JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"

Jumlah Pejuang ISIS di Libya Melonjak

Kelompok militan ISIS semakin kuat di Libya. Badan-badan intelijen Amerika mengatakan, jumlah pejuang ISIS di Libya naik sekitar dua kali lipat, menjadi sekitar 6.500, dan kelompok itu telah mendirikan kubu di kota pesisir Sirte.
Karena politisi Libya belum mampu membentuk pemerintah persatuan, sebagian analis mengatakan harapan terbaik menghentikan ISIS di Libya adalah memperkuat kelompok-kelompok milisi lokal untuk memerangi militan.
Peneliti Timur Tengah dan analis Jason Pack berpendapat Amerika bisa memfasilitasi koalisi milisi Libya. Ia mengatakan, pasukan milisi Libya bisa menjadi pasukan darat yang dibutuhkan untuk menaklukkan dan membebaskan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS. Pack mengingatkan, koalisi seperti itu lebih dulu akan membutuhkan pelatihan dan senjata sebelum bisa melancarkan serangan guna merebut kembali Sirte, dibantu kekuatan udara Barat.
Michael O'Hanlon, pakar militer pada Brookings Institution, juga menyarankan pembentukan koalisi. Ia mengatakan, ISIS sudah bercokol di Libya dan terlalu kuat bagi pemain lokal di wilayah itu menghadapinya sendiri.

http://www.voaindonesia.com/content/jumlah-pejuang-isis-di-libya-melonjak-/3232983.html
 

“Kelompok Liberal Buta dan Tuli Saat JE Sahetapy Kampanye Dukung Ahok di Gereja”

Pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki meminta kelompok liberal, khususnya Jaringan Islam Liberal (JIL) untuk bersikap “adil” dalam menyikapi isu-isu SARA dalam upaya dukung-mendukung cagub DKI 2017.
“Kalau umat Islam mendukung pemimpin berdasar agama, Ulil cs langsung membully dan menuding rasis. Tetapi, kalau dengan kelompok Kristen diam saja. Mereka itu buta dan tuli,” tegas Ibnu Masduki kepadaintelijen (11/03).
Menurut Ibnu Masduki, kelompok liberal, khususnya JIL, hanya ingin melemahkan Islam. “Kalau mau adil, Ulil cs juga harus mengkritisi gereja yang mendukung Ahok dengan dasar agama mereka,” papar Ibnu Masduki.
Ibnu Masduki menegaskan, umat Islam sedang dibohongi JIL maupun kelompok yang mengaku toleran. “Mereka mengakui toleran itu omong kosong saja. JIL dan antek-anteknya itu diskriminasi terhadap Umat Islam,” pungkas Ibnu Masduki.
Sebelumnya, jagat sosial media diramaikan perdebatan soal video pakar hukum pidana JE Sahetapy di situs Youtube. Dalam video bertajuk “Prof.J.E.SAHETAPY”, JE Sahetapy sedang memberikan ceramah di sebuah gereja. JE Sahetapy meminta anggota gereja untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sampai menjadi Presiden.
JE Sahetapy di depan anggota gereja mengatakan sebagai satu-satu orang yang mengusulkan amandemen bahwa Presiden Indonesia harus asli. “Presiden ialah orang Indonesia asli telah dihapus,” ungkap mantan politikus PDIP itu dan disambuk tepak tangan jemaat gereja.
Selain itu, JE Sahetapy juga mengutip sebuah ayat injil bahwa pada saatnya Ahok jadi pemimpin bangsa Indonesia.
 

Rachmawati Soekarnoputri: Katanya Jokowi Anti Israel, Kok Soal Intelijen Malah Bekerjasama?

Rachmawati Soekarnoputri mencibir niat Presiden Jokowi mendukung kemerdekaan Palestina. Pasalnya, pemerintahan Jokowi tak kuasa menghadapi Amerika yang selama mendukung penuh Zionis-Israel.
Tak hanya itu, putri Bung Karno itu justru mengungkap, bahwa pemerintahan Presiden Jokowi diam-diam melakukan kerjasama intelijen dengan Israel. Rachma menyebut ada 12 intelijen Indonesia berpangkat perwira yang belajar di Mossad (badan intelijen Zionis-Israel).
“Ada 12 orang perwira intelijen Indonesia yang dikirim belajar di Mossad saat ini. Jadi apa yang bisa dilakukan penguasa sekarang ini terhadap Palestina yang ingin merdeka dari Zionis-Israel?,” ujar Rachmawati dalam pesan tertulis yang diterima, Jumat (11/3/2016) di Jakarta.
Rachmawati menilai apa yang dilakukan Jokowi hanyalah politik standar ganda (double standart) yang memalukan Indonesia. Sebab, tidak pernah sungguh-sungguh menentang kezaliman Amerika terhadap Palestina.
“Jangan double standart menghadapi nekolim,” ujar Rachmawati dengan tegas yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.
Rachmawati menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi berbeda dengan prinsip Bung Karno saat berpidato berjudul To Built The World A New. Sebab Bung Karno menarik garis tegas antara New Emerging Forces (Nefos) dengan Old Establish Forces (Oldefos) atau nekolim


http://www.eramuslim.com/berita/nasional/rachmawati-soekarnoputri-katanya-jokowi-anti-israel-kok-soal-intelijen-malah-bekerjasama.htm?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter#.VuS0nLSLTIU
 

Tewasnya Siyono Saat Diperiksa Densus 88 Harus Diusut

jakarta. Siyono (39) warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, tewas usai ditangkap Densus 88 pada Jumat (11/3). Kematian warga yang tidak dalam status tersangka itu menuai tanda tanya. Penyebab kematian korban dianggap perlu segera diusut.

Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto sudah merilis kematian Siyono karena kelelahan setelah sempat berkelahi dengan Densus 88 di dalam mobil yang membawanya untuk pengembangan kasus. Namun penjelasan itu dipertanyakan.

"Jika sekarang ada terduga sampai berkelahi dengan Densus 88 hingga lemas, kemudian dikabarkan tewas kelelahan, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar. Ini Densus yang turun kualitasnya, atau ada informasi yang tidak transparan?," ucap pengamat terorisme Mustofa B. Nahrawardaya dalam rilisnya, Minggu (13/3/2016).

"Oleh karena itu, operasi Densus 88 yang menewaskan satu warga sipil ini harus diusut oleh Tim Independen, melibatkan Komisi III DPR RI, Komnas HAM, dan NGO," imbuh pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah tersebut.

Menurutnya, jika benar tewasnya korban akibat kelelahan berkelahi, maka peristiwa ini justru mengaburkan mindset terhadap ciri khas Densus 88 yang selama ini dikenal sangat tegas, terhadap para terduga teroris. 

"Jangankan berkelahi, tidak melawanpun terduga ada yang ditembak mati karena dikhawatirkan membawa bom," ujarnya. 

Lantaran Siyono kini sudah tewas dan penyebab kematian diumumkan Polri karena kelelahan, maka jenasah korban harus dilakukan autopsi. Dokter yang netral harus melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. 

"Setidaknya keluarga korban punya rekam medis dan punya bukti hukum jika suatu saat dibutuhkan. Ini juga akan bermanfaat untuk kepentingan publik terkait transparansi kerja aparat yang selama ini bekerja untuk melindungi mereka," terangnya.

Selain itu, terhadap keluarga korban yang mungkin tidak paham manfaat autopsi, maka kewajiban polisilah untuk meyakinkan keluarga korban agar otopsi dilakukan demi hukum. 

"Setelah autopsi dilakukan, foto luar jenazah diberikan kepada keluarga, maka jenasah baru dimakamkan," imbuh Mustofa.
 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger