Intelijen Telusuri Lembaga Penyebar Ajaran Pernikahan Manusia dengan Jin

Kepolisian Resort Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menelusuri keberadaan Yayasan Amanah Amaliah Alallahi, kelompok penyebar paham pernikahan manusia dengan jin.
“TIm intelijen sudah menyebar ke lapangan mencari seluk beluk lembaga itu,” kata Kapolres Polman, AKBP Agoeng Kurniawan, Senin, 7 Maret 2016.
Sepuluh anggota kelompok tersebut sebelumnya diamankan Polres Maros di Kampung Sambueja, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros Jumat 4 Maret 2016 sekitar pukul 21.00 wita. Mereka diduga hendak menyebarkan pahamya di wilayah itu. Namun telah dipulangkan kembali ke Polman pada Sabtu, 5 Maret 2016.
Lihat juga: Penyebar Ajaran Penikahan dengan Jin “Diusir” dari Maros. Ini Alasan Kapolres!
Adapun nama-nama kesepuluh orang tersebut adalah Andi Naloi P Ma (55) asal Majene Sulbar, Amir (40) asal Demak, Andi Basso Lolo (66) asal Kab Wajo, Sulsel, Mufi (48) asal Palopo, Sulsel, Muin (68) asal Kab Wajo, Sulsel, Sahar (34) asal Kab Maros, Sulsel, Ilham (28) asal Palopo, Sulsel, Jumaat (50) asal Palapo, Sulsel, Yusriani (34) asal Majene, Sulbar dan Putra Alamsah (5) asal Majene, Sulbar.
Agoeng mengakui belum mendapatkan informasi terkait Yayasan Amanah Amaliah Alallahi di Polman yang diduga beraliran sesat.
“Tapi dengan adanya informasi yang masuk ini, saya segera memerintahkan kasat intel untuk menyebar anggotanya menelusuri keberadaan lembaga tersebut di Polman apalagi sudah ada didalam berita terkait tempat berdirinya lembaga ini di Polman. Sekali lagi kami sangat berterima kasih segera kami akan laporkan perkembangannya nanti,” kata Agoeng.
Ia mengatakan sejauh ajaran itu diluar dari kaidah ajaran keagamaan yang telah diakui dalam undang undang tentunya pihaknya akan memberikan perhatian serius dan juga akan mengkoordinasikannya dengan Pemerintah Kabupaten serta instansi terkait pada ajaran yang menyimpang itu.
Lihat juga: 10 Orang Polman Ajarkan Pernikahan Manusia dan Jin di Maros
“Kita secepatnya akan kroscek ini diwilayah Polman jangan sampai betul sudah ada beberapa warga yang terajak tanpa disadari. Langkah antisipasi segera kita akan lakukan agar kamtibmas tetap terjaga dan kondusif,” ujarnya.
Saat sepuluh anggota Yayasan Amanah diamankan, sejumlah dokumen ikut disita di antaranya, foto mistis dan berkas Lembaga Amanah Amaliah Alallahi ikut diamankan. Para penganut ini juga mengenakan gelang khusus yang disebut-sebut penangkal setan dan bala.
Dari dokumen yang disita, pendirian lembaga ini di Dusun 1, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat sejak September 2014.
Herman Kambuna
http://makassarterkini.com/intelijen-telusuri-lembaga-penyebar-ajaran-pernikahan-manusia-dengan-jin/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
 

Densus 88 Diminta Turun Tangan Cari Labora Sitorus



Anggota Komisi Hukum DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Densus 88 ikut turun tangan mencari terpidana pembalakan liar dan pencucian uang Labora Sitorus. Menurutnya, pencarian buronan nomor satu di Papua itu bakal efektif bila melibatkan satuan elite seperti di kepolisian maupun TNI.
“Densus 88 harus dilibatkan dalam pencarian Labora Sitorus. Pasukan TNI khusus teror juga bisa diturunkan dalam hal ini,” kata Sufmi, Senin (7/3).
Jika tertangkap, Labora akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Menurut Sufmi, seharusnya buronan nomor satu itu ditempatkan di LP Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang memiliki keamanan berlapis. Ia beralasan, penjara yang memiliki luas 2,4 hektare ini cocok sebagai tempat bui bagi narapidana kelas kakap.
“Sebut saja seperti Gayus yang pernah kabur. Dia (Gayus) sengaja ditempatkan di Gunung Sindur setelah dipindahkan dari LP Sukamiskin, Bandung,” ujar Sufmi.
Pemerintah mendirikan Lapas Gunung Sindur melalui Instruksi Presiden RI No 1 Tahun 2010. Lembaga pemasyarakatan ini dibangung di lahan milik Kemenkum HAM di RT 03/06, Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Menurut Kepala Lapas Sorong, Maliki, Labora belum keluar dari wilayah Sorong karena Labora yang sakit diperkirakan tidak bisa bepergian jauh.
“Labora sakit dan tidak bisa berjalan jauh bahkan lari sehingga diduga yang bersangkutan masih berada di wilayah Sorong,” kata Maliki.
Menurut Maliki, Labora diduga kabur melalui jalur laut saat tim eksekusi dan aparat kepolisian mendobrak masuk kediamannya Kelurahan Tampa Garam Kota Sorong, Jumat (4/3). Saat ini, kata Maliki, kemungkinan Labora masih mendapat perlindungan keluarga dan karyawannya.
Pihak Lapas terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian mencari keberadaan mantan anggota Polres Raja Ampat. Maliki mengatakan pihaknya pernah mendapat informasi bahwa Labora berada di Raja Ampat namun setelah dilakukan pengecekan yang bersangkutan tidak ada.
“Kami juga mendapat informasi Labora berada di kediamannya di Distrik Klamono Kabupaten Sorong namun setelah dicek tidak ada. Yang jelas Labora masih di wilayah Sorong belum keluar daerah ini,” ujar Maliki.
Kakanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua Barat Agus Purwanto mengatakan pemindahan Labora Sitorus adalah keputusan Kementerian.
Labora Sitorus selama ini tidak di Lapas Sorong tetapi yang bersangkutan berada di rumahnya di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, dengan alasan sakit.
“Seharusnya Labora Sitorus koperatif kembali ke Lapas Sorong untuk menjalankan hukumannya yang sudah berkekuatan hukum tetap,” katanya.

sp.2000
 

Rahman : Perlukah Dibentuk Badan Intelijen Pertahanan ?


Rahman Sabon Nama Pengamat Sosial Politik dan Ekonomi dalam wawancara dengan Plat Merah (6 Maret 2016),menanggapi rencana Menteri Pertahanan RI Jendral Ryamizard Ryacudu  menjadikan Badan Instalasi Strategi Nasional (Bainstranas) menjadi Badan Intelijen Pertahanan.

Rahman mengatakan ”Apakah memang saat ini sedang terjadi kesenjangan komunikasi dan kordinasi dengan lembaga Intelijen yang ada, sehingga harus dibentuk Badan Intelijen Pertahanan ?. “Sebab, menurut Rahman sudah ada Lembaga Intelijen BAIS TNI dibawah Mabes TNI dan Panglima TNI dibawah Kementrian Pertahanan RI, yang menangani Combat Intelligence/intelijen tempur dan juga ada  BIN  yaitu Civiliant Intelligence yang menangani Ipoleksosbudhankamrata.

Jadi Badan Intelijen yang ada saat ini sudah cukup, tinggal bagaimana meningkatkan peran dan fungsinya untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan tugas dan fungsinya  masing masing ,seperti Badan Intelijen Intelkam Polri, Badan Intelijen Bea dan Cukai serta Badan Intelijen Kejaksaan, jadi harus dipahami bahwa Negara Republik Indonesia satu pemerintahan dibawah komando satu presiden jangan membuat seperti negara dalam negara” Tuturnya.

Rahman meminta pada Menteri Pertahanan RI agar tingkatkan kordinasi dengan Lembaga Intelijen yang ada dan tidak perlu membuat Badan Intelijen Pertahanan, oleh karena tugas BIN dan BAIS adalah :
1). Sebagai suatu Organisasi Rahasia yang bertugas melakukan perlindungan/proteksi terhadap         rakyat dan negara dari segala kemungkinan ancaman /keselamatan dan keutuhan NKRI .
2). mengamankan seluruh kebijakan pemerintah.
3). melakukan atau melaksanakan diteksi dini dan cegah dini,
4).dan berfungsi memberi masukan intelijen pada Presiden/Panglima Tertinggi TNI/POLRI.
5).Yang terpenting dan mendesak saat ini yang perlu dilakukan Menhankam  adalah mencegah agar Pangkalan Militer Halim tidak dikuasai swasta dan panggil panglima TNI terkait hal ini.

 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger