JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"
BERITA BARU

Mulai Kehilangan Posisi, ISIS Pasang Bom di Alquran

Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai kehilangan posisi di Suriah dan juga Irak. ISIS menggunakan segala macam cara untuk melakukan serangan teror, termasuk memasang bom di Alquran.

Disampaikan juru bicara koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS, Kolonel Steve Warren, seperti dilansir PressTV, Rabu (24/2/2016), ISIS mulai bertindak nekat, salah satunya dengan meninggalkan jebakan bom di wilayah-wilayah yang terlepas darinya.

"Orang-orang ini menjijikkan, mereka meninggalkan bom di dalam kulkas... mereka memasang bom di Alquran -- kami menemukannya dalam beberapa kesempatan di Ramadi (Irak)," sebut Warren saat berada di kantor Kementerian Luar Negeri Inggris awal pekan ini.

Dituturkan Warren, saat ini ISIS telah kehilangan sekitar 40 persen wilayah kekuasaannya, baik di Suriah maupun Irak. Kekuatan pasukan ISIS, menurut Warren, juga mulai menurun. Bahkan ISIS mulai mengerahkan pasukan anak-anak karena aliran militan asing ke wilayahnya berkurang drastis.

Memasang peledak di lokasi maupun objek tak diduga, termasuk di Alquran, sebenarnya bukan teknik baru ISIS. Pada Juni 2015 lalu, setelah memukul mundur ISIS dari wilayah Diyala, tentara Irak menemukan sejumlah Alquran yang di dalamnya dipasangi bom di lokasi-lokasi yang sebelumnya dikuasai ISIS.

Aksi kekerasan menyelimuti wilayah utara dan barat Irak sejak ISIS melancarkan serangan teror pada Juni 2014 lalu. ISIS kemudian berhasil menguasai sebagian wilayah Irak.

Militan radikal ini mendalangi serangkaian tindakan keji terhadap seluruh etnis dan komunitas keagamaan di Irak, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen dan sebagainya. Militer dan milisi Irak, dengan bantuan serangan udara koalisi AS, kini berupaya keras merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS

sumber : http://news.detik.com/internasional/3150159/mulai-kehilangan-posisi-isis-pasang-bom-di-alquran
 

Empat Syahadat Nabi Palsu dari Jombang




Raden Aryo alias Jari (44 tahun), warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur, mengeluarkan pengakuan mengejutkan sebagai Nabi Isa Habibullah. Jari diduga sudah memiliki pengikut 20 hingga 100 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh Seksi Pengawasan Kepercayaan dalam Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jari dan pengikutnya memusatkan kegiatannya di pesantren yang didirikan di tempat dia tinggal, di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Jombang.

"Pesantren Pondok Pesantren Assirot, berada di desa tempat Jati tinggal," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, Sabtu, 20 Februari 2016.

Dia menjelaskan, pengikut Jari diperkirakan telah mencapai 100 orang. Selama ini, kegiatan keagamaan dilakukan Jari dan pengikutnya di pesantren yang dia bangun.
"Dalam sebulan dua kali pertemuan. Setiap tanggal 1 dan 15," ujar Romy.

Bekas Kasi Pidana Khusus Kejari Jambi itu mengaku belum menerima rinci kegiatan apa saja dilakukan Jari dan pengikutnya ketika pertemuan dilaksanakan.
"Ya, kegiatan keagamaan menurut keyakinan mereka. Semacam siraman rohani. Rinciannya saya belum terima laporan," ujar Romy.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisiam Resor Jombang, Komisaris Polisi M Nur Hidayat, mengatakan bahwa pengikut Jari sebenarnya 20 orang, bukan 100 orang seperti diklaim Jari. Itu pun mereka berasal dari luar Jombang.

Kepada pengikutnya, lanjut Hidayat, Jari memperkenalkan syahadat yang berbeda, yakni persaksian atau syahadat kepada empat hal. Yakni syahadat pada Islam, Adam dan Hawa, Hari Kiamat, dan kepada Nabi Isa Habibullah.
"Yang saya ingat bunyinya Wa Isa Habibullah," katanya.

Kepala Resor Jombang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudjarwoko, mengatakan kasus Jari si 'Nabi Palsu' kini sudah ditangani oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang dan pemerintah setempat.
 

Ini Peran Ketua FPI Luwu Saat Ditangkap Densus 88

CH (32), Ketua Front Pembela Islam di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan diringkus tim Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama seroang terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur YJ alias AR (25), Senin, 25 Januari 2016.

Keduanya disergap di sebuah rumah di Jalan Gunung Latimojong Kelurahan Tampumia Radda Keluhan Belopa Luwu.

Dari pemeriksaan, YJ alias AR diduga terlibat dalam pembunuhan Brigadir Polisi Andi Sapa di Taman Jeka Poso pada tahun 2012. Sementara CH ditangkap karena diduga kuat menyembunyikan YJ alias AR.

"Keduanya ditangkap di Luwu, penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Luwu bersama empat orang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Barat Frans Burung Mangera, Senin 25 Januari 2016.

Sejauh ini, dari informasi terhimpun saat penangkapan ikut diamankan sejumlah barang bukti seperti sangkur, celurit, badik, seragam petugas keamanan dan selembar baju berwarna loreng.

Hingga kini keduanya pun masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Luwu. Dijadwalkan Selasa siang, 26 Januari 2016, keduanya akan dibawa ke Makassar untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
 

Aplikasi Teknik Analisis Kontraterorisme Gerakan ISIS di Indonesia

Terorisme dapat didefinisikan sebagai sebuah aksi kekerasan terencana dengan motivasi politik. Kekerasan dalam terorisme bisa terjadi terhadap negara atau terhadap kelompok tertentu. Aksi terorisme bertujuan untuk intimidasi atau memaksakan kepentingan tertentu karena dianggap cara lain sudah tidak mungkin dilakukan.
Selain itu hal tersebut, teroris mempunyai keyakinan bahwa kekerasan adalah suatu cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang diperkuat dengan tafsir dogma secara parsial. Definisi tersebut linear dengan arti terorisme yang merujuk pada KBBI Pusat Bahasa edisi IV yaitu penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik).
Sebelum memahami potensi-potensi teror di Indonesia, maka perlu ada pembagian latar belakang terorisme yang terjadi di Indonesia. Pertama adalah terorisme yang dilatarbelakangi oleh motifasi politik. Gerakan seperatisme di berbagai daerah yang terjadi selama ini adalah salah satu terorisme politis. Mereka melakukan aksi teror dan perlawanan kepada pemerintah dengan tujuan memperoleh kemerdekaan dan lepas dari NKRI. Teror-teror politis dalam skala lebih kecil terjadi ketika Pemilu, kampanya secara tidak sehat sebenarnya adalah bagian dari terorisme politis.
Kedua adalah terorisme dengan latar belakang ideologis. Teror ini dilakukan secara terbatas oleh kaum dengan padangan ideologis tertentu. Cara-cara radikal mereka dengan bom bunuh diri yang menimbulkan korban baik jiwa maupun materi yang sangat besar adalah bentuk terorisme dengan tujuan untuk memaksakan ideologi yang mereka anut. Gerakan ISIS di Timur Tengah merupakan terorisme ideologis walaupun kemungkinan ada motif-motif turunan seperti ekonomi.
Indonesia memiliki potensi terorisme yang sangat besar dan perlu langkah antisipasi yang ekstra cermat. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang kadang tidak dipahami oleh orang tertentu cukup dijadikan alasan untuk melakukan teror. Berikut ini adalah potensi-potensi terorisme tersebut :
  • Terorisme yang dilakukan oleh negara lain di daerah perbatasan Indonesia. Beberapa kali negara lain melakukan pelanggaran masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan alat-alat perang sebenarnya adalah bentuk terorisme. Lebih berbahaya lagi seandainya negara di tetangga sebelah melakukan terorisme dengan memanfaatkan warga Indonesia yang tinggal di perbatasan dan kurang diperhatikan oleh negera. Nasionalisme yang kurang dan tuntutan kebutuhan ekonomi bisa dengan mudah orang diatur untuk melakukan teror.
  • Terorisme yang dilakukan oleh warga negara yang tidak puas atas kebijakan negara. Misalnya bentuk-bentuk teror di Papua yang dilakukan oleh OPM. Tuntutan merdeka mereka ditarbelakangi keinginan untuk mengelola wilayah sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Perhatian pemerintah yang dianggap kurang menjadi alasan bahwa kemerdekaan harus mereka capai demi kesejahteraan masyarakat. Terorisme jenis ini juga berbahaya, dan secara khusus teror dilakukan kepada aparat keamanan.
  • Terorisme yang dilakukan oleh organisasi dengan dogma dan ideologi tertentu. Pemikiran sempit dan pendek bahwa ideologi dan dogma yang berbeda perlu ditumpas menjadi latar belakang terorisme. Bom bunuh diri, atau aksi kekerasan yang terjadi di Jakarta sudah membuktikan bahwa ideologi dapat dipertentangkan secara brutal. Pelaku terorisme ini biasanya menjadikan orang asing dan pemeluk agama lain sebagai sasaran.
 

INTELIJEN DAN KONTRA TERORISME

Intelijen Dan Kontra Terorisme

            Terorisme merupakan suatu ancaman yang sangat serius di era global saat ini. Sementara sesuatu hal atau suatu kejadian atau tindakan yang biasa membahayakan, menyulitkan, mengganggu, menimbulkan rasa takut, merugikan dianggap merupakan suatu ancaman. Intlijen adalah bagian yang sangat krusial dalam kontra terorisme untuk mencegah aksi teroris dan juga untuk membantu penuntutan bagi pelanggar hukum. Dalam hal ini untuk mengintifikasi jaringan/kelompok/individu, kapabilitas dan intensi (niat) seseorang atau kelompok yang terlibat dalam jaringan terorisme.

Menurut Undang-Undang No 34 tahun 2004 tentang TNI mengatakan bahwa ancaman adalah “setiap upaya dan kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.” Sehingga dengan defenisi yang telah dikemukakan menggambarkan begitu luasnya spektrum ancaman yang diantaranya adalah perompakan, penyelundupan, narkoba, konflik horizontal, separatis, terorisme dan lain-lain.

            Intelijen dapat juga berarti informasi yang sudah diolah. Selanjutnya diperlukan langkah-langkah awal untuk mengolah informasi menjadi intelijen. Langkah-langkah awal tersebut adalah memberi nilai dahulu kepada objek pengusutan, baik yang variabel yang berubah (misalnya, manusia) ataupun objek yang berupa konstanta (tidak berubah, misalnya dokumen), manusia sebagai sumber informasi jika dipercaya harus mempunyai nilai ‘A’ dan informasi yang disampaikan dan informasi benar yang disampaikannya harus mempunyai nilai ‘1’. Dengan demikian, informasi yang didapatkan mempunyai nilai A1, yang berarti mempunyai nilai intelijen.

            Informasi-informasi yang dikumpulkan oleh lembaga intelijen selalu terkait dengan niat dan kemampuan musuh. Kemampuan musuh baik kemampuan yang material maupun non material. Kemampuan material musuh seperti senjata yang dimiliki, keahlian khusus musuh dan jumlahnya yang sejauh ini sangat sulit untuk disembunyikan, Sedangkan kemampuan non material musuh seperti kualitas organisasi musuh, moral dan doktrin musuh yang mana sangat sulit untuk dievaluasi secara tepat. Sementara itu, niat musuh seringkali berubah di menit-menit terakhir dan untuk mengetahuinya bukan pekerjaan mudah bagi intelijen. Biasanya untuk mengetahui niat musuh dapat diketahui dari memoar-memoar, pidato-pidato, briefing dan debriefing dan lain-lain. Mengetahui kemampuan musuh sangat penting bagi intelijen karena ada prinsip “a country with weaker capabilities may nevertheless decide to go a war.”

Begitu pula dengan organisasi teroris, meskipun dengan perlengkapan dan pendanaan yang seadanya, perlu kiranya tetap menjadi perhatian khusus bagi insan intelijen dan institusi keamanan.

Kejutan/pendadakan (surprises)—seperti peledakan bom—adalah  salah satu hal yang harus diantisipasi oleh intelijen karena seringkali terjadi secara simultan di beberapa tingkat seperti waktunya, lokasi serangan, kecepatan pergerakan dan penggunaan sistem senjata serta teknologi-teknologi baru yang digunakan. Salah satu fungsi pentingnya intelijen adalah sebagai peringatan dini (early warning system) untuk menghindari pendadakan strategis (strategic surprised). Untuk ancaman keamanan nasional, negara mengumpulkan informasi melalui Intelijen di dalam dan di luar negeri, membangun struktur untuk analisis, dan kemudian menyebarkan intelijen yang menghasilkan pembuatan kebijakan untuk posisi eksekutif di level atas. Kebutuhan untuk dibentuknya intelijen negara pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya ancaman-ancaman berupa pendadakan strategis dengan cara mengumpulkan dan menganalisa informasi serta memberikannya kepada pembuat kebijakan. Karena tujuannya adalah menghindari strategic surprises itu intelijen dapat memiliki ruang gerak yang lebih luas dibanding tentara dan polisi.Berbagai teror dan peristiwa peledakan bom, penyerangan terhadap aparat dan berbagai fasilitas publik serta gerakan-gerakan separatis memperlihatkan dan memberikan kesadaran kepada kita bahwa aksi terorisme dapat terjadi kapan dan dimana saja.

Kontra Terorisme

            Yang menjadikan teroris sulit dilacak dan dijadikan target dalam sistem intelijen dikarenakan mereka mengorganisasi diri dan kelompok mereka dalam beberapa jaringan dan sel-sel dan lalu membuat kelompok mereka menjauh dari masyarakat terbuka, akan tetapi dengan hal itu, mereka kadang muncul dan membunuh secara tiba-tiba. Dinas-dinas intelijen Amerika melakukan Kontra Terorisme sebagai usaha yang fokus untuk mengidentifikasi ancaman yang ditujukan kepada negara, masyarakat, dan fasilitas yang berada diluar negerinya, akan tetapi mereka juga menyediakan peringatan (dini) tentang aktivitas teroris untuk negara lain. Dalam ensiklopedi terorisme, Kontra terorisme adalah penggunaan personel dan sumber daya lainnya untuk mendahului (preempt), mengganggu (disrupt), atau menghancurkan (destroy) kemampuan (capability) teroris dan jaringan pendukung mereka.

 Seperti halnya kontra intelijen yang bekerja ketika ada aktivitas lawan yang berifat klandestin, maka kontra terorisme juga melakukan metode klandestin.

            Aktivitas klandestin (clandestine) merupakan displin intleijen yang Top Secret. Aktivitas klandestin adalah kegiatan rahasia yang rutin dan operasi rahasia yang temporer yang dilakukan oleh insan-insan intelijen professional.Mengingat operasi klandestin dilakukan secara rahasia, maka implikasi dari suatu kegiatan klandestin yang terbongkar bukan hanya berupa kegagalan mencapai sasaran yang dikehendaki, melainkan adanya kemungkinan bahaya fisik, tuntutan hukum, atau pendiskreditan terhadap mereka yang melakukan kegiatan klandestin serta resiko terbongkarnya anasir-anasir dari organisasi klandestin. Olehnya itu, agen yang ditugaskan adalah merupakan orang-orang dengan spesifikasi khusus dan terlatih.

            Aktivitas klandestin meliputi: mencari informasi secara rahasia, menanggulangi ATHG (ancaman, tantangan, halangan gangguan) dan melakukan penggalangan secara rahasia[11]. Dengan pola rahasia, intelijen harus mampu mengidentifikasi kemampuan target sasaran. Teknik yang biasa diapakai dalam dunia intelijen diantaranya adalah dengan memata-matai target, lalu mencatat dengan detil pola dan tingkah laku dan aktivitas sehari-hari, hal semacam ini bisa juga berarti mengintai dan membututi target. Ada juga teknik panyadapan, yaitu mengintersepsi komunikasi target baik yang melalui internet ataupun lewat telepon. Penyusupan yaitu dengan menyusupkan agen intelijen kedalam jaringan terorisme atau bisa juga berupa penggalangan yaitu usaha untuk menjadikan musuh sebagai kawan. Salah satu senjata efektif melawan terorisme dalam era modern adalah dengan penyusupan dalam jajaran kepemimpinannya dan penggunaan informan.  

            Perkembangan situasi sosiologis yang negatif merupakan masalah bagi intelijen negara, yang menurut ilmu intelijen negara solusinya adalah menerapkan teori intelijen penggalangan.[13] Tugas penggalangan adalah “to win the heart and the mind of the target” atau merebut hati dan pikiran sasaran, dan tugas semacam ini hanya bisa dilakukan oleh Humint (human intelligence) dan agen-agen rahasia. Tujuannya adalah “to bring the target to our direction”. Dalam teori ini ada penggalangan keras dan ada penggalangan lunak (biasa disebut penggalangan cerdas). Operasi penggalangan keras antara lain adalah teror, penculikan, sabotase dan subversi. Sementara operasi penggalangan lunak (cerdas) yaitu kegiatan menyadarkan masyarakat dari prilaku yang melanggar norma-norma hukum yang dapat mengancam negara. Irawan Sukarno menjelaskan secara gambalang beberapa strategi penggalangan yang dapat diterapkan seperti:

- Strategi Penyusupan, yaitu usaha klandestin yang dilakukan oleh agen-agen rahasia penggalangan ke dalam masyarakat, komunitas, musuh atau target sasaran.

- Strategi Pencerai-beraian, yaitu upaya menghancurkan persatuan dan persatuan dari dalam masyarakat, komunitas musuh atau target sasaran.

- Strategi pengarahan, strategi ini dilakukan setelah agen-agen rahasia berhasil merangkul tokoh-tokoh berpengaruh dan berkuasa dalam mayarakat, komunitas musuh dan target sasaran.

Penggalangan cerdas yang dilakukan juga bisa bertujuan untuk menghapus pemahaman dan pemikiran yang keliru sebagai akibat brain wash atau cuci otak terhadap mantan teroris sebelumnya, yang dilakukan oleh organisasi teroris.

            Kontra terorisme akan berhasil dengan baik jika dijalankan oleh agen-agen intelijen yang profesional dengan dukungan sarana dan prasarana yang baik pula. Disamping itu kerjasama antara institusi keamanan juga diperlukan demi kelancaran sebuah operasi kontra teror. Ukuran keberhasilan intelijen dalam melakukan pendeteksian dini dalam kontra terorisme adalah dengan melihat proses siklus intelijen. Dimana proses itu berjalan melalui pengoleksian data (collecting) oleh para agen-agen dilapangan yang kemudian data tersebut di analisa secara seksama (analyzing) oleh para analis intelijen lalu kemudian di sebarkan (disseminating) kepada institusi-institusi yang berkepentingan untuk kemudian dijadikan acuan sebagai bahan penentu langkah-langkah yang tepat kedepannya.

            Meskipun operasi intelijen termasuk dalam kategori pendekatan keras (hard approach). Akan tetapi, dalam konteks yang lebih teknis, sebenarnya operasi klandestin dalam hal ini penggalangan, lebih khusus lagi ‘penggalangan cerdas’ adalah sebuah pendekatan yang dilakukan secara lunak (soft approach). Karena yang dilakukan oleh para agen intelijen yang betugas dilapangan lebih pada ‘pembinaan’ dan bagaimana mereka mampu melakukan “kontra brain wash” yang dilakukan oleh organisasi teroris. Inti dari eksistensi intelijen adalah ketika mereka mampu mencegah sesuatu yang buruk itu terjadi, inilah ukuran keberhasilan intelijen
 

Surat Terbuka Untuk Panglima TNI Dan Para Purnawirawan Jenderal Dari Farieda Nur Aini

February 22, 2016 1867
  
Assalaamualaikum Warohmatulloohi wa barokaatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Perkenankan saya menulis Surat Terbuka kepada Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal TNI yg masih memiliki hati nurani, nasionalisme dan jiwa patriot.

Saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang mungkin mewakili suara hati jutaaan rakyat RI yg saat ini merasa khawatir dan miris dgn keadaan negeri tercinta serta kelangsungan generasi penerus kelak.

Bukan sekedar kabar di berbagai media bahwa penghidupan bertambah sulit, rakyat diadu domba, agama dilecehkan, asset negara digadaikan, segala macam aliran kesesatan diberi ruang dgn bebas, hukum dibuat porak poranda, legislatif dan yudikatif dibungkam, pengalihan isu korupsi dan kasus2 besar lewat isu2 murahan bahkan media massa pun disetir hingga luput memberitakan hal2 esensial kenegaraan.

Bapak Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal yang terhormat.

Sekali lagi, saya hanya rakyat yg sangat biasa, yg ingin bertanya kepada anda semua yg di mata saya sungguh luar biasa.

Tidakkah hati nurani dan jiwa patriotisme anda tersentuh melihat kehancuran megeri yg terasa semakin nyata di depan mata ?

Tidakkah jiwa anda semua yg dulu digodok di kawah candradimuka Lembah Tidar tergerak mendengar tangis rakyat yg teraniaya ?

Bapak Panglima TNI yang terhormat.
Saat ini anda memegang tongkat komando sebagai pemimpin militer sebuah negara besar bernama Republik Indonesia.

Para purnawirawan Jenderal TNI, saya yakin Bapak2 yg hebat ini masih punya akses dan pengaruh yg besar di tubuh TNI.

Tidakkah itu bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat jika bersinergi dgn seluruh rakyat ?
Kami menunggu komando anda semua untuk bergerak bersama memperbaiki keadaan negara yg nyaris lumpuh dan tercerai berai ini.

Negara sudah oleng, Captain. Keadaan sudah SOS !
Hampir tak ada waktu untuk sekedar bilang : TAPI atau NANTI !

Kami yakin, anda semua tau apa yg harus dilakukan. Bergeraklah tanpa ragu.

Inilah unek2 seorang rakyat biasa, yang sangat khawatir dgn kondisi negerinya. Mohon maaf jika ada hal yg kurang berkenan.

Wassalaamu ‘alaikum.

Bandung, 22 Februari 2016

Salam dari rakyat yg teramat biasa
Untuk para pemimpin yg luar biasa.
 

Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan?



 
Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan?

Ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi menemukan dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia.
"Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya di Surabaya, Senin (30/6/2014) seperti dikutip ANTARA.

Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Committe Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

"Buku yang saya temukan itu justru membuktikan bahwa rencana pemberontakan PKI yang diragukan sejumlah pihak itu ada dokumen historisnya, bahkan dokumen itu merinci tiga tahapan pemberontakan PKI yang semuanya gagal, lalu rumorpun diembuskan untuk mengaburkan fakta," katanya.

Tanpa menyebut asal-usul dokumen yang terlihat lusuh itu, ia mengaku bersyukur dengan temuan dokumen yang tak terbantahkan itu. "Kalau ada orang NU melakukan pembunuhan, itu bukan direncanakan, tapi reaksi atas sikap PKI sendiri yang menyebabkan chaos itu," katanya.

Ia menjelaskan sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan, dan banyak lagi," katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan provokasi politik yang didukung media massa untuk "membesarkan" PKI guna mengaburkan sejarah dengan menghalalkan segala cara.

"Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber kesaksian," kata dia.

"Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," katanya pula.

Ia menambahkan, testimoni berbagai pihak itu mungkin benar, namun testimoni itu bersumber dari individu-individu yang tidak mengetahui skenario besar dari PKI untuk merancang tiga revolusi dengan goal untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.

"Saya bukan hanya bersaksi, karena saya juga sempat mengalami sejarah pemberontakan PKI itu dan lebih dari itu, saya mempunyai bukti yang sangat gamblang dari dokumen PKI sendiri," katanya.

Senada dengan itu, guru besar Universitas dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno, menyatakan, buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat Konfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI.

"Dalam buku itu jelas Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tungku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu," kata penulis buku Rumpun Melayu, Mitos dan Realitas itu.

Oleh karena itu, konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekadar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak "terbaca".
Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru "melindungi" gerakan PKI.

"PKI memang selalu memanfaatkan kelengahan pemerintah Indonesia yang sibuk menghadapi Agresi Militer I Belanda pada 1947 dengan aksi terpusat di Madiun pada 1948," katanya.

"Lalu ketika pemerintah sibuk dengan Ganyang Malaysia yang juga mereka sponsori itu, PKI menikam dari belakang dengan Gerakan 30 September 1965," katanya.

Pada Juli ini juga ada beberapa agenda besar nasional, di antara yang terbesar adalah Pemilu Presiden 9 Juli 2014, nanti yang menyerap sejumlah besar pengerahan sumber daya nasional.

Sumber: http://www.beritalangitan.com/index.php/berita/item/328-heboh-dokumen-rencana-pemberontakan-pki-ditemukan
 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger