JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"

WASPADA ANCAMAN TEROR

Hari ini 6 Jumadil Akhir 1437 atau 15 Maret 2016 adalah batas akhir perkiraan serangan teror di Indonesia menurut informasi yang dimiliki Blog I-I sebagaimana telah disampaikan pada artikel Awas Ancaman Teror. Berkat kerja keras dan profesionalisme Polisi, BIN, dan TNI sebagian besar potensi serangan teror selama Februari hingga pertengahan Maret 2016 dapat dilumpuhkan dengan baik. Keberhasilan ini tentunya tidak menjadi berita media massa mainstream yang dapat menarik perhatian publik karena nilai jurnalistiknya rendah. Keberhasilan Polisi, BIN, dan TNI dalam melemahkan dan menghancurkan jaringan teror di Indonesia dapat dikatakan cukup baik, namun belum sepenuhnya menjamin hilangnya ancaman teror. Terlalu dini apabila aparat Polisi, BIN, dan TNI berpuas diri. 

Setelah kritik keras Blog I-I seperti dalam artikel Bisnis Terorisme dan apresiasi jaringan Blog I-I kepada aparat keamanan Indonesia dalam artikel Selamat Kepada Apkam, hari ini Polisi, BIN, dan TNI kembali memperlihatkan sukses kecil dalam operasi penumpasan gerombolan Santoso dengan kode Tinombala yang berhasil melumpuhkan/menewaskan 2 tersangka teroris anggota gerombolan Santoso a.k.a Abu Wardah (Mujahidin Indonesia Timur-MIT), seorang diantaranya diduga warga negara asing. Untuk detail nama dan lain-lain, mohon sahabat Blog I-I menunggu keterangan resmi Pemerintah. Sebagaimana disampaikan dalam analisa-analisa Blog I-I sebelumnya, penumpasan gerombolan Santoso memiliki arti strategis yang akan melemahkan kelompok teroris di Indonesia. Penumpasan disini tidak identik dengan pembunuhan, melainkan berbagai upaya dari persuasif agar mereka menyerah hingga jalan terakhir dengan penegakkan hukum dan ketertiban kepada mereka yang melawan dengan senjata. Siapapun yang melakukan aksi bersenjata yang membahayakan masyarakat Indonesia telah melanggar hukum dan aksi saling tembak adalah situasi lapangan yang sulit terhindarkan manakala kelompok bersenjata tidak mau insyaf dan menyerahkan diri.

Kematian dua orang anggota gerombolan Santoso telah mengurangi kekuatan MIT, dan sisa-sisa yang melarikan diri diperkirakan masih mencapai antara 20-30 orang.
Keberhasilan demi keberhasilan Polisi, BIN, dan TNI bukan tanpa reaksi yang dapat diremehkan. Sebagian elemen aliran radikal yang tidak mengerti duduk perkara terorisme telah disusupi oleh agen-agen yang mencoba mempengaruhi opini publik Indonesia dengan kegiatan-kegiatan propaganda dalam bentuk diskusi, aksi protes, penyebaran selebaran, hasutan, sosial media yang intinya menyoroti kebijakan anti terorisme Pemerintah yang dimotori oleh Polisi, BIN, dan TNI. Lebih khusus lagi bidikan aksi-aksi tersebut diarahkan kepada Polisi khususnya Densus 88. Propaganda tuntutan pembubaran Densus 88 bukanlah aksi spontan keprihatinan tanpa skenario, karena merupakan strategi melemahkan kebijakan anti terorisme Indonesia. Penggeraknya sudah cukup jelas yakni komunitas Islam Garis Keras yang menyusup ke dalam kelompok Himpunan Mahasiswa Islam, Lembaga Dakwah Kampus, khususnya yang berpusat di Solo. Meskipun kelompok ini dapat dikatakan sebagai versi intelektual dari para jihadis, mereka memiliki posisi penting dalam menciptakan opini publik yang bertujuan melemahkan Polisi, BIN, dan TNI dalam kegiatan anti terorisme. Dengan mengatasnamakan Islam, seolah-olah Pemerintah Indonesia melalui Polisi, BIN, dan TNI melakukan pelanggaran HAM terhadap umat Muslim. Detail informasi ini juga tentunya sudah diketahui Polisi, BIN, dan TNI. 

Reaksi yang lebih membahayakan adalah aksi balas dendam berupa serangan teror dengan kekerasan berupa bom atau serangan senjata. Meskipun kekuatan kelompok teroris di Indonesia semakin lemah, namun posisi yang semakin terpojok dapat mendorong terjadinya aksi nekat, terlebih dalam beberapa minggu terakhir ini terdeteksi adanya peningkatan upaya-upaya mewujudkan aksi teror tersebut. Merujuk kepada informasi dalam artikel ini,  Blog I-I menghimbau Pemerintah dalam hal ini Polisi, BIN, dan TNI untuk melanjutkan operasi-operasi anti terorisme dalam skala ancaman yang tinggi. Pemerintah tidak boleh lengah dan terlena dengan keberhasilan-keberhasilan yang belakangan ini dicapai dengan cukup baik. Sebaliknya kewaspadaan harus semakin tinggi, karena tingkat ketegangan justru agak meningkat di kalangan teroris. 

Selain operasi-operasi penumpasan kelompok teroris yang tidak mau insyaf, Pemerintah harus melakukan engagement atau pendekatan persuasif kepada para intelektual jihadis yang aktif di dunia propaganda. Meskipun sebagian media sosial mereka sudah dilumpuhkan, namun hal itu tidak mengurangi aktifitas dakwah kekerasan mereka. Sebagian memelihara komunikasi rahasia dalam group, sebagian lebih memilih pertemuan dengan cover pengajian, dan sebagian terang-terangan aktif dalam menuntut pembubaran Densus 88. 

Berdasarkan pada pemantauan situasi, kondisi dan kecenderungan dalam kelompok teroris, mohon kiranya kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan teror tetap dijaga. 

 

Skenario Penghancuran Islam: Bukan Teori Konspiras

Jakarta... kepada analisa dari data-data yang dikumpulkan jaringan Blog I-I sejak isu terorisme "Islam" mengemuka yang ditandai dengan peristiwa 9/11 tahun 2001. Untuk dapat dipahami oleh seluruh bangsa Indonesia khususnya Umat Islam, artikel ini sengaja dikemas tidak dalam bahasa yang berat dengan terminologi ataupun teori-teori sosial. Demikian juga dengan data-data pendukung sengaja menghindari detil informasi maupun referensi khususnya informasi rahasia. Sehingga sahabat Blog I-I yang membaca artikel ini, mohon lebih teliti dan silahkan melakukan riset sebagai cross check, sekiranya analisa Blog I-I kurang tepat.

Dunia sosial politik patut diakui sebagai dunia yang penuh tipu daya. Terlepas apakah tujuan-tujuan politik tersebut ideal, mulia, pragmatis, kepentingan, atau jahat sekalipun, demikianlah adanya dunia sejak manusia berhubungan berkumpul bersosialisasi berorganisasi dan bernegara. Tipu daya disini merupakan suatu siasat atau dalam bahasa yang lebih positif disebut strategi. Untuk memahami suatu strategi, hal yang paling penting untuk segera dilihat adalah tujuan akhirnya. 

Apabila kita melihat ke Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara dalam konteks terorisme kita akan menemukan sejumlah gerakan atau organisasi yang memperoleh label teroris. Kita akan menemukan puluhan organisasi yang sering disebut-sebut baik oleh Media Massa maupun oleh Negara sebagai organisasi teroris. Dahulu Al Qaeda (AQ) dianggap sebagai pusat dan menjadi inspirasi bagi sebagian besar kelompok teroris internasional dan tercipta sejumlah kelompok afiliasi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Paska kematian pemimpin AQ, Osama bin Laden, pengaruh AQ meredup dan tiba-tiba kelompok yang menamakan dirinya Islamic State (IS) di wilayah Irak dan Suriah mengemuka dan menjadi inspirasi bagi berbagai kelompok di dunia termasuk di Indonesia. Mengapa AQ dan IS begitu berpengaruh kepada pergerakan di dunia Islam yang bersemangat dalam menegakkan negara Islam? Selain pengaruh propaganda dan jaringan internasional, terjadi kesama ide, ideologi, dan metode mencapai tujuan. Sebagaimana hukum alam, yang kuat dapat mempengaruhi yang lemah. Dengan melihat kekuatan AQ dan IS, kelompok-kelompok Islam garis keras yang lemah di berbagai negara seperti mendapatkan energi baru dan panutan dalam berjuang. 

Setelah memahami kuatnya daya tarik dan pengaruh dari AQ dan IS, tentunya kita perlu memahami konteks mengapa kedua organisasi tersebut dapat lahir dan tumbuh berkembang dalam skala melewati batas negara. Dari sisi ideologi baik AQ maupun IS membawa nama Islam Sunni yang dalam perjalanannya berupaya mempengaruhi dunia Islam Sunni agar mendukung atau berbaiat kepada mereka. Untuk dapat mempengaruhi dunia Islam Sunni, kita dapat memperhatikan bahwa apa-apa yang disampaikan oleh pimpinan AQ dan IS mencakup isu-isu yang cukup luas dari ketidakadilan terhadap umat Islam, kewajiban menegakkan agama Allah SWT, perjuangan jihad, amaliyah lainnya, hingga sikap bermusuhan terhadap orang-orang kafir. Artinya bukan eksklusif tentang bagaimana mati dalam perang suci, Syahid. Pesan yang disampaikan AQ dan IS cukup komprehensif dan membawa nama dan simbol-simbol Islam.

Setelah memahami daya tarik AQ dan IS tersebut, hal selanjutnya yang perlu kita perdalam adalah kepada konteks perjuangan AQ dan IS, apakah sungguh-sungguh demi kemuliaan Islam dan penegakkan Syariah Islam, ataukah kekuasaan politik yang dibatasi oleh wilayah perjuangan. 

Pertama mari kita perhatikan AQ. Meskipun pengaruh AQ setidaknya terdeteksi di sekitar 16 negara di dunia, namun pusatnya berada di Afghanistan-Pakistan yang para pengamat ahli menyebutnya sebagai AQ Core atau AQ Central. Dari pusat AQ tersebutlah sejumlah fatwa dan organisasi serangan teror dikabarkan bersumber, termasuk serangan bom Bali 2002. Konteks perjuangan AQ pada awalnya bukan perjuangan global membela dunia Islam, melainkan berawal dari Sudan (1991-1998) pembentukan jaringan awal Timur Tengah-Afrika Utara dengan target Anti Barat/Amerika. Pada tahun 2001, cikal bakal AQ pimpinan Osama bin Laden bergeser ke Afghanistan dan bergabung dengan perjuangan kelompok Taliban yang memberikan perlindungan. Taliban merupakan kelompok gerakan politik yang besar di Afghanistan dan pernah berkuasa pada tahun 1996-2001 di Afghanistan. Namun kemudian kalah karena serangan AS dan Inggris dan kemudian berubah menjadi kelompok gerilya melawan pemerintah Afghanistan bentukan AS dan Inggris. Konteks perjuangan AQ Core yang bersinergi dengan Taliban dapat dikatakan berada dalam konteks perjuangan menegakkan pemerintahan Taliban yang mengusung Syariat Islam yang sangat ketat. Namun karena AQ Core sejak awal memiliki jaringan internasional, maka tekanan kepada AS dan sekutunya dapat dilakukan di luar wilayah Afghanistan dalam bentuk aksi-aksi serangan teror. Posisi AQ juga bergeser-geser di wilayah Afghanistan dan Pakistan. 

Sekarang kita perhatikan IS yang saat ini disebut-sebut mampu menarik jihadis dari berbagai negara yang mencapai jumlah lebih dari 20000 orang. Pada dasarnya IS merupakan kelanjutan dari AQ di Irak yang banyak dimotori oleh mantan intelijen dan pasukan Irak pro Saddam Hussein yang merupakan kelompok Sunni. Irak paska Saddam Hussein dimulai pada tahun 2003 setelah AS dan sekutunya menggulingkan Pemerintahan Partai Ba'ath pimpinan Saddam Hussein dengan serangan militer. Negara Irak saat ini adalah berdasarkan konstitusi 2005 yang merupakan pengalihan kekuasaan dari pendudukan AS kepada bangsa Irak. Terjadi perpecahan dalam masyarakat Irak dimana sekitar 1/5 penduduk Irak menolak konstitusi, dan diperkirakan khususnya di wilayah dimana saat ini IS berkuasa mayoritas adalah masyarakat Islam Sunni yang menolak konstitusi tersebut, sehingga dapat menjadi dukungan publik kepada IS. Tidaklah mengherankan apabila IS dapat secara efektif berfungsi sebagai "negara", karena selain strukturnya dipegang oleh mereka yang pernah berpengalaman dalam ketatanegaraan, setidaknya ada dukungan dari sebagian populasi di Irak. Perang saudara yang terjadi di Suriah yang memecah belah bangsa Suriah ke dalam kelompok pro dan anti Pemerintah Rejim Assad juga memperluas pengaruh IS karena adanya kesamaan kepentingan yang dipersatukan dengan sikap anti Syiah. Konteks perjuangan IS adalah lokal, namun karena kekuataan nyata berupa pasukan, penduduk, finansial, dan sumber daya lainnya tampak menjanjikan sebagai model negara Islam. Hal inilah yang kemudian diperbesar dalam propaganda internasional melalui berbagai media untuk menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia. Dengan menjanjikan sebuah kehidupan yang murni Islami dibawah hukum Islam, umat Islam di berbagai negara yang kurang paham tujuan dari IS merasa dan menganggap IS sebagai perwujudan tercapainya perjuangan mendirikan negara Islam yang benar.

Setelah memahami AQ dan IS secara singkat tersebut, perhatikan dimana letak permainan tipu daya politik yang menyesatkan dan dimana hal itu bergulir di luar kontrol. Menguatnya jihad bangsa Afghanistan pada era 1980-an lahir dari perlawanan melawan komunisme dan pendudukan Uni Soviet, pada masa itu AS berada di belakang perjuangan bangsa Afghanistan melawan Pendudukan Komunis Uni Soviet. Hal itu berbalik ketika AS menyerang Afghanistan paska peristiwa 9/11 yang dituduhkan kepada AQ Core yang berada di Afghanistan. Sebelumnya AS mendesak kepada Pemerintahan Taliban untuk menyerahkan Osama bin Laden, namun ditolak dan akhirnya pada 7 Oktober 2001 AS bersama Inggris menyerang Afghanistan menggulingkan Pemerintahan Taliban dan membentuk Pemerintahan Boneka pimpinan Hamid Karzai. Belakangan sekutu (NATO) juga mendukung pendudukan AS di Afghanistan. Alasan yang sering kita dengar selain untuk menghancurkan AQ dan menggulingkan Taliban adalah apa yang disebut sebagai the War on Terror.  

Hal yang agak berbeda terjadi di Irak, dimana penggulingan Saddam Hussein melalui perang dan upaya pembentukan pemerintahan demokratis Irak menjadi salah satu penyebab lahirnya apa yang kita kenal sebagai IS saat ini. Hal itu merupakan sebuah fenomena politik yang biasa dalam situasi konflik, paska konflik, dan konflik berkelanjutan, dimana tidak tercapainya konsensus nasional dalam referendum bangsa Irak menyebabkan perpecahan yang dalam kasus Irak adalah perang saudara. Faksi-faksi politik yang terpolarisasi dalam suku/etnis dan aliran khususnya Sunni-Syiah menyebabkan sulitnya tercapai kesepakatan dalam pembentukan negara Irak yang demokratis. Bentuk Federalisme termasuk penghargaan atas perbedaan etnis, penggunaan bahasa, dan keadilan sepintas tampak ideal, namun perebutan kekuasaan politik adalah sama dimanapun, ketika koridornya rusak atau tidak tersedia, maka pilihannya adalah dengan kekuatan bersenjata. Pilihan kekuatan senjata juga ditempuh oleh Suku Kurdi dukungan AS dan Faksi Syiah dukungan Iran. Hal itu, menyebabkan kegamangan negara-negara Arab pada awal-awal menyikapi IS. Alasannya sederhana yakni IS dapat menjadi penyangga atau pembatas meluasnya pengaruh Iran di Timur Tengah.

Situasi serupa dengan Irak terjadi di Libya dengan penggulingan rezim Muammar Gaddafi oleh AS dan sekutu yang belakangan juga meninggalkan Libya menjadi negara yang porak poranda dalam perang saudara konflik etnis dan konflik aliran Islam, termasuk dengan masuknya pengaruh faham Islamic State yang melihat Libya lokasi yang tepat untuk revolusi negara Islam.

Sementara itu situasi di Yaman dalam perang saudaranya juga tidak terlepas dengan intervensi kekuatan militer melalui operasi perang modern menggunakan drone oleh AS atas nama perang melawan teror. Fakta bahwa di Yaman terdapat kelompok Sunni dan Syiah yang pada masa lalu hidup damai berdampingan, sekarang kita melihat mereka berperang menumpahkan darah dan salah satu pusat persaingan geopolitik Arab Saudi dan Iran. Tentunya semua itu juga diwarnai intervensi AS dan sekutunya.

Pada level yang lebih kecil konflik-konflik yang diwarnai seruan jihad perang juga terjadi di Sinai-Mesir (Ansar Bait al-Maqdis), Pakistan, Dagestan, Tunisia, Afrika Barat (Nigeria, Chad, Niger), Asia Tenggara khususnya Filipina dan Indonesia.
Persitiwa-peristiwa tersebut adalah fakta-fakta sejarah yang terjadi sebagi akibat dari kalkulasi strategi dan geopolitik kawasan dengan pemain-pemain besar sebagai berikut:
  • Dalam konflik/perang Afghanistan: Barat (AS dan sekutu) vs Uni Soviet (Russia) dengan proxy Pemerintahan Komunis Partai Demokrasi Rakyat Afghanistan - Mujahidin - Taliban - Negara Islam Transisi Afghanistan - Republik Islam Afghanistan.
  • Dalam konflik/perang Irak: Barat (AS dan sekutu) vs Pemerintah Irak Partai Ba'ath. Dalam proses pembentukan Negara Irak yang demokratis bentukan AS, berkembang perlawanan yang mewujud dalam lahirnya faksi-faksi bersenjata kelompok jihad seperti AQ di Irak, ISIS (Sunni) dan Mahdi Army dll (Syiah). Hal itu kemudian diperburuk oleh perang saudara di Suriah, maka elemen jihad Suriah yang juga diwarnai konflik sektarian Sunni-Syiah sehingga batasan wilayah IS menjadi mencakup sebagian wilayah Suriah yang tidak lagi efektif dikuasai rejim Assad. Pada bagian lain, wilayah-wilayah yang secara efektif dikuasai oleh kelompok etnis seperti Kurdi juga membentuk kekuatan tersendiri yang juga didukung oleh AS sebagai langkah awal menuju pembentukan Negara Kurdi. Karena wilayah konflik berbatasan dengan sejumlah negara besar di kawasan, khususnya Turki maka Turki juga memiliki kepentingan yang sangat besar dalam mempengaruhi perkembangan situasi dalam rangka melindungi kepentingan negara dan rakyat Turki. Sementara sikap Arab Saudi dan kebanyakan negara Islam di Timur Tengah tampak seperti ragu-ragu karena adanya "kesamaan" aliran Sunni, walaupun belakangan Arab Saudi menegaskan akan memerangi ISIS, masih belum tampak langkah nyata. Iran jelas berada di belakang sekitar 66% populasi Irak yang mendorong terciptanya penguasaan secara efektif Pemerintahan di Irak dibawah kendali kelompok Syiah yang jelas-jelas menjadi alasan penolakan demokrasi oleh sebagian kelompok Sunni di Irak.
Dari semua itu, mengapa masih ada Muslim Indonesia yang rela ikhlas terbang ke wilayah ISIS untuk bergabung dan berjuang bersama ISIS. Lebih aneh lagi mereka yang berbaiat kepada ISIS dan berbuat kerusakan di Indonesia dengan aksi-aksi teror yang jelas tidak akan mungkin dapat merubah Indonesia. Hal ini bukan saja sangat menarik untuk kita dalami sebagai bahan kajian umat Islam dalam menyikapi perkembangan di dunia Islam. 

Mengapa Blog I-I begitu berani mengatakan bahwa aksi-aksi teror mereka yang berafiliasi kepada AQ maupun IS tidak akan dapat merubah Indonesia? Hal ini jelas terbaca dalam strategi AQ maupun IS yang berupaya mendorong terjadinya konflik di berbagai belahan dunia Islam dalam rangka meningkatkan posisi tawar-menawar atau setidaknya memecah belah perhatian dunia. Namun yang kurang diperhatikan adalah respon dunia justru bersatu melawan terorisme internasional. Kurang kuatnya konsep perjuangan hampir pasti mematahkan setiap perjuangan dalam perwujudannya. Perjuangan penegakan Negara Islam di Indonesia mencapai level tertinggi pada era kejayaan Masyumi secara politik tahun 1945-1960, dan Darul Islam pada tahun 1949-1962. Kompromi Islam dan Demokrasi yang terbaik dicapai pada era reformasi dengan fenomena PKS, PKB, PAN (1998-sekarang) dan PPP (1973-sekarang) dan mungkin juga Partai Bulan Bintang masih patut disebut. Partai-partai Islam tersebut adalah representasi umat Islam Indonesia yang terbesar, sementara yang berada di luar Partai Politik masih ada sejumlah organisasi Islam yang menaungi umat Islam dan menyalurkan aspirasi dan kepentingan umat Islam. 

Kelompok-kelompok Islam Garis Keras jelas minoritas yang berada dalam utopia Negara Islam yang bahkan bentuk dan konstitusinya belum jelas. Barangkali Hizbut Tahrir pantas disebut sebagai kelompok yang memiliki model negara yang paling jelas dalam upaya mendirikan negara Islam, namun untuk bergerak di luar demokrasi dan berada dalam ruang gerakan semata tidak akan berkembang lebih jauh lagi dan pada akhirnya juga dapat menitipkan aspirasinya kepada Partai Politik Islam yang memiliki akses langsung kepada kebijakan dan langkah-langkah Pemerintah dan Parlemen. 

Tidak terasa malam sudah semakin larut, bersambung.....Insha Allah


Kamis, 17 Maret 2016

Mohon maaf bila latar belakang untuk memahami fenomea AQ, IS dan berbagai seruan berperang atas nama Islam dari kawasan konflik telah membuat bingung pembaca. Namun bersabarlah dan bacalah secara teliti dan hati-hati serta ikuti alur analisa berdasarkan pada fakta-fakta yang ada.

Untuk memahami konteks konflik yang diwarnai seruan/ajakan berjihad oleh AQ dan IS serta berbagai organisasi yang berafiliasi kita harus melihat akar konfliknya secara sungguh-sungguh. Berikut ini akar konfliknya:

AQ berdasarkan pada fakta sejarah pendiri dan tokoh utamanya dapat kita lihat bahwa inti perjuangannya adalah: 
  1. Anti Amerika Serikat dengan bukti sasaran serangan teror sejak awal berkumpulnya cikal bakal AQ di Sudan adalah untuk melawan hegemoni AS melalui serangan bersenjata atau bom.
  2. Fatwa-fatwa tentang jihad yang dikeluarkan oleh pimpinan AQ adalah melawan AS, khususnya dari Fatwa Osama bin Laden tahun 1996 yang bertajuk deklarasi perang melawan Penguasaan Dua Tanah Suci oleh AS. Bagi AQ, Kerajaan Arab Saudi pimpinan keluarga Bani Saud berada dibawah kendali AS.
  3. Kemudian Fatwa tahun 1998 yang bertema Jihad Front Dunia Islam melawan Yahudi dan Crusader (orang yang ikut dalam Perang Salib). Peradaban Yahudi-Kristen yang dimaksud disini tidak lain adalah AS. 
  4. Setelah dua fatwa utama tersebut, barulah terdapat sejumlah seruan yang mengatasnamakan Islam baik yang menyerukan untuk bergabung dengan AQ maupun yang menyerukan untuk menyerang musuh (pemerintahan Thagut dibawah pengaruh AS) di wilayah masing-masing.
ISIS berdasarkan pada fakta sejarah pendiri dan tokoh utamanya dapat kita lihat bahwa inti perjuangannya adalah: 
  1. Mendirikan negara Islam di wilayah Irak dan Suriah, menguasai dan memperluas teritori dan melaksanakan fungsi sebagai negara. Meskipun secara de facto saat ISIS telah berdiri dan mampu bertahan sebagai sebuah entitas sebagaimana negara, namun eksistensinya di dunia dan dalam hubungan internasional dapat dikatakan tidak diterima. 
  2. Kebijakan yang demonstratif dalam penegakan hukum Islam melalui pemenggalan kepala sebenarnya hal yang biasa sebagaimana hukuman serupa juga dilaksanakan di Arab Saudi. Namun ISIS melangkah lebih jauh dalam bentuk dokumentasi berupa film pendek tentang proses pemberian hukuman kepada mereka yang dianggap melanggar hukum Islam. Selain itu juga terjadi inovasi hukuman seperti pembakaran pilot pesawat tempur Yordania, hukuman dilempar dari gedung tinggi untuk pelaku homoseksual, dan lain sebagainya. Pesan utamanya adalah untuk memberikan rasa gentar kepada siapapun yang mencoba menginfiltrasi wilayah ISIS atau memusuhi ISIS. Dengan demikian inti dari kebijakan yang demonstratif tersebut adalah menyelamatkan rezim (regime survival) melalui penciptaan rasa takut kepada pihak-pihak yang anti ISIS. Fatwa-fatwa pengkafiran atau takfiri juga memiliki tujuan yang serupa dalam memberikan efek takut dengan konsekuensi hukuman yang berat.
  3. Karena eksistensi ISIS selalu berada dalam ancaman dari luar, maka strategi branding yang pernah dikembangkan oleh AQ juga dilakukan oleh ISIS dalam rangka memperluas pengaruh ISIS di dunia internasional. Sehingga tidaklah mengherankan apabila seruan-seruan yang pernah dikeluarkan oleh AQ juga dilakukan oleh ISIS, khususnya tentang jihad atau memerangi musuh yang dekat (di wilayah masing-masing).
  4. Sebagaimana AQ, ISIS juga menargetkan AS dan sekutunya seperti Inggris, Perancis dan negara-negara Eropa lainnya, sehingga dapat dikategorikan juga sebagai Anti Amerika Serikat. Dalam kaitan ini teori konspirasi yang menyatakan bahwa ISIS adalah buatan CIA dan Mossad adalah kebohongan untuk mengaburkan penilaian dunia internasional tentang kegagalan AS membawa proses transisi damai di Irak. ISIS adalah produk sampingan dari kegagalan exit strategy AS dari Irak.

Sekarang mari kita lihat bagaimana wajah Islam dalam dinamika dunia:
  1. Potensi konflik di dalam tubuh dunia Islam sudah tertanam sejak lama, baik atas dasar aliran Sunni - Syiah maupun atas dasar nafsu perebutan kekuasaan politik. Dendam warisan antar kelompok dalam Islam tersebut diwarnai oleh pengaruh suku dan etnis yang bersaing dalam mencapai dominasi atas kelompok lain. Musuh bersama yang dinamakan Yahudi, Kristen dan Kaum Kafir sejak lama memainkan peranan penting dalam persatuan Islam, khususnya di Timur Tengah. Namun seiring perkembangan zaman, musuh bersama Islam tersebut menjadi terlalu kuat untuk dihadapi secara bersenjata, sehingga terjadilah kesepakatan dalam penguasaan wilayah di jazirah Arab, dimana keluarga-keluarga yang paling berpengaruh di tanah Arab kemudian menjadi penguasa-penguasa negara Arab modern atas bantuan peradaban Yahudi-Kristen Barat dengan menghilangkan kekuasaan Khalifah Utsmaniyah di tanah Arab. Khalifah Utsmaniyah pun berakhir pada tahun 1924. 
  2. Model kepatuhan kepada pemimpin Islam yang dipraktekan dalam bentuk bai'at sebagaimana terjadi di AQ dan IS pada dasarnya mengikuti tradisi kepemimpinan di dunia Islam khususnya Timur Tengah yang hampir selalu diwarnai oleh persaingan antar kabilah/suku/etnis dan aliran. Sehingga tanpa adanya bai'at akan selalu khawatir terjadi pemberontakan atau perlawanan. Hal ini merujuk pada potensi konflik sebagaimana poin 1 dimana sangat sulit menciptakan perdamaian dalam semangat saling percaya antar kelompok di dunia Islam di Timur Tengah. Karena Timur Tengah adalah pusat Islam, maka pengaruh tersebut juga tersebar ke seluruh dunia termasuk yang kita rasakan di Indonesia.
  3. Barat, Yahudi, dan Kristen tidak terlalu khawatir dengan ancaman Islam secara politik karena peradaban dunia secara fisik saat ini berpusat di Barat dan mendominasi secara global termasuk di dunia Islam. Namun kemunduran spiritual Barat menjadi tidak terhindarkan karena perjalanan humanisme dan sains yang menyingkirkan agama (Yahudi/Kristen) dari pusat dinamika sosial telah membuat manusia lupa tentang hal yang ghaib (tidak saintifik). Kekosongan spiritual Barat kemudian diisi oleh spiritual kuno yang mewujud kembali dalam bentuk persekutuan persaudaraan rahasia yang melampaui spiritual Kristen dan Yahudi. Spiritual kuno warisan peradaban Mesir Kuno yang oleh banyak pihak dinamakan sebagai kelompok Mata Horus, Freemason, atau Illuminati bersaing dengan kelompok-kelompok spiritual lainnya termasuk yang belakangan seperti Scientology. Pada intinya persaudaraan rahasia modern tersebut adalah mengkombinasikan logika, kekuatan (ilmu pengetahuan, teknologi, uang, jaringan, politik, militer, dll) dengan visi-misi (khayalan, cita-cita, imajinasi, ghaib) dalam menciptakan masa depan dunia yang berada dalam genggaman kelompok tersebut. Berkat kelompok-kelompok persaudaraan rahasia tersebutlah Barat selamat dan dapat terus maju dalam perekonomian, kehidupan sosial - politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-lain (duniawi), sementara agama Yahudi maupun Kristen masih berperan dalam memberikan arahan moral yang terkoreksi oleh humanisme.
  4. Apa yang sekarang terjadi dengan radikalisme dan terorisme dalam dunia Islam adalah keputusasaan dalam menghadapi dominasi peradaban Barat. Terjadi proses saling serang dan saling menyalahkan sesama penganut Islam dari aliran yang berbeda, lahir kesedihan, kekecewaan, kebencian, dan kemarahan ketika darah tumpah sehingga akal sudah tertutupi dan jalan yang terbuka seolah hanya kekerasan. Do'a-do'a menjadi hampa, Shalat menjadi otomatis kosong dalam ketidakmengertian mengapa dunia jauh dari nilai-nilai Islami. Akibatnya shalatnya mejadi tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Lemah secara fisik dan spiritual, itulah wajah Islam saat ini. Terjadi penyangkalan terhadap realita dunia yang berjalan secara tidak Islami, bahkan pelecehan demi pelecehan lama kelamaan tidak lagi terasa.
Skenario yang saya maksud adalah skenario Iblis, Syaithan dan seluruh pengikutnya untuk menjerumuskan umat Islam ke dalam ilusi perjuangan yang ujungnya tidak jelas. AQ dan ISIS tidak dapat kita hakimi sebagai perwujudan kejahatan Iblis, melainkan merupakan sebuah fakta dan fenomena sosial politik yang muncul dari wilayah konflik dan kebencian kepada dominasi Barat di tanah Islam. Namun ketika anda berbaiat kepada pimpinan Al Qaeda, anda akan merasa menjadi bagian dari perjuangan Islam dalam versi Al Qaeda yang intinya adalah Anti Amerika Serikat. Ketika anda berbaiat kepada ISIS, anda akan merasa menjadi bagian dari perjuangan menegakkan Islam yang sesungguhnya bersifat lokal di Irak dan Suriah dalam konteks konflik politik, etnis, dan aliran. Baik AQ maupun ISIS merupakan cermin cita-cita yang tidak didukung oleh strategi yang matang dalam skala global dan tujuannya juga tidak mewakili kepentingan umat Islam dunia. Bahkan dampaknya justru semakin melemahkan dakwah Islam kepada umat manusia.

Semoga umat Islam Indonesia semakin sadar, cerdas, dan berhati-hati dalam melangkah memperjuangkan agama Islam.

 

“JK Ingin Saksikan Kehancuran Negara yang Dipimpin Jokowi, Sambil Duduk di Kursi Wapres”






Sindiran keras dilontarkan komedian stand up comedy, Sammy D. Putra terkait pernyataan Wapres Jusuf Kalla, jauh sebelum Pilpres 2014 digelar.

“JK bilang.. negara ini bisa hancur kalau dipimpin Jokowi. Mungkin dia ingin menyaksikan kehancuran itu.. sambil duduk di kursi wapres,” sindir Sammy di akun Twitter ‏@NOTASLIMBOY.

Netizen menanggapi kicauan @NOTASLIMBOY tersebut. Akun ‏@bintoroadhi menjawab: “@NOTASLIMBOY abis itu mengkudeta jokowi”.

Saat jelang Pilpres 2014, beredar rekaman video wawancara salah satu stasiun televisi dengan Jusuf Kalla (JK). Saat itu, JK dimintai pendapat bila Indonesia dipimpin seorang Joko Widodo alias Jokowi.

Dalam wawancara itu, terang-terangan JK mengatakan, Indonesia akan hancur bila dipimpin Jokowi. “Siapa bilang Jokowi tidak punya pengalaman. Dia kan gubernur DKI, pengalamannya lewat wali kota Solo. Tapi jangan tiba-tiba karena dia terkenal di Jakarta, tiba-tiba dicalonkan presiden, bisa hancur negeri ini, bisa masalah negeri, tapi kalau sukses di DKI, ya silakan,” kata JK di video yang berdurasi 3 menit 38 detik itu.

“Biarlah dulu dia fokus sebagai Gubernur DKI. Jangan tiba-tiba dicampur aduk, nanti negeri ini tidak punya nilai, nanti kacau negeri ini,” tambah JK.

Namun, setelah resmi menjadi cawapres Jokowi, JK berbalik arah. JK justru mengagung-agungkan kinerja Jokowi yang kemudian menjadi alasan dirinya mau dipasangkan dengan Jokowi di Pilpres 2014. “Sekarang Jokowi sudah punya pengalaman. Langkah-langkah yang dilakukannya saya lihat cukup baik dan cukup mempunyai kemampuan. Sekarang sudah 2 tahun dan punya pengalaman dan tentu berbeda,” jelas JK ketika itu.
 

Blusukan ke Sawah, Jokowi Temui Petani Sumedang



Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kejutan. Sejumlah petani yang sedang membersihkan sawahnya sangat terkejut ketika bertemu Presiden di tengah sawah. Tak ada kata yang terucap, hanya tercengang dan kagum yang terpancar dari wajah para petani yang sedang menggarap sawah.

"Assalamualaikum, apa kabar?," kata presiden mengawali pertemuan di tengah sawah, pada Kamis (17/3).
"Waalaikumsalam, kabar baik, Pak Presiden," ujar salah seorang petani. Mereka sama sekali tidak menyangka akan disapa orang nomor satu di republik ini.

Menurut Tim Komunikasi Presiden (TKP) Ari Dwipayana, presiden menjumpai para petani saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat.

Iring-iringan mobil yang ditumpangi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo baru saja meninggalkan kawasan Bendungan Jatigede di Kabupaten Sumedang, menuju Kota Sumedang.
Di sepanjang perjalanan, terlihat sawah yang mulai menguning, menandakan sudah mulai masuk musim panen.

‎Di sepanjang jalan, terlihat masyarakat berjejer menanti kehadiran Presiden. Ada pelajar, ada pegawai negeri sipil, bahkan masyarakat. Mereka sangat antusias menanti kehadiran Presiden Jokowi.
Presiden pun membalas lambaian tangan mereka dengan membuka jendela dari mobil Kepresidenan.‎
Hampir di setiap perjalanan, presiden selalu berhenti di jalan untuk menyapa masyarakat dan membagi-bagikan buku tulis kepada anak-anak.

Tetapi, dalam perjalanan menuju Sumedang ini, ada yang berbeda, Presiden menuruni mobilnya dan langsung menuju ke tengah sawah seorang diri tanpa pengawalan.

Di tengah sawah, presiden langsung menyapa petani dan berbincang-bincang tentang hasil panen dari sawah yang digarap. Seakan tak percaya, tapi nyata, para petani lebih terdiam dan takjub ketika disapa presiden. Baik presiden maupun petani pun larut dalam kegembiraan.

Setelah berdialog selama 15 menit, presiden kembali ke mobil yang ditumpanginya. Sebelum memasuki mobil, presiden bersalaman dengan warga masyarakat yang telah menantinya dan juga berfoto selfie.
 

Ada Apa Israel Sampai Nyatakan Menlu Retno Melanggar 'Perjanjian' Rahasia... Intelijen Yahudi Sudah Semakin Obrak-abrik Indonesia?





Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely dalam rapat di Knesset (parlemen) hari ini mengatakan alasan Negeri Bintang Daud itu melarang Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengunjungi Ramallah beberapa hari lalu adalah karena kesepakatan rahasia antara Israel dan Indonesia telah dilanggar.

Menurut perjanjian sebelumnya, ketika pejabat Israel diam-diam mengunjungi Jakarta, kedua pihak sudah sepakat bahwa Menlu Retno juga akan mengunjungi Yerusalem dan bertemu pejabat Israel.

Jika kesepakatan itu diwujudkan maka Menlu Retno akan menjadi menteri luar negeri Indonesia pertama yang melawat ke wilayah Israel.

Saat anggota parlemen dari fraksi Arab Ahmad Tibi menanyakan perihal pelarangan itu, Hotovely mengatakan, Direktur Kementerian Luar Negeri untuk Wilayah Asia, Mark Sofer mengunjungi Jakarta beberapa hari sebelum Menlu Retno akan ke Ramallah untuk membahas soal kunjungan itu.

"Sudah ada kesepakatan jelas bahwa Marsudi akan mengunjungi Ramallah, termasuk ke Israel dan menemui pejabat senior di Yerusalem," kata Hotovely, seperti dilansir koran Haaretz, Rabu (16/3).

Namun kemudian Hotovely mengatakan Menlu Retno melanggar kesepakatan itu dengan membatalkan kunjungan ke Yerusalem.

"Dia paham telah melanggar aturan yang telah ditetapkan Israel," ujar Hotovely. "Meski Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan kita, Israel tetap menghormati rakyat Indonesia dan para pemimpinnya. Kami terus menjaga hubungan dengan Indonesia dalam berbagai masalah dan berusaha meningkatkan hubungan terus-menerus."

Menurut Hotovely, Israel sudah menetapkan aturan demikian bagi pejabat mana pun yang akan mengunjungi Palestina harus juga melawat ke Israel. Aturan ini berlaku bagi semua negara, baik yang punya hubungan diplomatik atau tidak.

"Indonesia tanpa pengecualian dalam hal ini," kata dia. "Setiap pejabat senior internasional harus melalui Yerusalem."

Tibi kemudian merespon penjelasan Hotovely itu dengan mengatakan kebijakan semacam itu membuktikan Israel adalah penjajah yang mengatur siapa saja yang boleh masuk atau keluar dari Palestina.

"Mengapa harus ikut campur. Ini adalah negara yang sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Tibi merujuk kepada Palestina.

Hotovely kemudian tetap berkukuh Menlu Retno jelas-jelas telah melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sebelum dia berkunjung ke Ramallah.

"Ketika kesepakatan sudah dicapai antara negara yang punya hubungan rahasia dan kemudian dilanggar maka jangan heran kalau kemudian Anda tidak bisa memasuki Palestina," kata dia.

Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi melantik Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina di KBRI Ibu Kota Amman, Yordania, Minggu (13/3) sore waktu setempat. Awalnya Menlu berencana terbang langsung ke Kota Ramallah, Tepi Barat, demi melantik sosok Maha Abu-Shusheh, wanita tokoh masyarakat Palestina yang telah resmi menjadi perwakilan diplomatik RI.

Namun, beberapa jam sebelum helikopter berangkat, Israel yang menguasai jalur udara antara Yordania-Ramallah tidak menerbitkan izin melintas (over flight) bagi rombongan pemerintah RI maupun Angkatan Udara Yordania yang sedianya mengawal Menlu Retno
 

LSM SIAPKAN DATA OTENTIK UNTUK KPK

Ketua Koordinator. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah (PKA – PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, sudah siap data otentik untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)mengungkap kasus penyimpangan Pajak UD. Sumber Jaya Group Jl. Raden Saleh No. 16 C – D Surabaya, usaha jual – beli baut dan mur.
 
Inilah data otentik awal yang kami ungkap, Pada tanggal 25 Februari 2013, KPP Surabaya Sawahan menyampaikan surat himbauan dengan Nomor : S.806/WPJ.II/KP.0607/2013 perihal : Pembetulan SPT tahunan dan kewajiban WP Orang Pribadi Pengusaha Tertentu ( OPPT ) dan (terlampir surat himbauan) serta data lainnya lengkap ada pada kami LSM.
 
Dengan adanya surat – surat tersebut, Eddy S.K. membuat surat sanggahan dengan isi yang penuh rekayasa menurut sumber yang berinsial SLT mengatakan, ( terlampir Fc. Konsep surat sanggahan, kami tidak dapat menunjukan yang asli dan surat tanda terima dari KPP Surabaya Sawahan bukti telah diambil atau disita oleh Eddy S.K.
 
Adapun surat sanggahan ini dibuat karena Eddy S.K. merasa sudah terdaftar menjadi WP- OPPT di KPP Surabaya Sukomanunggal ( Fc. NPWP, SKT dan SSP OPPT ke KPP Surabaya Sukomanunggal ), sehingga tidak perlu mendapat NPWP atau melapor OPPT di KPP Surabaya Sawahan.
 
Lanjut SLT, padahal alamat yang dipakai untuk melapor omzet rekayasa ke KPP Surabaya Sukomanunggal adalah laporan fiktif atau rekayasa. Adapun Nomor NPWPnya. 06.055.480.5-604.001 dengan alamat Romo Kalisari III Block C – 9 Surabaya, begitu juga dengan Romo Kalisari III Block C – 10 Surabaya, Romo Kalisari III Block C - !! Surabaya, dan Jl. Mayjen Sungkono 5 C – 9 Gresik yang tidak di daftarkan laporan pajaknya, jadi murni merupakan gudang penyimpanan barang dan tidak ada transaksi sebagaimana yang dimaksud daripada WP, OPPT, jelasnya.
 
Serta perlu diketahui bahwa barang – barang yang masuk di gudang Gresik dan Surabaya adalah barang – barang impor dari Cina dengan kapasitas masuk – atau keluar barang dalam satu hari bisa sampai 5 container barang. Sedangkan Bank yang dipakai adalah rekening/ ac. Atas nama Eddy Susanto Kartorahardjo atau Lie Kok Tie ( istrinya ) untuk Bank BNI, Mandiri, BCA, Danamon, BRI, HSBC, OCCBC, Maspion, Ekonomi.
 
Sedangkan omzet Eddy perhari kurang lebih Rp. 300 juta – sampai Rp. 600 juta, omzet ini terjadi di took UD. Sumber Jaya Jl. Raden Saleh 16 C – D Surabaya. Lalu perlu diingat, diketahui bahwa untuk menghindar dari pihak pajak atau instansi lainnya terkait maka oleh Eddy S. K. dibuat dua nama dan alamat yang sama yaitu dua UD Sumber Jaya dengan alamat yang sama, Jl. Raden Saleh 16 C – D Surabaya, tetapi dengan dua pemilik yaitu atas nama Eddy Susanto Kartorahardjo dan Hadi Santoso Kartorahardjo.
 
Selanjutnya, hal ini dibuat agar dapat mengecoh pihak – pihak yang berurusan dengan UD Sumber Jaya, padahal yang benar atas nama Eddy Susanto Kertorahardjo. 
 
Biasanya kerja sama dalam penjualan atau penyimpanan barang dagangan dari Eddy S. K. atau UD Sumber Jaya ke UD Sumber Jaya Makmur di Jl. Raden Saleh 61 – A Surabaya, atas nama Rudy Brail NPWP. 06.709.114.0-619.000, alamat Jl. Mulyosari Tengah No. 20 Surabaya, istrinya bernama Ratna L. K. alamat Kepatihan III /3 Surabaya, NPWP . 06.137.599.4-614.000, UD Dwi Jaya alamat Jl. Raden Saleh 61 – D Surabaya, Hadi Santoso Kartorahardjo Jl. Bratang Binangun No.7 Surabaya, NPWP. 06.256.231.9-606.000, yang mana semuanya itu mempunyai hubungan family dengan Eddy S.K. dan semua omzet yang dilaporkan oleh masing – masing adalah fiktif. Hal ini haruslah diperiksa dengan seksama termasuk kepada Laura Kartorahardjo NPWP. 24.858.576.2-614.000.

http://www.intelijenpost.com/berita-948-lsm-siapkan-data-otentik-untuk-kpk--.html

 

Mata-mata Rusia Masuk Perangkap FBI

Seorang tersangka mata-mata Rusia yang menyamar sebagai bankir di Manhattan, New York, telah mengakui perbuatannya dalam persidangan, menurut dokumen pengadilan yang diberitakan ABC News Minggu (13/3) waktu setempat.

Bankir tersebut diidentifikasi sebagai Evgeny Buryakov, dia dituduh berkerja sama dengan agen-agen dinas intelijen asing Rusia SVR sebagai agen "penyamaran tak-resmi" (non-official cover/NOC). Dia ditangkap setelah masuk dalam perangkap Biro Penyidik Federal (FBI) Amerika Serikat.

“Secara spesifik, Buryakov menyamar sebagai seorang pegawai di kantor sebuah bank Rusia di Manhattan,” menurut dokumen pidana yang dirilis pemerintah Amerika Serikat.

Buraykov diduga bagian dari jaringan mata-mata yang melibatkan dua orang lainnya, kata Departemen Kehakiman AS.

Dua agen lainnya bernama Igor Sporyshev dan Victor Podobnyy, yang dulu bekerja di AS atas nama pemerintah Rusia dan mendapat kekebalan diplomatik.

Sporyshev bekerja sebagai wakil dagang Rusia di New York hingga akhir tahun lalu dan Podobnyy adalah seorang atase di Kantor Kedutaan Rusia untuk PBB di New York.

“Dakwaan ini menunjukkan komitmen tegas kami dalam memerangi upaya oleh agen-agen yang menyamar untuk secara ilegal mengumpulkan data intelijen dan merekrut mata-mata di dalam wilayah Amerika Serikat," kata Jaksa Agung Eric Holder dalam pernyataannya.

“Kami akan mengerahkan semua alat yang kami miliki untuk mengidentifikasi dan menindak agen-agen asing yang beroperasi di dalam negara ini, tak peduli sejauh mana penyamaran mereka."
Seorang agen “non-official cover/NOC” umumnya bermakna sebagai mata-mata yang bekerja untuk negara lain tanpa perlindungan kekebalan diplomatik.

Dalam banyak kasus, agen-agen NOC tidak diakui sebagai agen intelijen oleh pemerintah mereka, sehingga seorang NOC merupakan aset intelijen yang sangat berharga bagi SVR, bunyi dokumen tersebut.
Buryakov terdaftar sebagai wakil repsentatif bank BUMN Rusia Vnesheconombank untuk AS yang berkantor di Manhattan.

Menurut para penyidik federal, jaringan mata-mata itu ditugaskan oleh Moskwa untuk mengumpulkan berbagai informasi intelijen, termasuk tentang kemungkinan sanksi AS terhadap Rusia, dan upaya AS mengembangkan sumberdaya energi alternatif.
Tiga orang itu diduga bekerja untuk sebuah divisi khusus intelijen Rusia yang disebut “Directorate ER” yang fokus kepada masalah-masalah ekonomi.

Perangkap FBI
 
FBI mulai melacak trio tersebut setelah penangkapan Anna Chapman dan sembilan mata-mata lain dalam kelompok yang dijuluki “Illegals” pada 2010. Trio tadi dituduh berusaha merekrut mata-mata perempuan untuk Rusia.

Mereka rutin bertemu dan berkomunikasi secara rahasia dengan pesan-pesan berkode untuk membagi informasi intelijen, sembari terus menutupi kerjasama mereka sebagai agen-agen SVR. Ketika memberikan informasi, mereka memindah-tangan tas, atau majalah atau lembaran kertas dalam berbagai pertemuan di luar ruangan.

FBI bisa mengungkap keberadaan kelompok tersebut dengan mengirim seorang agennya sendiri yang menyamar untuk direkrut sebagai mata-mata oleh tiga orang Rusia itu, menurut keterangan Kementerian Kehakiman.

Agen ganda FBI itu menyamar sebagai seorang analis di sebuah perusahaan energi di New York.
Dari dia, FBI bisa mengumpulkan informasi dengan menaruh alat sadap di map-map "dokumen analisis industri" yang dibawa masuk ke kantor SVR.

FBI merekam percakapan dua kolega Buryakov membahas upaya merekrut warga New York City dan jenis informasi intelijen yang harus diperoleh Buryakov.

Sebagian rekaman itu didapat pada musim semi 2013. Pada 2014 FBI mencoba lebih jauh dengan mengirim dua agen yang menyamar untuk bertemu Buryakov dan membahas "proyek pembangunan kasino di Rusia".
Salah satu rekan Buryakov mulai curiga adanya perangkap namun dia tetap memerintahkan dia untuk jalan terus agar bisa menilai situasi lebih cermat. Beberapa bulan kemudian, Buryakov ditangkap.

Dengan pengakuannya di pengadilan, jaksa hanya akan menuntut 30 bulan penjara, bukan hukuman maksimal lima tahun untuk kegiatan mata-mata.

http://www.beritasatu.com/dunia/354575-matamata-rusia-masuk-perangkap-fbi.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
 

Edward Snowden: Program Intelijen AS untuk Memata-matai Semua Orang

Edward Snowden, mantan karyawan Badan Keamanan Nasional AS (NSA), dalam sebuah wawancara mengatakan, intelijen Amerika Serikat sengaja memata-matai orang yang tidak memiliki hubungan dengan terorisme.

Pernyataan Edward Snowden itu diutarakan kepada saluran TV Spanyol Sexta pada Ahad, 13/03/16, dan menyebut, bahwa semua upaya intelijen AS tidak efektif dan tidak mencegah serangan apapun.

Menurut Snowden, seluruh program pengawasan hanya dibenarkan untuk mencegah serangan teroris. Namun, faktanya mereka menggunakannya untuk memanipulasi diplomatik, spionase ekonomi, dan kontrol sosial.

"Tidak ada yang meragukan bahwa kita harus mengawasi teroris, melacak aktivitas mereka," kata Snowden. "Tapi dokumen-dokumen 2013 mengungkap yang pemerintah (AS) sebenarnya menindak orang-orang yang justru berhubungan dengan terorisme: kita memata-matai pengacara ... kita memata-matai UNICEF, pengacara, profesor ... Itu bukan orang-orang yang diduga terorisme.

Snowden juga menceritakan dirinya berkali-kali berusaha menghubungi pemerintah Amerika Serikat untuk "mencapai kesepakatan," dan memastikan kepastian sidang, tapi sejauh ini dirinya hanya berhasil menerima jaminan tidak akan disiksa.

"Saya mempunyai banyak bukti, bahwa tindakan saya adalah untuk kepentingan masyarakat, orang-orang di negara saya," kata Snowden.

Snowden lebih lanjut mengatakan, pernah bekerja untuk pemerintah Rusia yang menurutnya sudah dirancang sehingga tidak ada pemerintah yang bisa menekan dirinya. Bahkan, Snowden menuduh AS mengunci dirinya di Rusia.

Pada 2013, Edward Snowden menyerahkan sejumlah dokumen rahasia kepada The Washington Post dan The Guardian yang membongkatr program pengawasan internet yang dilakukan oleh AS dan intelijen Inggris.

Kemudian Snowden diburu pemerintah AS dan melarikan diri ke Hong Kong dan berakhir di Rusia. Ketika Amerika Serikat membatalkan ID kewarganegarannya, secara efektif mencegah Snowden untuk meninggalkan wilayah Rusia.

Pemerintah Rusia kemudian memberinya suaka dengan jaminan untuk mengakhiri semua aktivitas apapun di AS.

Edward Snowden sekarang resmi menjadi penduduk Rusia, yang secara hukum memungkinkan untuk bepergian ke luar negeri.

http://islamtimes.org/id/doc/news/527363/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
 

Jumlah Pejuang ISIS di Libya Melonjak

Kelompok militan ISIS semakin kuat di Libya. Badan-badan intelijen Amerika mengatakan, jumlah pejuang ISIS di Libya naik sekitar dua kali lipat, menjadi sekitar 6.500, dan kelompok itu telah mendirikan kubu di kota pesisir Sirte.
Karena politisi Libya belum mampu membentuk pemerintah persatuan, sebagian analis mengatakan harapan terbaik menghentikan ISIS di Libya adalah memperkuat kelompok-kelompok milisi lokal untuk memerangi militan.
Peneliti Timur Tengah dan analis Jason Pack berpendapat Amerika bisa memfasilitasi koalisi milisi Libya. Ia mengatakan, pasukan milisi Libya bisa menjadi pasukan darat yang dibutuhkan untuk menaklukkan dan membebaskan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS. Pack mengingatkan, koalisi seperti itu lebih dulu akan membutuhkan pelatihan dan senjata sebelum bisa melancarkan serangan guna merebut kembali Sirte, dibantu kekuatan udara Barat.
Michael O'Hanlon, pakar militer pada Brookings Institution, juga menyarankan pembentukan koalisi. Ia mengatakan, ISIS sudah bercokol di Libya dan terlalu kuat bagi pemain lokal di wilayah itu menghadapinya sendiri.

http://www.voaindonesia.com/content/jumlah-pejuang-isis-di-libya-melonjak-/3232983.html
 

“Kelompok Liberal Buta dan Tuli Saat JE Sahetapy Kampanye Dukung Ahok di Gereja”

Pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki meminta kelompok liberal, khususnya Jaringan Islam Liberal (JIL) untuk bersikap “adil” dalam menyikapi isu-isu SARA dalam upaya dukung-mendukung cagub DKI 2017.
“Kalau umat Islam mendukung pemimpin berdasar agama, Ulil cs langsung membully dan menuding rasis. Tetapi, kalau dengan kelompok Kristen diam saja. Mereka itu buta dan tuli,” tegas Ibnu Masduki kepadaintelijen (11/03).
Menurut Ibnu Masduki, kelompok liberal, khususnya JIL, hanya ingin melemahkan Islam. “Kalau mau adil, Ulil cs juga harus mengkritisi gereja yang mendukung Ahok dengan dasar agama mereka,” papar Ibnu Masduki.
Ibnu Masduki menegaskan, umat Islam sedang dibohongi JIL maupun kelompok yang mengaku toleran. “Mereka mengakui toleran itu omong kosong saja. JIL dan antek-anteknya itu diskriminasi terhadap Umat Islam,” pungkas Ibnu Masduki.
Sebelumnya, jagat sosial media diramaikan perdebatan soal video pakar hukum pidana JE Sahetapy di situs Youtube. Dalam video bertajuk “Prof.J.E.SAHETAPY”, JE Sahetapy sedang memberikan ceramah di sebuah gereja. JE Sahetapy meminta anggota gereja untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sampai menjadi Presiden.
JE Sahetapy di depan anggota gereja mengatakan sebagai satu-satu orang yang mengusulkan amandemen bahwa Presiden Indonesia harus asli. “Presiden ialah orang Indonesia asli telah dihapus,” ungkap mantan politikus PDIP itu dan disambuk tepak tangan jemaat gereja.
Selain itu, JE Sahetapy juga mengutip sebuah ayat injil bahwa pada saatnya Ahok jadi pemimpin bangsa Indonesia.
 

Rachmawati Soekarnoputri: Katanya Jokowi Anti Israel, Kok Soal Intelijen Malah Bekerjasama?

Rachmawati Soekarnoputri mencibir niat Presiden Jokowi mendukung kemerdekaan Palestina. Pasalnya, pemerintahan Jokowi tak kuasa menghadapi Amerika yang selama mendukung penuh Zionis-Israel.
Tak hanya itu, putri Bung Karno itu justru mengungkap, bahwa pemerintahan Presiden Jokowi diam-diam melakukan kerjasama intelijen dengan Israel. Rachma menyebut ada 12 intelijen Indonesia berpangkat perwira yang belajar di Mossad (badan intelijen Zionis-Israel).
“Ada 12 orang perwira intelijen Indonesia yang dikirim belajar di Mossad saat ini. Jadi apa yang bisa dilakukan penguasa sekarang ini terhadap Palestina yang ingin merdeka dari Zionis-Israel?,” ujar Rachmawati dalam pesan tertulis yang diterima, Jumat (11/3/2016) di Jakarta.
Rachmawati menilai apa yang dilakukan Jokowi hanyalah politik standar ganda (double standart) yang memalukan Indonesia. Sebab, tidak pernah sungguh-sungguh menentang kezaliman Amerika terhadap Palestina.
“Jangan double standart menghadapi nekolim,” ujar Rachmawati dengan tegas yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.
Rachmawati menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi berbeda dengan prinsip Bung Karno saat berpidato berjudul To Built The World A New. Sebab Bung Karno menarik garis tegas antara New Emerging Forces (Nefos) dengan Old Establish Forces (Oldefos) atau nekolim


http://www.eramuslim.com/berita/nasional/rachmawati-soekarnoputri-katanya-jokowi-anti-israel-kok-soal-intelijen-malah-bekerjasama.htm?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter#.VuS0nLSLTIU
 

Tewasnya Siyono Saat Diperiksa Densus 88 Harus Diusut

jakarta. Siyono (39) warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, tewas usai ditangkap Densus 88 pada Jumat (11/3). Kematian warga yang tidak dalam status tersangka itu menuai tanda tanya. Penyebab kematian korban dianggap perlu segera diusut.

Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto sudah merilis kematian Siyono karena kelelahan setelah sempat berkelahi dengan Densus 88 di dalam mobil yang membawanya untuk pengembangan kasus. Namun penjelasan itu dipertanyakan.

"Jika sekarang ada terduga sampai berkelahi dengan Densus 88 hingga lemas, kemudian dikabarkan tewas kelelahan, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar. Ini Densus yang turun kualitasnya, atau ada informasi yang tidak transparan?," ucap pengamat terorisme Mustofa B. Nahrawardaya dalam rilisnya, Minggu (13/3/2016).

"Oleh karena itu, operasi Densus 88 yang menewaskan satu warga sipil ini harus diusut oleh Tim Independen, melibatkan Komisi III DPR RI, Komnas HAM, dan NGO," imbuh pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah tersebut.

Menurutnya, jika benar tewasnya korban akibat kelelahan berkelahi, maka peristiwa ini justru mengaburkan mindset terhadap ciri khas Densus 88 yang selama ini dikenal sangat tegas, terhadap para terduga teroris. 

"Jangankan berkelahi, tidak melawanpun terduga ada yang ditembak mati karena dikhawatirkan membawa bom," ujarnya. 

Lantaran Siyono kini sudah tewas dan penyebab kematian diumumkan Polri karena kelelahan, maka jenasah korban harus dilakukan autopsi. Dokter yang netral harus melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. 

"Setidaknya keluarga korban punya rekam medis dan punya bukti hukum jika suatu saat dibutuhkan. Ini juga akan bermanfaat untuk kepentingan publik terkait transparansi kerja aparat yang selama ini bekerja untuk melindungi mereka," terangnya.

Selain itu, terhadap keluarga korban yang mungkin tidak paham manfaat autopsi, maka kewajiban polisilah untuk meyakinkan keluarga korban agar otopsi dilakukan demi hukum. 

"Setelah autopsi dilakukan, foto luar jenazah diberikan kepada keluarga, maka jenasah baru dimakamkan," imbuh Mustofa.
 

Intelijen Telusuri Lembaga Penyebar Ajaran Pernikahan Manusia dengan Jin

Kepolisian Resort Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menelusuri keberadaan Yayasan Amanah Amaliah Alallahi, kelompok penyebar paham pernikahan manusia dengan jin.
“TIm intelijen sudah menyebar ke lapangan mencari seluk beluk lembaga itu,” kata Kapolres Polman, AKBP Agoeng Kurniawan, Senin, 7 Maret 2016.
Sepuluh anggota kelompok tersebut sebelumnya diamankan Polres Maros di Kampung Sambueja, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros Jumat 4 Maret 2016 sekitar pukul 21.00 wita. Mereka diduga hendak menyebarkan pahamya di wilayah itu. Namun telah dipulangkan kembali ke Polman pada Sabtu, 5 Maret 2016.
Lihat juga: Penyebar Ajaran Penikahan dengan Jin “Diusir” dari Maros. Ini Alasan Kapolres!
Adapun nama-nama kesepuluh orang tersebut adalah Andi Naloi P Ma (55) asal Majene Sulbar, Amir (40) asal Demak, Andi Basso Lolo (66) asal Kab Wajo, Sulsel, Mufi (48) asal Palopo, Sulsel, Muin (68) asal Kab Wajo, Sulsel, Sahar (34) asal Kab Maros, Sulsel, Ilham (28) asal Palopo, Sulsel, Jumaat (50) asal Palapo, Sulsel, Yusriani (34) asal Majene, Sulbar dan Putra Alamsah (5) asal Majene, Sulbar.
Agoeng mengakui belum mendapatkan informasi terkait Yayasan Amanah Amaliah Alallahi di Polman yang diduga beraliran sesat.
“Tapi dengan adanya informasi yang masuk ini, saya segera memerintahkan kasat intel untuk menyebar anggotanya menelusuri keberadaan lembaga tersebut di Polman apalagi sudah ada didalam berita terkait tempat berdirinya lembaga ini di Polman. Sekali lagi kami sangat berterima kasih segera kami akan laporkan perkembangannya nanti,” kata Agoeng.
Ia mengatakan sejauh ajaran itu diluar dari kaidah ajaran keagamaan yang telah diakui dalam undang undang tentunya pihaknya akan memberikan perhatian serius dan juga akan mengkoordinasikannya dengan Pemerintah Kabupaten serta instansi terkait pada ajaran yang menyimpang itu.
Lihat juga: 10 Orang Polman Ajarkan Pernikahan Manusia dan Jin di Maros
“Kita secepatnya akan kroscek ini diwilayah Polman jangan sampai betul sudah ada beberapa warga yang terajak tanpa disadari. Langkah antisipasi segera kita akan lakukan agar kamtibmas tetap terjaga dan kondusif,” ujarnya.
Saat sepuluh anggota Yayasan Amanah diamankan, sejumlah dokumen ikut disita di antaranya, foto mistis dan berkas Lembaga Amanah Amaliah Alallahi ikut diamankan. Para penganut ini juga mengenakan gelang khusus yang disebut-sebut penangkal setan dan bala.
Dari dokumen yang disita, pendirian lembaga ini di Dusun 1, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat sejak September 2014.
Herman Kambuna
http://makassarterkini.com/intelijen-telusuri-lembaga-penyebar-ajaran-pernikahan-manusia-dengan-jin/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
 

Densus 88 Diminta Turun Tangan Cari Labora Sitorus



Anggota Komisi Hukum DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Densus 88 ikut turun tangan mencari terpidana pembalakan liar dan pencucian uang Labora Sitorus. Menurutnya, pencarian buronan nomor satu di Papua itu bakal efektif bila melibatkan satuan elite seperti di kepolisian maupun TNI.
“Densus 88 harus dilibatkan dalam pencarian Labora Sitorus. Pasukan TNI khusus teror juga bisa diturunkan dalam hal ini,” kata Sufmi, Senin (7/3).
Jika tertangkap, Labora akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Menurut Sufmi, seharusnya buronan nomor satu itu ditempatkan di LP Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang memiliki keamanan berlapis. Ia beralasan, penjara yang memiliki luas 2,4 hektare ini cocok sebagai tempat bui bagi narapidana kelas kakap.
“Sebut saja seperti Gayus yang pernah kabur. Dia (Gayus) sengaja ditempatkan di Gunung Sindur setelah dipindahkan dari LP Sukamiskin, Bandung,” ujar Sufmi.
Pemerintah mendirikan Lapas Gunung Sindur melalui Instruksi Presiden RI No 1 Tahun 2010. Lembaga pemasyarakatan ini dibangung di lahan milik Kemenkum HAM di RT 03/06, Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Menurut Kepala Lapas Sorong, Maliki, Labora belum keluar dari wilayah Sorong karena Labora yang sakit diperkirakan tidak bisa bepergian jauh.
“Labora sakit dan tidak bisa berjalan jauh bahkan lari sehingga diduga yang bersangkutan masih berada di wilayah Sorong,” kata Maliki.
Menurut Maliki, Labora diduga kabur melalui jalur laut saat tim eksekusi dan aparat kepolisian mendobrak masuk kediamannya Kelurahan Tampa Garam Kota Sorong, Jumat (4/3). Saat ini, kata Maliki, kemungkinan Labora masih mendapat perlindungan keluarga dan karyawannya.
Pihak Lapas terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian mencari keberadaan mantan anggota Polres Raja Ampat. Maliki mengatakan pihaknya pernah mendapat informasi bahwa Labora berada di Raja Ampat namun setelah dilakukan pengecekan yang bersangkutan tidak ada.
“Kami juga mendapat informasi Labora berada di kediamannya di Distrik Klamono Kabupaten Sorong namun setelah dicek tidak ada. Yang jelas Labora masih di wilayah Sorong belum keluar daerah ini,” ujar Maliki.
Kakanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua Barat Agus Purwanto mengatakan pemindahan Labora Sitorus adalah keputusan Kementerian.
Labora Sitorus selama ini tidak di Lapas Sorong tetapi yang bersangkutan berada di rumahnya di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, dengan alasan sakit.
“Seharusnya Labora Sitorus koperatif kembali ke Lapas Sorong untuk menjalankan hukumannya yang sudah berkekuatan hukum tetap,” katanya.

sp.2000
 

Rahman : Perlukah Dibentuk Badan Intelijen Pertahanan ?


Rahman Sabon Nama Pengamat Sosial Politik dan Ekonomi dalam wawancara dengan Plat Merah (6 Maret 2016),menanggapi rencana Menteri Pertahanan RI Jendral Ryamizard Ryacudu  menjadikan Badan Instalasi Strategi Nasional (Bainstranas) menjadi Badan Intelijen Pertahanan.

Rahman mengatakan ”Apakah memang saat ini sedang terjadi kesenjangan komunikasi dan kordinasi dengan lembaga Intelijen yang ada, sehingga harus dibentuk Badan Intelijen Pertahanan ?. “Sebab, menurut Rahman sudah ada Lembaga Intelijen BAIS TNI dibawah Mabes TNI dan Panglima TNI dibawah Kementrian Pertahanan RI, yang menangani Combat Intelligence/intelijen tempur dan juga ada  BIN  yaitu Civiliant Intelligence yang menangani Ipoleksosbudhankamrata.

Jadi Badan Intelijen yang ada saat ini sudah cukup, tinggal bagaimana meningkatkan peran dan fungsinya untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan tugas dan fungsinya  masing masing ,seperti Badan Intelijen Intelkam Polri, Badan Intelijen Bea dan Cukai serta Badan Intelijen Kejaksaan, jadi harus dipahami bahwa Negara Republik Indonesia satu pemerintahan dibawah komando satu presiden jangan membuat seperti negara dalam negara” Tuturnya.

Rahman meminta pada Menteri Pertahanan RI agar tingkatkan kordinasi dengan Lembaga Intelijen yang ada dan tidak perlu membuat Badan Intelijen Pertahanan, oleh karena tugas BIN dan BAIS adalah :
1). Sebagai suatu Organisasi Rahasia yang bertugas melakukan perlindungan/proteksi terhadap         rakyat dan negara dari segala kemungkinan ancaman /keselamatan dan keutuhan NKRI .
2). mengamankan seluruh kebijakan pemerintah.
3). melakukan atau melaksanakan diteksi dini dan cegah dini,
4).dan berfungsi memberi masukan intelijen pada Presiden/Panglima Tertinggi TNI/POLRI.
5).Yang terpenting dan mendesak saat ini yang perlu dilakukan Menhankam  adalah mencegah agar Pangkalan Militer Halim tidak dikuasai swasta dan panggil panglima TNI terkait hal ini.

 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger