JANGAN BUAT SAKIT ORANG BILA TIDAK INGIN DI SAKITI ORANG"

Simbol "PEACE"

 Simbol ini berasal dari simbol syaitan yang diamalkan semasa upacara keagamaan Yahudi. Simbol ini telah digunakan oleh Yasser Arafat (Bekas Presiden Palestin), Richard Nixon (Bekas Presiden Amerika) dan Winston Churchil (Bekas Presiden Amerika).
Lambang kedamaian pada tangan sebenarnya simbol gerakan Illuminati.Tanda “v” mempunyai pelbagai sejarah. V (tanda tangan) adalah tanda huruf Roman yang bermaksud nombor 5 dan Adam Weishaupt menggunakan simbol ini dalam gerakan rahsianya iaitu Illuminati (pertubuhan Yahudi). Ahli-ahli Illuminati akan menggunakan simbol ini sebagai tanda “Law of Fives” (Hukum Lima).
Di dalam tulisan Yahudi, huruf V (Van) bermaksud ‘Nail’ (Kuku). The Nail adalah salah satu tanda rahsia syaitan yang digunakan dalam upacara penyembahan berhala. Syaitan ingin membiarkan kita tahu bahawa itu adalah tanda kegemarannya. Anton Lavey, pengasas Church of Satan (Gereja Syaitan), menggunakan simbol PEACE sebagai latar belakang mimbar upacara penyembahannya. Salah seorang penyelidik menegaskan, simbol PEACE adalah dari simbol kumpulan Yahudi yang anti Kristian (antiChrist). Mereka mengambil salib kristian dan mematahkannnya ke atas dan menterbalikkannya ke bawah. Tanda 3 palang yang menghala ke bawah membawa maksud ast (Palang kanan), Present (Palang tengah) dan Future (Palang kiri).
Gambar sebelah kiri adalah simbol yang telah diubahsuai dan digunakan sekarang, gambar tengah adalah cabang asal 3 rukun gerakan syaitan atau kedamaian oleh syaitan dan gambar sebelah kanan adalah logo asal kumpulan Gereja Syaitan. Lihat gambar kecil berbentuk bunga di atas palang, ia adalah logo nazi.
Tanda peace adalah kejayaan untuk syaitan
gambar tangan di atas adalh keratan dari kamus Webster terjemahan Inggeris-Inggeris.Menurut Texe Marrs, kamus versi Webster hanya menyatakan simbol tangan itu sebagai simbol V tetapi tidak pula menerangkan maksud V seperti perkataanvulcanism,vulcanize dan vulgar yang terdapat pada sebelah kiri gambar.Namun begitu,perkataan perkataan vulcan sendiri adalah bermaksud dewa purba berkaitanTuhan Api dan kemusnahan
Dua jari yang terbuka diatas merujuk kepada amalan2 dalam ajaran Freemason dan Gnostc Law of Oppasites.2 jari itu menggambarkan 2 ciri yang ditonjolkan iaitu baik dan jahat ,syurga dan neraka.selain itu,simbol ini juga dianggap sebagai perlambangan kepada tanduk Baphomet iaitu tuhan berkepala kambing yng dipuja golongan pengamal ajaran kesyaitanan
Potret hakim zaman Athes purba iaitu Dionysius the Areopagite(gmbr diats) sedang menunjukkan isyarat V atau kejayaan untuk syaitan.Menurut sejarah,Dionysius telak memeluk agama kristian selepas mendengar syarahan2 agama daripada paderi berbangsa yahudi iaitu Apostle Paul.
simbol Per Benedection(atas,kiri) yang dilukis oleh golongan tertentu sudah pasti mempunyai makna yang tersirat dan sukar ditafsirkan oleh orang awam biasa
 

BUTUH REKRUT 2.000 PERSONIL, BIN AJUKAN ANGGARAN Rp 700 M

Jakarta - BIN berencana untuk menambah jumlah sumber daya manusia sebanyak 2.000 personel. Untuk itu, lembaga pimpinan Sutiyoso tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 700 miliar.

Hal tersebut disampaikan KA BIN Sutiyoso dalam rapat tertutup dengan Komisi I di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2016). Sutiyoso mengatakan BIN masih kekurangan untuk SDM, khususnya untuk intelijen di daerah-daerah.

"Akan ada penambahan rekruitmen anggota BIN. Rekruitmen yang disebutkan melalui pendidikan, untuk Binda-Binda," ungkap Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin usai rapat bersama Sutiyoso.

Untuk anggaran dalam penambahan itu, Sutiyoso baru menyebut angka keseluruhan dan belum memberikan rinciannya. Rekruitmen itu akan bekerja sama dengan Kemenpan Reformasi dan Birokrasi.

"Sekarang ini sudah ada 3.000-an sekian (personel), butuhnya 5.000. Rekruitmen kerja sama dengan MenpanRB. (Soal anggaran) belum, baru diusulkan untuk rekrutmen 2.000 orang itu, butuh Rp 700 miliar," jelas TB.

Komisi I DPR disebut TB belum memutuskan apakah menyetujui penambahan dana itu. DPR masih menunggu rinciannya.

"Kita belum tahu disetujui tidak, belum ada rincian. Kita setuju butuh dan kurang orang, kalau anggaran segitu kita tunggu nanti. Tapi itu bukan berarti uangnya diserahkan ke BIN semua," tutur TB.

"Mungkin uangnya yang pelatihan dasar di Menpan Reformasi Birokrasi, untuk pelatihan lanjutan mungkin ke situ (BIN). Jadi dikelola negara," imbuh politisi PDIP itu.

Penyebaran personel baru BIN nanti akan dilakukan di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Namun untuk porsinya, dikatakan TB, itu bergantung dari status masing-masing daerah.

"Ngeplot orang-orang intelijen harus lihat status daerahnya itu. Jadi bagaimana ancamannya. Kedua jumlah penduduknya dan luas daerah. Artinya itu dibagi sesuai kebutuhan di 34 provinsi," terang TB.

Sementara itu soal penguatan personel intelijen, kata TB, itu juga perlu diperhatikan oleh BIN. Seorang intelijen menurutnya harus terus menerus meningkatkan kemampuan.

"Pelatihan seperti kursus-kursus intelijen. Mulai dari pangkat bawah, yang namanya intelijen harus ada peningkatan. Apalagi kalau kemampuannya belum di atas ancaman. Kalau (kemampuan) sudah di atas ancaman tetap kewajiban KA BIN untuk meningkatkan," beber TB.

Dalam rapat hari ini, disebut TB, Komisi I dan BIN juga membahas mengenai isu-isu terkini. "Soal progres-progres aja. Bagaimana situasi di Poso, Papua, dan sebagainya," tutupnya.
 

Baku Tembak Aparat dengan Kelompok Santoso, Satu Teroris Tewas  

Aparat TNI-Polri yang tergabung dalam pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali terlibat baku tembak dengan sekelompok orang bersenjata di wilayah Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah.

Peristiwa baku tembak tersebut terjadi pada Minggu (28/2/2016) dengan korban tewas 1 orang.

Korban tewas diduga dari anggota kelompok teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang selama ini menjadi target utama pelaksanaan Operasi Tinombala 2016.

Kepala Operasi Daerah Tinombala 2016 Kombes Leo Bona Lubis yang dikonfirmasi via telepon kepada Kompas.com mengatakan, baku tembak itu terjadi dari pukul 18.30 Wita hingga pukul pukul 19.30 Wita.

Menurut Leo, baku tembak tersebut diperkirakan melibatkan 20-30 anggota kelompok Santoso.

"Saya masih di Napu, dan pasukan masih terus melakukan penyisiran. Yang jelas, dari hasil penyisiran yang kita lakukan, ditemukan 1 orang meninggal, diduga dari kelompok teroris. Sementara itu, seluruh pasukan gabungan yang terlibat kontak (senjata) selamat," tutur Leo Bina Lubis.

Dia menambahkan, peristiwa kontak senjata itu merupakan pengembangan dari pengejaran aparat keamanan TNI-Polri pasca-kontak senjata terakhir di wilayah Sangginora, Poso Pesisir Selatan, pada 9 Februari 2016.

Setelah kontak senjata di Sanginora, aparat keamanan TNI-Polri secara berkesinambungan terus melakukan pengejaran hingga akhirnya baku tembak kembali di Lore Tengah yang menyebabkan 1 orang tewas dari kelompok teroris.

"Kontak tembak ini merupakan pengembangan dari upaya kami untuk mengejar kelompok ini pasca-peristiwa di Sangginora," ujar Leo.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi baku tembak di Torire.

Sejauh ini, belum ada keterangan lebih jauh mengenai identitas dari satu pelaku yang tewas itu. Upaya pemindahan jenazah hingga kini juga masih terus dilakukan oleh tim.

Selain medan yang cukup jauh dan berada di tengah hutan, situasi keamanan di sekitar lokasi kontak senjata juga masih terus disterilkan dengan melakukan penyisiran.
 

Awas..! Indonesia jadi Incaran Negara-Negara ASEAN

 
Awas..! Indonesia jadi Incaran Negara-Negara ASEANCEO Wardour and Oxford Wempy Dyocta Koto mengatakan, bahwa dalam persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia akan menjadi incaran negara-negara yang tergabung di dalamnya. Hal itu dapat terjadi karena Indonesia dinilai sebagai pasar potensial yang menguntungkan.
Ia juga mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap dampak negatif MEA yang mungkin menimpa Indonesia. Karena menguasai perekonomian Indonesia adalah sama dengan berhasil menguasai setengah dari keseluruhan pasar ASEAN.
“Indonesia merupakan negara incaran tujuan ekspor. Beberapa upaya sedang dilakukan negara-negara anggota ASEAN untuk mengoptimalkan pasar Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Ahad (28/2/2016).
Ia mencontohkan, dibukanya institusi akademi yang mengajarkan bahasa Indonesia di hampir seluruh negara ASEAN adalah investasi jangka panjang supaya produk negara-negara tersebut dapat masuk ke Indonesia.
Meskipun sebagian kalangan di Indonesia tetap optimistis dapat mengambil keuntungan dari 625 juta populasi ASEAN untuk dijadikan target pasar ekspor, namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan.
Hal itu terjadi karena regulasi perdagangan di setiap negara ASEAN berbeda, terutama tentang tarif dan pembatasan komoditas. Sehingga, untuk dapat menembus kompleksitas sistem perdagangan tersebut, Indonesia harus berjuang lebih keras.
“Nah sebaliknya, negara lain di wilayah ini hanya perlu membangun kerja sama perdagangan dengan Indonesia tanpa harus membuat kesepakatan dengan regulasi perdagangan yang berbeda. Inilah kelemahan Indonesia dalam hal regulasi perdagangan internasional,” jelasnya.

SP.2000
 

BIN minta tambahan kewenangan panggil terduga teroris

... kami perlu memanggil orang, bukan menangkap seperti pekerjaan polisi...

Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso, mengatakan, institusinya meminta tambahan kewenangan memanggil seseorang yang terduga terkait separatisme, radikalisme dan terorisme.

"Terkait menangani separatisme, radikalisme, dan terorisme. Mereka (Komisi I DPR) memahami mengapa BIN perlu penambahan kewenangan," katanya, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakan pensiunan letnan jenderal TNI AD itu, usai rapat kerja Komisi I DPR dengan BIN, di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, tambahan kewenangan itu bukan menangkap namun memanggil seseorang yang diduga terkait gerakan separatisme, radikalisme dan terorisme.

Hal itu menurut dia, untuk mendalami sebuah informasi yang didapatkan institusinya dalam kerja-kerja intelijen.

"Khan kami perlu memanggil orang, bukan menangkap seperti pekerjaan polisi," ujarnya.

Dia meyakini Komisi I DPR dapat memahami dan menyetujui keinginan institusinya untuk melengkapi penyelidikan dan informasi

sumber > http://www.antaranews.com/berita/547663/bin-minta-tambahan-kewenangan-panggil-terduga-teroris?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
 

PDI MURKA :Soal Karikatur Teman Ahok




Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengaku tersinggung dengan ulah Teman Ahok yang membuat karikatur mirip dengan lambang partainya.

“Saya ingatkan Teman Ahok, saya sebagai kader tersinguung dengan karikatur itu.‎ Saya minta itu dicabut,” kata Pras panggilan akrabnya, di sela-sela acara pelantikan pengurus Hanura DKI, di Jakarta, Minggu (28/2/2016).

Diketahui, keluarga besar PDI-P murka dengan karikatur yang diunggah di situs resmi relawan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Teman Ahok.

Karikatur yang dimaksud adalah gambar yang digunakan untuk berita berjudul ‘Jika Partai Hendak Usung Ahok, Teman Ahok: Yakinkan 730ribu Orang Dulu’.

Pada gambar tersebut terlihat orang dengan memakai ikat kepala bertuliskan ‘relawan’ tengah berupaya menahan seseorang yang diidentikan dengan Ahok, agar terus berupaya melewati jalan independen dan tidak tergoda dengan partai politik.

Partai politik itu digambarkan dengan banteng berwarna hitam bermata merah dengan memakai jubah hitam panjang dan membawa sebuah bandul yang dilabelkan sebagai alat untuk menghipnotis Ahok.

“Kalau kita cermati secara seksama, gambar tersebut kan identik dengan logo partai kami,” ujar Ketua DPRD DKI itu.

Dia mengaku tak terima dengan ilustrasi tersebut, pasalnya gambar tersebut telah mencitrakan PDIP seakan-akan ‘ngotot’ untuk mengusung Ahok pada Pilkada DKI 2017.

Lagipula, lanjut dia, PDI-P memenuhi syarat untuk mengusung cagub sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain, dan memiliki segudang kader terbaik yang bisa diusung.

“Kami punya aturan jelas dalam penjaringan. Saya ingatkan, bahwa PDI-P bisa mengusung calon sendiri. Jadi siapapun yang ingin maju lewat PDI-P harus mengikuti mekanisme partai,” tegas Pras.

“Kami minta itu (gambar) dicabut, dan meminta maaf,” tandasnya‎.(TeropongSenayan)
 

Marwan Sebut Dana Desa Kebijakan Radikal Pemerintahan Jokowi

Pemerintahan Jokowi-JK memosisikan desa sebagai fokus utama pembangunan. Pemberian dana desa langsung dari APBN untuk dikelola masyarakat desa adalah salah suatu bukti kongkrit, bahwa pemerintah menjalankan janjinya untuk membangun dari pinggiran dan desa-desa.

Bahkan tahun ini dana desa dinaikkan jumlahnya menjadi Rp46,9 triliun, atau dua kali lipat lebih besar dibanding 2015 sebesar Rp20,7 triliun. Artinya, setiap desa akan mengelola uang secara mandiri sebesar Rp500-800 juta. Bahkan, pemerintah sudah membuat rancangan, tahun 2017 dana desa dinaikkan lagi menjadi Rp81,1 triliun sehingga masyarakat desa sudah bisa mengelola dana desa lebih dari Rp1 miliar per desa.

“Ini dari dana desa yang baru pertama kali dalam sejarah republik Indonesia. Belum lagi ada Alokasi Dana Desa (ADD) yang besarannya 10 persen dari APBD kabupaten/kota. Sudah jelas dan sangat nyata betapa pemerintahan Jokowi-JK memberikan perhatian penuh kepada desa,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, di Jakarta, Minggu (28/2).

Menurutnya dana desa adalah kebijakan radikal yang diterapkan pemerintahan Jokowi. Karena terbukti mampu menghidupkan geliat perekonomian desa sehingga punya daya tahan terhadap krisis.
 

Pertukaran intelijen Indonesia-Australia untuk berantas terorisme

 Kerja sama bilateral Indonesia-Australia berupa pertukaran intelijen diharapkan dapat memberantas terorisme di kedua negara.

“Aksi terorisme yang dapat mengganggu keamanan negara harus dicegah dan tidak boleh dibiarkan berkembang,” kata Pengajar Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Suhaidi di Medan, Kamis (24/12).

Aksi terorisme yang banyak terjadi saat ini, menurut dia bukan hanya tantangan bagi Indonesia dan Australia, tetapi merupakan musuh bagi negara-negara di dunia.

“Kegiatan terorisme tak boleh dibiarkan hidup, dan sekecil apa pun aksi mereka yang meresahkan masyarakat itu harus dihapuskan,” ujar Suhaidi.

Dia menjelaskan, kerja sama kedua negara harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia. Hanya saja, diperlukan sikap ekstra hati-hati, karena perbedaan pola pikir kedua negara dalam memandang terorisme.

“Hal ini perlu menjadi perhatian bagi Indonesia dalam kerja sama pertukaran intelijen dengan Australia. Apalagi, dalam hal ini mencegah aksi teroris yang sangat membahayakan,” ujarnya.

Suhaidi menambahkan, di Indonesia masih terdapat kelompok terduga teroris dan mencoba melakukan aksi-aksi, serta perbuatan melanggar hukum. Tetapi, aksi mereka tersebut lebih dahulu diketahui petugas kepolisian dan melakukan penangkapan.

Bahkan, kelompok terduga terorisme itu, akan merencanakan melakukan aksi mereka pada akhir 2015 ini. “Polri dan aparat keamanan terkait lainnya diharapkan dapat mewaspadai dan mengantisipasi aksi terorisme di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan pihaknya telah menangkap sembilan orang terduga teroris di lima tempat berbeda. Antara lain Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik pada 19 sampai 20 Desember 2015.

“Mereka ini ada yang eks Jamaah Islamiyah (JI) dan ada juga korelasinya dengan ISIS,
 

Intelijen dan Belajar Menjadi Sosok yang Misterius

Intelijen dan Belajar Menjadi Sosok yang Misterius


Peristiwa Banyu Biru tentu dapat menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Tak mudah menjadi bagian dari BIN. Ada beban berat yang harus diemban oleh setiap personel intelijen.

Beberapa tahun lalu, mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali pernah menyampaikan orasi ilmiah di hadapan wisudawan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Ia mengungkapkan gambaran sosok intelijen.

"Jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan dicari, dan jika mati, tidak ada yang mengakui," kata As'ad seperti dimuat harian Kompas, 7 Oktober 2009.

Beban berat itulah yang setidaknya mengharuskan seorang personel intelijen menjaga kerahasiaannya dan belajar menjadi sosok yang misterius.

Kisah LB Moerdani

Ini seperti yang dilakukan oleh dua penggawa intelijen Indonesia, yaitu Jenderal LB Moerdani dan Kolonel Zulkifli Lubis.

Pada buku Benny: Tragedi Seorang Loyalis yang ditulis Julius Pour, ada pengalaman menarik Moerdani dalam menjaga kerahasiaannya.

Cerita itu bermula ketika Moerdani pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Moerdani yang saat itu telah berpangkat mayor jenderal mengendarai mobilnya tanpa mengenakan seragam dinas menuju kantor yang terletak di kawasan Medan Merdeka Barat tersebut.


Setiba di lokasi, ia langsung memarkirkan kendaraanya di lokasi terdekat dari pintu masuk. Tempat parkir itu khusus bagi perwira tinggi militer.

Tanpa pikir panjang, seorang penjaga berpangkat bintara yang berasal dari satuan marinir menghardiknya.

Penjaga itu meminta Benny memindahkan mobilnya ke lokasi parkir lain. Ia tidak marah dan hanya diam mengikuti perintah marinir tersebut

Kisah Zulkifli Lubis

Jauh sebelum Moerdani, Kolonel Zulkifli Lubis telah ditunjuk sebagai komandan intelijen pertama di Badan Istimewa (BI).

Badan itu merupakan badan intelijen pertama yang didirikan pemerintah pada Agustus 1945 di bawah Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian bertransformasi menjadi Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) pada 1946.

Harian Kompas pernah menulis sosok kontroversial itu pada 28 Juni 1992, beberapa hari setelah ia wafat akibat sakit yang dideritanya.

Sebagaimana layaknya sosok seorang intelijen, perjalanan kariernya selalu bisa menyulut penilaian pro-kontra.

Kenyataan bahwa Lubis dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Bogor dengan sebuah upacara kemiliteran secara layak mungkin merupakan penghargaan yang diberikan negara kepadanya.

Pada era 1950-an, sempat terjadi peristiwa makar, yaitu percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno.

Peristiwa yang lebih dikenal sebagai Peristiwa Cikini itu dilakukan oleh sekolompok teroris asal Nusa Tenggara Barat.

Oleh sejumlah lawan politiknya, Lubis sempat diduga sebagai dalang peristiwa tersebut. Sebab, pada era itu memang terjadi sejumlah peristiwa pembangkangan militer.

Para teroris yang diadili mengaku kenal Lubis. Namun, selama persidangan, tidak pernah ada bukti dan petunjuk bahwa Lubis mendalangi aksi teror itu.

Hingga sekarang, Lubis belum pernah diajukan ke pengadilan untuk memperjelas kasusnya.

Daan Mogot, bekas rekannya yang belajar bersama di Seinen Dojo di Tangerang pada era penjajahan Jepang, tidak pernah yakin Lubis berada di balik Peristiwa Cikini.

Ia justru menduga ada rekayasa yang dilakukan oleh pihak tertentu sebagai tindak lanjut pelaksanaan Piagam Yogya.

"Dengan meletusnya teror Cikini, perundingan menjadi mentah. Sebaliknya, radikalisme semakin merangsang semua pihak yang selama itu baru dalam tahap berbeda pendapat," demikian kata Daan Mogot.

"Masa seluruh pelaku teror tersebut dalam sehari semuanya sudah bisa digulung? Mana mungkin kalau bukan hasil rekayasa...," lanjut dia.

Kisah Veloc et Exactus

As'ad menuturkan, kerahasiaan merupakan kunci keberhasilan BIN di dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dalam mengamankan negara.

Ketika kedok seorang agen terbongkar dan misinya diketahui pihak lain, dapat dikatakan agen itu gagal.

Ia mencontohkan sebuah operasi intelijen yang baik dalam mencari informasi dan mengolahnya sebagai laporan yang baik.

"Misalnya ketika Khruschev (Presiden Uni Soviet) sakit. Tentu itu memiliki makna yang penting bagi stabilitas sosial saat itu," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/2/2016) kemarin.

Seorang agen yang andal tak hanya mencari informasi di media massa. Ia akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan cek, ricek, dan kroscek mengenai kondisi Khruschev.

"Kalau tanya dokter tentu tidak mungkin karena pasti dikawal oleh KGB saat itu. Tanya saja ke tukang besi atau OB di sana, dirawat di kamar nomor berapa. Dengan mengetahui nomor kamarnya, kita akan tahu bahwa itu kamar khusus untuk perawatan penyakit apa dan siapa dokter yang menanganinya," ujarnya.

Bagi As'ad, kemampuan analisis merupakan hal yang tak kalah penting yang harus dimiliki seorang personel, selain kewajibannya dalam menjaga kerahasiaan.

Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan keberanian seorang personel dalam mengambil keputusan.

"Makanya, saya selalu tekankan kepada setiap agen agar memiliki kedalaman berpikir seperti intelektual, kecepatan gerak seperti wartawan, dan ketegasan sikap seperti militer," ujar dia.

"Ketiga dasar itulah yang pada akhirnya menjadi cerminan dari asas BIN, veloc et exactus, yang artinya cepat dan tepat. Selalu cek, ricek, dan kroscek setiap informasi yang diterima,"


Cb.2000





 

Pangdam: Kehadiran Komunitas LGBT Dilarang Pemerintah




Fenomena kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang makin marak di Indonesia harus ditolak, demikian disampaikan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk.

“Kehadiran komunitas LGBT tersebut juga dilarang dan tidak diizinkankan oleh pemerintah, serta harus tetap dipatuhi bagi mereka yang mencoba menghidupkan wadah itu,” ujarnya saat menyampaikan pengarahan kepada para wartawan di Makodam I/Bukit Barisan, Medan, Jumat.

Ia menambahkan, perkawinan sesama jenis bukan saja berbahaya, tetapi juga dapat menghancurkan moral generasi muda, dan sejak dari dahulu tidak dibenarkan pemerintah.

“Kita tidak ingin anak-anak dan remaja akan mencontoh perilaku yang jelek itu, serta tidak sesuai dengan budaya di Indonesia,” kata Lodewyk, dikutip dari Antara.

Menurutnya, keberadaan kelompok LGBT merupakan salah satu cara untuk merusak generasi muda dan menghancurkan negara. Oleh karena itu, katanya, Pemerintah dan anggota DPR RI harus bersikap tegas melarang kehadiran kelompok LGBT tersebut. [antara/islamedia]
 

Siapakah yang Radikal? Wahabi ataukah NU?

Siapakah yang Radikal? Wahabi ataukah NU?


Saudaraku sesama kaum muslimin, terlebih warga NU yang kami hormati…!

Sebelum kita jauh menyelami artikel berikut atau rubrik-rubrik lain yang ada dalam situs ini, ada baiknya kita semua berusaha untuk obyektif, berlapang dada, dan mau menerima nasihat.

Dengan meninggalkan sikap fanatik buta, pembelaan yang berlebihan, atau sikap meremehkan pihak lain. Karena itu semua sikap yang tercela, dan akan menjadi penghalang datangnya kebenaran kepada kita.

Sehingga apa yang tertulis dalam rubrik ini secara khusus atau dalam situs ini secara umum bagai sebuah cermin yang dibawakan oleh seseorang untuk saudaranya, agar saudaranya tersebut bisa berkaca, bisa melihat coreng-moreng yang ada diwajahnya, menyadarinya dan berusaha untuk membersihkan coreng-moreng tersebut.

Sebelumnya kami mohon maaf jika penggunaan kata-kata kami berikut ini tidak berkenan di hati saudara-saudara, karena terpaksa kami menggunakannya.

Pada sebuah kesempatan, Said Agil Siraj, seorang yang dianggap tokoh, dianggap seorang cendekiawan muslim, apalagi dengan embel-embel gelar akademis Profesor Doktor di depan namanya, demikian pula karena dia diposisikan sebagai “pemimpin” di ormas NU, sehingga menjadikan banyak orang yang terpesona dan tersamar dari hakikat yang sebenarnya.

Dia pernah memprovokasi umat Islam dengan mengaitkan dakwah Wahabi [1] dengan arogansi, teror, anarkis dan radikalisme.

Bahkan menurut logika sepintasnya, dalam ajaran Salafi Wahabi diajarkan benih-benih radikalisme dan terorisme yang berujung pada doktrin pengeboman di berbagai tempat.

Saudara-saudaraku coba kita renungi…

Tentunya sangat disayangkan, seorang yang dianggap tokoh dan diposisikan sebagai pemimpin “ormas Islam yang katanya terbesar di dunia (NU)”, mengeluarkan statement yang sangat berbahaya dan menyesatkan umat.

Umat yang banyak tidak memahami akar permasalahan, umat yang senantiasa hanya mengikut (membebek) kepada tokoh-tokoh mereka, umat yang hampir tidak pernah mendapatkan pencerahan, umat yang senantiasa dididik untuk taklid buta dan fanatisme pada kelompoknya, menjadi korban dari komentar yang arogan ini.

Ibarat kata pepatah: “Semut di seberang lautan tampak jelas kelihatan, sedangkan gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.”

Menuduh pihak-pihak lain sebagai kelompok yang arogan, penebar teror, anarkis dan radikal. Namun bersamaan dengan itu menutup mata dari borok-borok kelompoknya sendiri.

Sebelum kita melanjutkan, ada baiknya kita melihat beberapa definisi berikut ini:

Bila dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Arogansi“ bermakna : mempunyai sikap superioritas, yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah (sombong).

Masih dalam KBBI, “Teror“ bermakna sebuah usaha untuk menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. “Meneror” adalah berbuat kejam (sewenang-wenang dan sebagainya) untuk menimbulkan rasa ngeri dan takut.

Adapun “Anarkis“, dalam KBBI bermakna : orang yang melakukan tindakan anarki (kekacauan) di suatu negara.

Sedangkan “Radikalisme“ dalam KBBI bermakna : paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Sehingga tercakup dalam pembahasan ini semua upaya yang dilakukan oleh seseorang atau golongan, untuk menciptakan rasa ketakutan, dan kengerian. Atau untuk menimbulkan kekacauan di suatu negara dalam upaya melakukan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik yang drastis, meskipun harus dilakukan dengan cara kekerasan dan kekejaman (sewenang-wenang). Yang ini semua bermuara pada sikap superioritas, merasa paling mayoritas, merasa paling benar, merasa paling berkuasa, merasa paling hebat, sombong dan semisalnya.

Termasuk dalam kategori di atas adalah teror yang berupa statement-statement, orasi, ceramah, ancaman-ancaman, intimidasi, demonstrasi, pengerahan massa, sikap politik, pendudukan sebuah tempat, pengrusakan, pembakaran, penculikan, atau bahkan pembunuhan, dalam rangka memuluskan tujuan yang dikehendakinya.

Dengan mengetahui definisi diatas, disadari atau tidak, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, namun dari realita yang ada kita akan melihat dan mendapati arogansi, teror, anarkis dan radikalisme yang dilakukan oleh kelompok NU, ormas-ormas yang berafiliasi pada NU, tokoh-tokoh NU, dan para warga NU.

 ———————————–

[1] (Kami meminjam istilah mereka, meski sebenarnya istilah ini tidak benar)
 

Ingin Persatukan Umat Islam, Dibuka Konvensi Calon Gubernur DKI


Menghadapi Pilkada DKI, Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah meluncurkan Konvensi Calon Gubernur Muslim di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Kamis (25/02/2016).

Konvensi tersebut dimaksudkan untuk mengikhtiarkan sepasang calon gubernur dan wakil gubernur Muslim untuk mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 mendatang.

“Forum ini dibentuk untuk menyatukan segala potensi umat Islam dalam menyelamatkan kepemimpinan di Jakarta. Agar sesuai dengan aturan legal formal konstitusional, tanpa melanggar aturan syariat Islam,” ujar Ketua Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, Habib Rizieq.

Rizieq menjelaskan, bagi umat Islam, memilih pemimpin Muslim adalah penting. Sebab dalam al-Qur’an disebutkan larangan mengangkat pemimpin non-Muslim.

Ia mengatakan, selain sebagai Muslim, ada syarat lain calon pemimpin Jakarta yang dibutuhkan. Yaitu beriman, bertaqwa, jujur, adil, bersih, berani, cerdas dan sebagainya.

“Ada syarat-syarat dan kecakapan khusus yang nanti akan dilihat melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) para peserta konvensi,” jelasnya.

Sebelas Syarat

Ketua Dewan Pemilih, Fachrurrozi menyatakan, ada 11 syarat dan kriteria awal yang ditetapkan majelis tersebut terkait konvensi itu. Yaitu; laki-laki, Muslim, berakal, sehat jasmani dan rohani, alim, serta visioner.
Syarat ketujuh, lanjutnya, mempunyai keberpihakan kepada kaum yang lemah. Lalu memiliki rekam jejak tak pernah mencela dan memusuhi Islam dan umatnya.

Tiga syarat berikutnya yaitu memiliki program kerja ya
ng memihak kaum lemah, bersedia menerima program yang ditawarkan Majelis Tinggi atau Dewan Pemilih, serta siap mendukung dan menjadi juru kampanye calon lain yang terpilih nantinya
 

ISIS Akui yang Meledakkan Masjid Syiah di Baghdad




Kelompok militan ISIS mengaku sebagai pihak yang melancarkan dua serangan bom bunuh diri di Masjid Syiah yang berada di Kota Baghdad, Irak yang dimana sedikitnya 15 orang tewas.

“Dua pelaku bom bunuh diri yang menggunakan bom rompi meledakkan diri di depan Masjid Rasul al-Azam di Distrik Shuala,” papar pejabat Kepolisian Baghdad, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Jumat (26/2/2016).

“Pelaku pertama meledakkan diri di tengah para jamaah yang akan meninggalkan Masjid. Ledakan kedua menargetkan pasukan kepolisian yang baru tiba untuk membantu para korban,” tambahnya.

Melalui pernyataan via forum jihad di dunia maya, ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab melancarkan serangan bom bunuh diri tersebut. Kelompok radikal ini mengatakan bahwa serangan pertama memang menargetkan masjid dan serangan kedua menargetkan para pasukan keamanan Irak.

Serangan bom bunuh diri yang dilancarkan di lingkungan mayoritas Syiah ini, momentumnya sangat dekat dengan rencana demonstrasi yang akan diadakan di Baghdad. Dimana demonstrasi ini akan langsung dipimpin oleh Moqtada al-Sadr salah satu petinggi Syiah yang dianggap radikal.

https://twitter.com/search?f=tweets&vertical=default&q=intelijen&src=typd
 

Pengacara Jessica Dituding Tak Paham Hierarki Polisi


Kasubdit Bidang Hukum Polda Metro Jaya AKBP Aminullah bersikukuh permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak Jessica Kumala Wongso salah sasaran.

Hal itu lantaran dalam hasil simpulan yang telah diserahkan, pihak Jessica tidak mengerti akan hierarki kepolisian yang selama ini diperdebatkan.

"Benar memang UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang kepolisian mengatur soal itu, api mereka (pihak Jessica) tidak baca sampai selesai. Kan ada Perkapnya (Peraturan Kapolri)," ucap Aminullah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).

Seharusnya menurut Aminullah, pihak Jessica juga membaca Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polri. Selain itu, ada juga Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Mabes Polri.

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 22 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Polda. Serta pada Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja satuan organisasi pada tingkat Polres dan Polsek.

"Di sana terlihat jelas bagaimana hierarkinya. Pihak pemohon kurang tuntas bacanya," pungkas Aminullah
 

MAHASISWA UNCEN : TERIMAKASIH PAK LUHUT, PAPUA AKAN SEGERA KELUAR DARI INDONESIA







Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (BEM FISIP Uncen) Jayapura, Papua menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Ham RI, Luhur B. Pandjaitan atas pernyataannya ‘Pergi Saja Sana ke Melanesia, Jangan Tinggal di Indonesia!’

Ketua BEM Fisip Uncen, Yali Wenda mengatakan, baru kali ini seorang Menkopolhukam Republik Indonesia dengan sejujurnya dan tanpa ragu mengatakan pernyataan seperti itu.

“Kami sebagai generasi penerus bangsa Papua Barat, ras Melanesia mengucapkan banyak terimakasih kepada pak Luhut Pandjaitan karena baru kali ini seorang Menkopolhukam Republik Indonesia yang dengan sejujurnya dan tanpa ragu mengatakan pernyataan seperti itu,” tutur Yali Wenda kepada Jubi, Selasa (24/02/2016) di kampus Uncen.

Karena, ditegaskan Yali, dari pernyataan ini sangat jelas Pandjaitan telah membedakan orang Papua yang berkulit hitam dan kriting rambutnya dengan orang Indonesia yang ras Melayu.


“Tetapi kami rakyat Papua sesunguhnya bangsa Papua Barat dan ras Melanesia. Maka, kami menyatakan
sikap, bahwa tak lama lagi kami orang Papua akan berpisah dengan NKRI. Tinggal waktu mainnya saja,” bebernya.

Samuel Womsiwor, Biro Hukum Fisip Uncen Jayapura seperti dilansir tabloidjubi mengungkapkan, pihaknya meminta kepastian jelas kepada Indonesia, bahwa orang Papua meninggalkan Indonesia berarti kapankah Pemerintah Indonesia yang berkuasa di atas tanah Papua meningalkan negeri milik orang Melanesia di West Papua.

“Jika Indonesia menggangap kami bukan bagian dari Indonesia, maka kapan Indonesia menerima tawaran dialog yang ditawarkan Melanesian Spearhead Group (MSG) melalui wadah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)?” kata Samuel bertanya .

Rekan lainnya, Muel Alue menegaskan, karena ULMWP adalah wadah persatuan dan resmi milik seluruh rakyat Papua dari Sorong sampai Merauke.

“Kami mengakui pernyataan yang dikeluarkan oleh petinggi negara Indonesia itu wajar, karena tak lama lagi rakyat Papua Barat akan berpisah dengan Indonesia. Itu karena sudah ada tanda-tanda mau berpisah sehingga pak Luhut bicara seperti itu. Memang hal itu akan jadi nyata,” tegas Muel Alua.

Sebelumnya, menanggapi itu, Anggota Komisi I Bidang Politik, Hukum dan HAM, DPR Papua, Ruben Magay mengatakan, Luhut Panjaitan salah besar dan keliru memberi pernyataan itu. Pasalnya, Tanah Papua adalah tanah milik orang asli Papua yang adalah salah satu bangsa turunan ras Melanesia.

“Menkopolhukam itu siapa? Dia salah besar usir orang (asli) Papua ke luar dari Papua. Dia bilang ke Melanesia itu maksud dia kemana? Melanesia itu ya orang Papua itu sendiri dengan apa yang Tuhan sudah kasih yaitu tanah Papua dan alamnya,” tegas Magay.
 

Intelijen Sudah Cium Sejak Lama Aksi Propaganda ISIS di Masjid Jakarta

Lembaga penyiaran publik Australia, ABC, mengungkap adanya propaganda pendukung kelompok militan ISIS di lima masjid di Jakarta. Kendati demikian, pihak intelijen sudah mendeteksi hal itu sejak lama, bahkan telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi ancaman yang timbul.

“Ini kabar lama yang diembuskan lagi. Otoritas intelijen kita sudah menyampaikan data ini sejak awal Agustus 2015, bahkan aparat keamanan sudah mengambil langkah preventif atas data intelijen tentang masjid yang diduga menjadi lokasi baiat ISIS,” ungkap seorang pejabat intelijen yang enggan disebutkan namanya, di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Menurut dia, dalam data pemberitaan media massa, tercatat sejumlah media yang pernah memberitakan tentang potensi masjid sebagai lokasi perekrutan anggota ISIS. Lebih lanjut ia mengungkapkan, isu lama ini sengaja diembuskan untuk menyerang otoritas keamanan Indonesia.

“Sepertinya pengulangan berita lama ini punya maksud untuk menurunkan kredibilitas intelijen dan keamanan kita," tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa peran intelijen saat ini lebih pada fungsi penyampaian data-data intelijen.

“Jika ada kewenangan yang lebih dalam penindakan, mungkin Intelijen kita bisa lebih cepat melakukan langkah pencegahan,”


kcb.2000

 

Australia Peringatkan Ancaman Teror di Indonesia, Ini Respons RI

Australia mengeluarkan informasi terbaru tentang adanya kemungkinan serangan teroris di Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan sebulan setelah serangan bom di pusat Jakarta.

Departemen Luar Negeri Australia atau DFAT mengatakan dalam buletin di laman mereka pada hari Kamis (25/2/2016), para turis hendaknya memerhatikan bahwa situasi di Indonesia kini dalam kewaspadaan tinggi, termasuk di Bali.

Laman itu tidak menjelaskan lebih lanjut tipe serangan. Namun hal itu dipercaya berupa serangan yang telah direncanakan dengan matang.

"Tingkat pemberitahuan ini secara keseluruhan tidak berubah. Warga Australia harus dalam tingkat kewaspadaan, termasuk di Bali," tulis laman itu, seperti dilansir dari The Guardian. 
"Kami juga terus menerima informasi adanya indikasi serangan lanjutan di Bali. Bisa terjadi kapan saja. Harap waspada di daerah ramai dan saat liburan," katanya.

Sehubungan dengan peringatan itu, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia merespons bahwa sejauh ini pihak Australia baru mengatakan adanya indikasi.
"Mereka hanya mengatakan adanya indikasi, dan sejauh ini mereka tidak meningkatkan travel advice ke Indonesia, atau tidak adanya kenaikan level ancaman di sini," kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, di Jakarta.

Kendati demikian, pria yang akrab dipanggil Tata itu mengatakan sejauh ini RI belum menerima adanya indikasi peningkatan ancaman di Indonesia. Bagaimana pun, kedua negara tetap bekerja sama dalam hal keamanan.

"Otoritas keamanan Australia dan Indonesia saling berbagi informasi terutama ke BIN dan polisi," ucap Tata.
Menurut Benua Kanguru tersebut, Indonesia telah mengalami konflik separatisme selama beberapa dekade. Laporan juga mengatakan 500 hingga 700 WNI telah terbang ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Beberapa hari lalu, pihak Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan telah mengembalikan 217 orang Indonesia yang terkait grup teroris internasional. Paling banyak ditemukan WNI berada di wilayah Turki.
 

Arab dalam memerangi Houthi di Yaman dan Islamic State (IS/ISIS)

Panasnya suhu geopolitik di Timur Tengah diramalkan semakin menjadi. Arab Saudi, negara yang saat ini memimpin koalisi negara Arab dalam memerangi Houthi di Yaman dan Islamic State (IS/ISIS), bakal menghadapi eskalasi politik internal.
Pada tahun-tahun ini, negara warisan Ibnu Saud ini diramalkan akan mengalami peralihan kekuasaan dari generasi kedua ke generasi ketiga.Generasi kedua adalah anak-anak pendiri kerajaan itu, yakni Abdul Aziz bin Saud. Sedangkan, generasi ketiga adalah cucu-cucunya.
Dikutip dari artikel berjudul Saudi dan Problem Suksesi, Ibnu Burdah,Pemerhati Timur Tengah dan Dunia Islam, Koordinator Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga (Republika, 23/2) menjelaskan, generasi kedua kerajaan yang tersisa sebenarnya masih 11 pangeran dari sekitar 37 anak bin Saud.
Putra pendiri ada yang mengatakan 35, tapi juga ada yang menyebut hingga 45 pangeran. Yang menonjol dari 11 anak itu, di samping Raja Salman adalah Muqrin bin Abdul Aziz yang sempat jadi putra mahkota.
Sementara itu, enam raja Saudi setelah bin Saud ada dua yang dari Sudairi, yaitu Fahd bin Abdul Aziz dan Salman bin Abdul Aziz raja sekarang. Sementara, dari keluarga non-Sudairi yang tersisa ada nama yang cukup menonjol, yaitu Muqrin bin Abdul Aziz.
Peralihan kekuasaan ini santer diberitakan dan jadi bahan diskusi penting di dunia Islam mengingat arti penting wilayah Saudi bagi umat Islam. Terutama, di saat-saat Raja Salman bin Abdul Aziz yang telah berusia sekitar 80 tahun itu beberapa kali harus menjalani operasi medis.
Tantangan internal ini sungguh berat ketika Raja Salman nanti meninggal. Sebab, Raja baru yang dikenal populer di kalangan penduduk Riyadh ini "mengabaikan" 11 pangeran anak-anak bin Saud yang juga saudaranya.
Dan by pass, ia mengangkat pangeran Muhammad bin Nayif (generasi ketiga dan tak memiliki keturunan laki-laki) dan Muhammad bin Salman (anaknya sendiri) sebagai waliyyul 'ahdi (putra mahkota) dan waliyu waliyyul 'ahdi (deputi putra mahkota).
Ancaman paling besar tentu dari klan Muqrin yang "dipecat" dari posisinya sebagai putra mahkota dan "kroni" Raja Abdullah. Tak hanya itu, klan lain yang sangat menonjol, seperti klan Faishal dan klan Sulthan dipreteli kekuasaannya.
Klan Sulthan (anak-anak Sulthan bin Abdul Aziz) dikenal sangat kuat. Bandar bin Sulthan, salah satunya, adalah bekas kepala intelijen negeri itu. Ia pernah dituduh berencana melakukan kudeta oleh Raja Abdullah dan sempat diusir dari Saudi. Khlaid bin Sulthan, saudaranya, juga menjabat kepala intelijen, tapi kemudian dipecat oleh Raja Salman.
Dari jalur klan Faishal juga mengalami hal yang sama. Saud bin Faishal yang menjabat menlu sekitar 40 tahun juga disingkirkan. Dan, gantinya bukan dari klan itu, tetapi dari jalur nonkeluarga. Ini sungguh mengejutkan dalam tradisi kerajaan itu. Belum lagi, anak-anak Raja Abdullah beserta "kroninya" yang juga dipreteli kekuasaannya oleh Raja Salman.
Praktis kekuasaan Saudi sekarang ada di tangan dua pangeran, yaitu dua putra mahkota. Mereka adalah Muhammad bin Nayif dan Muhammad bin Salman.
Namun, kekuasaan strategis dan de facto ada di tangan pangeran Muhammad bin Salman yang masih berusia 30 tahun. Dengan berbagai cara, kekuasaan Muhammad bin Nayif dibatasi dan ia sendiri tak mungkin mewariskan kekuasaan, sebab tak punya anak laki-laki.
Kini, Muhammad bin Salman adalah pemegang kendali Saudi, termasuk dalam perang di Yaman, Suriah, dan lainnya. Langkah agresif Saudi di luar wilayahnya menjadi pertaruhan besar pangeran muda ini dan kekuasaan ayahnya.
Agresifitas di luar itu memang bisa mengurangi persaingan keras antarpangeran untuk sementara waktu. Raja Salman terkesan kuat mengeksploitasi persoalan luar negerinya untuk membangun dominasi klan. Sejauh ini, isu itu berhasil mengonsolidasikan kekuasaan Raja Salman dan sang pangeran.
Namun, jika itu gagal, taruhannya sangat besar. Perebutan kekuasaan antarklan keluarga bani Saud akan jadi ancaman masa depan monarki itu
 

PERCUMA DIBUAT UU NO 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN

Sedangkan PT.Pelindo I,II,II dan IV masih Berkuasa di Pelabuhan


Adanya tidak keseriuasan Pemerintah di dalam melaksanakan tugas dan fungsi secara maksimal sesuai dengan dibuatnya Undang – Undang Republik Indonesia Nomor : 17 Tahun 2008, Tentang PELAYARAN & Peraturan Pemerintah – RI, Nomor : 5 Tahun 2010, Tentang KENAVIGASIAN maupun Peraturan Pemerintah ( PP ) – RI, Nomr : 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan, PP – RI, Nomor : 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim.
 
Padahal sesuai tugas dan fungsi salah satunya dalam UU No. 17 Tahun 2008 Tentang PELAYARAN, itu jelas bahwa pelayaran yang terdiri atas angkutan diperairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan maritim, merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang harus dikembangkan potensi dan peranannya untuk mewujudkan sistim transportasi efektif dan efisien, serta membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis.
 
Kemudian tugas dan fungsi dari pada Otoritas Pelabuhan ( Port Authority ) adalah Lembaga Pemerintah di pelabuhan sebagai Otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatankepelabuhanan yang diusahakan secara komersial. Unit Penyelenggara Pelabuhan adalah Lembaga Pemerintah di pelabuhan sebagai Otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan , dan pemberian pelayanan jasa kepelabuhanan untuk pelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.
 
Mengapa PT. Pelindo I, II, III, dan IV masih berkuasa di pelabuhan, sedangkan keberadaannya di pelabuhan sebagai operator terminal penumpang, itupun sesuai Peraturan Pemerintah ( PP ) No. 56 Tahun 1992, PP No. 57 Tahun 1992, PP No. 58 Tahun 1992 dan PP No. 59 Tahun 1992.
 
Maka dibuat dan diberlakukan secara sah oleh DPR – RI, dengan persetujuan Pemerintah mengenai UU No. 17 Tahun 2008 Tentang PELAYARAN, maka dengan sendirinya mengenai PP yang mengatur PT. Pelindo I, II, III dan IV gugur dengan sendirinya secara hukum dan berdasarkan UUD 1945, serta tidak berkuasa lagi di seluruh pelabuhan.
 
Jadi DPR – RI, Pemerintah ( Presiden ) harus mengambil ketegasan jangan sampai dilakukan pembiaran sehingga dianggap pembohongan publik atau pembodohan terhadap rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
 

Intimidasi Luhut, Kecerobohan Politik PDI-P

David Ridwan Betz : Dari Intimidasi Luhut, Kecerobohan Politik PDI-P Hingga Tak Adanya Wibawa Jokowi!
Luhut belum cukup memadai ilmu dan pengalamannya membaca arus dari level bawah, SBY sudah lebih matang untuk itu. Untuk apa orang selevel Menko membangun pernyataan seperti seorang Komandan SATPOL PP saja, kurang trampil? Kita lihat saja bagaimana perkembangan politik setelah ketua KPK merespon intimidasi LBP secara ringkas, terjungkir balik Menkopolhukam!
PDIP jangan mengulang kembali kecerobohan Soekarno berpolitik ketika sedang berkuasa yg mana akhirnya menjerat beliau sendiri ujungnya! Mungkin pesan ini sangat berguna untuk diperhatikan oleh Megawati SP meskipun ia sedang mengalami kegalauan politik saat ini.
Rakyat menilai itu sebuah beban psikologis sehingga keenam parpol tsb turut bersekongkol untuk melawan rakyat yg mendukung KPK! Karena Rakyat mengetahui apabila Ketua Partai PDIP berikut Presiden saat ini diduga tersandung dengan skandal korupsi, itu masalahnya!
Kalau kepentingan PDIP hanya untuk menjaga agar skandal korupsi BLBI dan skandal Sumber Waras bisa bernasib seperti "PKI" nanti kalian!
Pemerintah saat ini seperti mengikuti arah tali yg ditarik oleh PDIP secara tidak menentu, itu yg membuat Jokowi tak punya wibawa lagi. Karena Joko Widodo belum bisa leluasa selaku Kepala Negara yg masih tetap berlabel sebagai Petugas Partai?
Sumber: David Ridwan Betz: chirpstory.com/li/305062
 

Selamat kepada Segenap Aparatur Keamanan RI

Walaupun kita masih di bulan Februari dan ancaman terorisme masih mengintai, izinkan Blog I-I menyampaikan selamat kepada Polri, BIN, BNPT, dan TNI yang saat ini semakin kompak bahu-membahu mengatasi ancaman terorisme. Seluruh saran Blog I-I telah diperhatikan pemerintah, khususnya dalam mencegah terjadinya serangan teror susulan pada bulan Februari 2016 ini dan menumpas gerombolan Santoso yang mengatasnamakan agama untuk aksi kekerasan. Bahkan setidaknya Pemerintah melalui Menkopolhukam  dapat menjelaskan bahwa untuk menumpas gerombolan Santoso bukanlah hal yang mudah.
Apapun penjelasan Pemerintah dalam kegiatan counter terorisme dan counter radikalisme, langkah-langkah yang lebih jelas dapat kita saksikan dengan sejumlah penangkapan tersangka dan pencegahan serangan bom yang tentunya tidak menjadi berita yang heboh di media masa maupun media sosial. Prinsip kerja aparat keamanan adalah bahwa siap untuk dicaci bila gagal mencegah serangan teror, namun tidak mengharap pujian manakala negara aman tentram dan rencana serangan teror berhasil dicegah. Ucapan selamat ini bukan membuat Polri, BIN, BNPT, dan TNI terlena, tetapi diharapkan ke depan semakin solid dalam kerjasama. Dengan adanya rancangan revisi UU Anti Terorisme, langkah yang lebih tegas diharapkan dapat ditempuh dalam rangka meningkatkan upaya preventif yang lebih efektif.
Kekuatan nyata ISIS yang sebenarnya mudah dihancurkan baik oleh koalisi Barat maupun koalisi Syria, Iran, dan Rusia tampak masih seperti misteri dalam hal waktu kapan akan dihancurkan. Saat ini terjadi "kenyamanan" dalam proxy konflik geopolitik negara besar di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan operasi militer "menghancurkan" ISIS menjadi pilihan terakhir. Sementara dampak ekspor ideologi kekerasan ISIS merupakan sumber ancaman bagi Indonesia. 
Pemahaman konflik geopolitik inilah yang seharusnya segera dijelaskan kepada masyarakat Indonesia agar tidak tertipu dengan seruan jihad kosong membela sesuatu yang tidak jelas dalam konflik di Irak dan Suriah. Kompleksitas konflik yang diwarnai faktor aliran Sunni-Shiah, etnisitas, kepentingan keberlangsungan rejim (regime survival), memerlukan kalkulasi yang matang guna mencegah meluasnya konflik menjadi perang terbuka yang disebabkan oleh kecerobohan operasi militer. Misalnya kesengajaan penembakan pesawat Rusia, atau kesengajaan serangan udara Rusia kepada kelompok yang didukung Barat dan Turki. Sejauh ini semua potensi konflik terbuka dari ketegangan konflik masih dapat dikendalikan melalui diplomasi dan semua pihak masih menahan diri dari operasi militer yang lebih besar khususnya dengan pengiriman pasukan darat.
Serangan-serangan udara adalah kegiatan operasi militer yang tidak menyasar kepada penguasaan wilayah selama pasukan darat tidak dikirimkan. Artinya hanya suatu show untuk menunjukkan ada sesuatu yang dilakukan yang mana tujuan strategisnya adalah melemahkan atau mencegah meluasnya penguasaan wilayah oleh kelompok ISIS.
Dalam aspek strategis pemahaman utuh tentang konflik di Timur Tengah terkait ISIS dan pengaruh ideologinya dapat menjadi PR dan konsentrasi utama BIN dan BNPT yang saat ini telah memiliki jaringan kerjasama internasional yang baik dalam strategis penanggulangan ancaman terorisme internasional. Kemudian apabila dapat disusun dalam suatu narasi penjelasan yang sederhana seyogyanya dapat disosialisasikan kepada masyarakat tanpa bermaksud menjadi propaganda anti perjuangan Islam. Artinya duduk perkara dan akar masalah ISIS dalam konteks Irak dan Suriah harus dijelaskan sejelas-jelasnya kepada masyarakat Muslim Indonesia. Terlebih dengan adanya peranan-peranan negara-negara kuat seperti AS, Rusia, Iran, Arab Saudi, Turki, dan Israel yang mana semuanya memiliki kepentingan sendiri-sendiri.
Seruan jihad ISIS baik untuk berperang di Irak dan Suriah maupun untuk "berperang" atau menakut-nakuti (meneror) di negara masing-masing sebenarnya telah kehilangan maknanya manakala tujuannya adalah bukan untuk kemuliaan agama Islam karena adalah kekeliruan metode pencapaian tujuan penegakan Dien Islam. Tidak ada satupun catatan sejarah yang menunjukkan bahwa metode perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Islam dilakukan dengan jalan teror. Adapun jalan perang ditempuh manakala terjadi perlawanan/permusuhan terhadap Islam.
Baik praktisi counter-terorisme maupun pengamat yang mempelajari kitab-kitab yang menganjurkan jihad yang diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman misalnya kitab karya Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy dapat segera menemukan bahwa argumentasi Syaikh Al Maqdisiy secara umum cukup meyakinkan karena baik kekuatan logika maupun dasar-dasar rujukan agama khususnya masalah Tauhid dan Keimanan yang digunakan dapat dikatakan tidak menyimpang. Hal ini yang mampu memberikan pesona atau daya tarik yang besar dari argumentasi jihad para pengikut Aman Abdurrahman. Akan percuma apabila counter argumentasi dilakukan hanya berdasarkan pada Islam moderat, Islam Nusantara, atau Rahmat alam semesta karena hal itu dapat dengan mudah dibantah dengan tuduhan kemunafikan atau tidak menjalankan Islam secara utuh atau bahkan kesesatan.

Persoalan yang harus dibongkar bukan pada soal jihadnya karena tidak ada masalah dengan jihad. Persoalan utama yang harus dijelaskan kepada umat Islam Indonesia agar memahami fenomena Al Qaeda maupun ISIS adalah konflik geopolitik yang terjadi di wilayah yang penduduknya mayoritas Muslim dan berusaha bertahan untuk hidup di negeri kelahirannya. Bagi mereka jihad adalah wajib karena bila tidak berjihad maka desa mereka akan dihancurkan. Kemudian apakah berarti seruang menolong sesama Muslim merupakan tipuan? bukan demikian. Seruannya adalah benar untuk menolong sesama Muslim, tetapi yang keliru ketika pertolongan itu diwujudkan dalam pertunjukkan pelaksanaan eksekusi mati dengan cara-cara yang yang menurut ISIS sesuai syariah namun tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Misalnya hukuman membakar pilot Yordania dengan alasan qisas karena pemboman dengan pesawat telah membakar manusia dan rumah-rumah penduduk, kemudian hukuman mati bagi mereka yang mempraktekan homoseksualitas dengan dilempar dari gedung tinggi yang dimisalkan dengan rajam yang lebih efektif. Pelaksanaan hukuman tersebut berdasarkan tafsir ulama ISIS yang sebenarnya dapat dikatakan mengada-adakan sesuatu yang baru dengan mengatasnamakan agama.

Serangan ideologi yang juga cukup serius dan logis adalah sorotan terhadap "agama syrik demokrasi" (الديمقراطية دين) karya Al Maqdisiy dimana tuduhan menuhankan demokrasi secara sederhana dapat dipahami. Upaya meluruskan tuduhan ini tidak akan efektif apabila counter-argumentasinya semata-mata menyalahkan cara pandang Islam terhadap demokrasi. Sejarah pertentangan agama dan demokrasi telah terjadi di dunia Kristen Barat dimana pengaruh gereja akhirnya secara nyata tergerus oleh pemisahan gereja dan negara dan sekulerisme menjadi pilihan sebagian terbesar negara-negara modern saat ini. Sekali lagi konteks perlawanan Al Maqdisiy adalah kepada fakta bahwa pemerintah negara-negara di Timur Tengah adalah tidak demokratis, dikuasai oleh elit keluarga, dan berdasarkan pada nasab keturunan. Kemudian demokrasi dipropagandakan oleh Barat ke Timur Tengah yang kemudian memuncak dan marak dengan apa yang disebut Arab Spring. Bagi Al Maqdisiy, karena baik kerajaan maupun demokrasi semuanya tidak Islami. Hal ini kemudian di Indonesia menjadi ispirasi untuk menyebut Pemerintah RI sebagai thagut sebagai dipropagandakan oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Aman Abdurrahman.

Tidak terasa, artikel ini menjadi menyimpang dari tujuan menyampaikan ucapan selamat dan menyerukan agar aparat keamanan terus berjuang menegakkan ketertiban dan memberikan rasa aman kepada rakyat Indonesia. Perlu diingat bahwa tugas mulia tersebut tidak akan berhenti selama akar masalah berupa pemahaman konteks sejarah, fakta konflik, dan siapa memainkan peran apa dalam konflik di Timur Tengah dan fenomena terorisme tidak diungkapkan kepada masyarakat Indonesia. Andaipun rakyat Indonesia sudah semakin cerdas dan paham, jangan lupa bahwa masih ada faktor ikatan emosional persaudaraan seagama yang menyebabkan mudahnya terjadi manipulasi maupun sikap murni untuk memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran.

Demikian, terima kasih dan semoga bermanfaat.
SW 
 

AWAS....!!!!!!!!!!! ANCAMAN TEROR : Bendera Hitam Nusantara


 
Menerima informasi tentang peningkatan kegiatan sel kelompok teroris yang menamakan dirinya Bendera Hitam Nusantara aka Katibah Nusantara aka Ad Daulatul Islamiyah Melayu (cabang Malaysia) yang berada di Indonesia dan Malaysia. Hal ini dapat menjadi peringatan akan terjadinya serangan teror yang merupakan kelanjutan dari serangan Teror Thamrin pada Januari 2016 dan kegagalan serangan teror Tahun Baru Imlek dan Valentine 2016.

Sebelumnya kami sampaikan apresiasi kepada Polri, BIN, TNI, dan BNPT atas kerja kerasnya mencegah sejumlah rencana teror pada bulan Februari ini, tetapi meskipun puluhan tersangka telah ditangkap dan sejumlah aktifitas dapat dideteksi, ternyata masih terdapat beberapa sel rahasia yang belum terdeteksi sepenuhnya.

Waktu serangan diperkirakan antara tanggal 16 Jumadil Awal 1437 s/d 6 Jumadil Akhir 1437
Perkiraan lokasi serangan di Indonesia adalah sebagai berikut:
Jakarta, Bali, Surabaya, Poso, Makassar, dan Solo. Lokasi persisnya sulit untuk dipastikan, namun semua tempat keramaian yang menjadi simbol AS/Barat, tempat maksiat, simbol/pendukung LGBT, Gereja, Kedutaan Besar, Mall/tempat perbelanjaan modern dan lokasi dimana terdapat patung-patung besar perlu mendapatkan pengamanan ekstra guna deteksi dini dan cegah dini. 
Lokasi serangan di Malaysia menjadi urusan aparat keamanan Malaysia, namun besar kemungkinan di Kuala Lumpur atau Putrajaya.
Demikian peringatan singkat ini, semoga Polri, BIN, TNI, dan BNPT dapat terus meningkatkan kewaspadaan mencegah rencana teror sebagaimana sukses besar mengamankan Tahun Baru Imlek dan saat Valentine. 
kcb.2001
 

Aliran Baru, Umat Kristiani di Surabaya Resah








SURABAYA - Setelah publik dihebohkan dengan seorang pria bernama Jari, warang Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang yang mengaku sebagai Isa Habibulloh, kali ini umat Kristiani di Surabaya resah karena munculnya aliran Persekutuan Doa (PD) Oikomene Kasih.

Aliran yang dipimpin oleh seorang perempuan Deborah Hilmy itu dianggap menyimpang. Pasalnya, aliran tersebut memerintakan jemaatnya bercerai dengan dalil perintah Tuhan.

Ajaran yang dianggap menyimpang itu kemudian diadukan ke Badan Musyawarah Antar-Gereja (Bamag) Surabaya. Pendeta Yasin Yohanes bersama sejumlah tokoh Kristen Surabaya mendatangi Kantor Bamag Surabaya di Jalan Ngunden Intan Timur, Surabaya.

Pendeta Yasin mengatakan, aliran tersebut dapat memicu polemik di kalangan umat Kristiani Surabaya. Bahkan, munculnya aliran membuat banyak jemaat yang hijrah ke PD Oikomene Kasih.

"Saya melihat jemaat yang mengikuti ajaran ini suami-istri bebas diceraikan atasnama Tuhan," kata Pendeta Yasin di Kantor Bamag, Surabaya, Rabu (24/2/2016).

Ia menjelaskan, dalam kehidupan suami istri memang tak luput dari pertengkaran. Namun, perceraian dilarang dalam kitab Injil. "Kalau ada perceraian didasari perintah Tuhan ini kan menyimpang," katanya.
Selain ajaran terkait perceraian atas perintah Tuhan, aliran PD Oikomene Kasih juga memberikan pemahaman bahwa seorang anak boleh melawan orangtuanya. Bahkan, aliran tersebut mengutuk pengikutnya yang tidak taat kepada pimpinannya yakni Deborah Hilmy.

Ketua Bamag Surabaya Pendeta Sudi Daharma mengatakan, dari hasil investigasi membenarkan adanya penyimpangan ajaran Deborah Hilmy. Di Kristen memang banyak aliran tapi sumbernya harus satu yaitu Alkitab.
kcb.2000
 

Mulai Kehilangan Posisi, ISIS Pasang Bom di Alquran

Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai kehilangan posisi di Suriah dan juga Irak. ISIS menggunakan segala macam cara untuk melakukan serangan teror, termasuk memasang bom di Alquran.

Disampaikan juru bicara koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS, Kolonel Steve Warren, seperti dilansir PressTV, Rabu (24/2/2016), ISIS mulai bertindak nekat, salah satunya dengan meninggalkan jebakan bom di wilayah-wilayah yang terlepas darinya.

"Orang-orang ini menjijikkan, mereka meninggalkan bom di dalam kulkas... mereka memasang bom di Alquran -- kami menemukannya dalam beberapa kesempatan di Ramadi (Irak)," sebut Warren saat berada di kantor Kementerian Luar Negeri Inggris awal pekan ini.

Dituturkan Warren, saat ini ISIS telah kehilangan sekitar 40 persen wilayah kekuasaannya, baik di Suriah maupun Irak. Kekuatan pasukan ISIS, menurut Warren, juga mulai menurun. Bahkan ISIS mulai mengerahkan pasukan anak-anak karena aliran militan asing ke wilayahnya berkurang drastis.

Memasang peledak di lokasi maupun objek tak diduga, termasuk di Alquran, sebenarnya bukan teknik baru ISIS. Pada Juni 2015 lalu, setelah memukul mundur ISIS dari wilayah Diyala, tentara Irak menemukan sejumlah Alquran yang di dalamnya dipasangi bom di lokasi-lokasi yang sebelumnya dikuasai ISIS.

Aksi kekerasan menyelimuti wilayah utara dan barat Irak sejak ISIS melancarkan serangan teror pada Juni 2014 lalu. ISIS kemudian berhasil menguasai sebagian wilayah Irak.

Militan radikal ini mendalangi serangkaian tindakan keji terhadap seluruh etnis dan komunitas keagamaan di Irak, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen dan sebagainya. Militer dan milisi Irak, dengan bantuan serangan udara koalisi AS, kini berupaya keras merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS

sumber : http://news.detik.com/internasional/3150159/mulai-kehilangan-posisi-isis-pasang-bom-di-alquran
 

Empat Syahadat Nabi Palsu dari Jombang




Raden Aryo alias Jari (44 tahun), warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur, mengeluarkan pengakuan mengejutkan sebagai Nabi Isa Habibullah. Jari diduga sudah memiliki pengikut 20 hingga 100 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh Seksi Pengawasan Kepercayaan dalam Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jari dan pengikutnya memusatkan kegiatannya di pesantren yang didirikan di tempat dia tinggal, di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Jombang.

"Pesantren Pondok Pesantren Assirot, berada di desa tempat Jati tinggal," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, Sabtu, 20 Februari 2016.

Dia menjelaskan, pengikut Jari diperkirakan telah mencapai 100 orang. Selama ini, kegiatan keagamaan dilakukan Jari dan pengikutnya di pesantren yang dia bangun.
"Dalam sebulan dua kali pertemuan. Setiap tanggal 1 dan 15," ujar Romy.

Bekas Kasi Pidana Khusus Kejari Jambi itu mengaku belum menerima rinci kegiatan apa saja dilakukan Jari dan pengikutnya ketika pertemuan dilaksanakan.
"Ya, kegiatan keagamaan menurut keyakinan mereka. Semacam siraman rohani. Rinciannya saya belum terima laporan," ujar Romy.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisiam Resor Jombang, Komisaris Polisi M Nur Hidayat, mengatakan bahwa pengikut Jari sebenarnya 20 orang, bukan 100 orang seperti diklaim Jari. Itu pun mereka berasal dari luar Jombang.

Kepada pengikutnya, lanjut Hidayat, Jari memperkenalkan syahadat yang berbeda, yakni persaksian atau syahadat kepada empat hal. Yakni syahadat pada Islam, Adam dan Hawa, Hari Kiamat, dan kepada Nabi Isa Habibullah.
"Yang saya ingat bunyinya Wa Isa Habibullah," katanya.

Kepala Resor Jombang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudjarwoko, mengatakan kasus Jari si 'Nabi Palsu' kini sudah ditangani oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang dan pemerintah setempat.
 

Ini Peran Ketua FPI Luwu Saat Ditangkap Densus 88

CH (32), Ketua Front Pembela Islam di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan diringkus tim Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama seroang terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur YJ alias AR (25), Senin, 25 Januari 2016.

Keduanya disergap di sebuah rumah di Jalan Gunung Latimojong Kelurahan Tampumia Radda Keluhan Belopa Luwu.

Dari pemeriksaan, YJ alias AR diduga terlibat dalam pembunuhan Brigadir Polisi Andi Sapa di Taman Jeka Poso pada tahun 2012. Sementara CH ditangkap karena diduga kuat menyembunyikan YJ alias AR.

"Keduanya ditangkap di Luwu, penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Luwu bersama empat orang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Barat Frans Burung Mangera, Senin 25 Januari 2016.

Sejauh ini, dari informasi terhimpun saat penangkapan ikut diamankan sejumlah barang bukti seperti sangkur, celurit, badik, seragam petugas keamanan dan selembar baju berwarna loreng.

Hingga kini keduanya pun masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Luwu. Dijadwalkan Selasa siang, 26 Januari 2016, keduanya akan dibawa ke Makassar untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
 

Aplikasi Teknik Analisis Kontraterorisme Gerakan ISIS di Indonesia

Terorisme dapat didefinisikan sebagai sebuah aksi kekerasan terencana dengan motivasi politik. Kekerasan dalam terorisme bisa terjadi terhadap negara atau terhadap kelompok tertentu. Aksi terorisme bertujuan untuk intimidasi atau memaksakan kepentingan tertentu karena dianggap cara lain sudah tidak mungkin dilakukan.
Selain itu hal tersebut, teroris mempunyai keyakinan bahwa kekerasan adalah suatu cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang diperkuat dengan tafsir dogma secara parsial. Definisi tersebut linear dengan arti terorisme yang merujuk pada KBBI Pusat Bahasa edisi IV yaitu penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik).
Sebelum memahami potensi-potensi teror di Indonesia, maka perlu ada pembagian latar belakang terorisme yang terjadi di Indonesia. Pertama adalah terorisme yang dilatarbelakangi oleh motifasi politik. Gerakan seperatisme di berbagai daerah yang terjadi selama ini adalah salah satu terorisme politis. Mereka melakukan aksi teror dan perlawanan kepada pemerintah dengan tujuan memperoleh kemerdekaan dan lepas dari NKRI. Teror-teror politis dalam skala lebih kecil terjadi ketika Pemilu, kampanya secara tidak sehat sebenarnya adalah bagian dari terorisme politis.
Kedua adalah terorisme dengan latar belakang ideologis. Teror ini dilakukan secara terbatas oleh kaum dengan padangan ideologis tertentu. Cara-cara radikal mereka dengan bom bunuh diri yang menimbulkan korban baik jiwa maupun materi yang sangat besar adalah bentuk terorisme dengan tujuan untuk memaksakan ideologi yang mereka anut. Gerakan ISIS di Timur Tengah merupakan terorisme ideologis walaupun kemungkinan ada motif-motif turunan seperti ekonomi.
Indonesia memiliki potensi terorisme yang sangat besar dan perlu langkah antisipasi yang ekstra cermat. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang kadang tidak dipahami oleh orang tertentu cukup dijadikan alasan untuk melakukan teror. Berikut ini adalah potensi-potensi terorisme tersebut :
  • Terorisme yang dilakukan oleh negara lain di daerah perbatasan Indonesia. Beberapa kali negara lain melakukan pelanggaran masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan alat-alat perang sebenarnya adalah bentuk terorisme. Lebih berbahaya lagi seandainya negara di tetangga sebelah melakukan terorisme dengan memanfaatkan warga Indonesia yang tinggal di perbatasan dan kurang diperhatikan oleh negera. Nasionalisme yang kurang dan tuntutan kebutuhan ekonomi bisa dengan mudah orang diatur untuk melakukan teror.
  • Terorisme yang dilakukan oleh warga negara yang tidak puas atas kebijakan negara. Misalnya bentuk-bentuk teror di Papua yang dilakukan oleh OPM. Tuntutan merdeka mereka ditarbelakangi keinginan untuk mengelola wilayah sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Perhatian pemerintah yang dianggap kurang menjadi alasan bahwa kemerdekaan harus mereka capai demi kesejahteraan masyarakat. Terorisme jenis ini juga berbahaya, dan secara khusus teror dilakukan kepada aparat keamanan.
  • Terorisme yang dilakukan oleh organisasi dengan dogma dan ideologi tertentu. Pemikiran sempit dan pendek bahwa ideologi dan dogma yang berbeda perlu ditumpas menjadi latar belakang terorisme. Bom bunuh diri, atau aksi kekerasan yang terjadi di Jakarta sudah membuktikan bahwa ideologi dapat dipertentangkan secara brutal. Pelaku terorisme ini biasanya menjadikan orang asing dan pemeluk agama lain sebagai sasaran.
 

INTELIJEN DAN KONTRA TERORISME

Intelijen Dan Kontra Terorisme

            Terorisme merupakan suatu ancaman yang sangat serius di era global saat ini. Sementara sesuatu hal atau suatu kejadian atau tindakan yang biasa membahayakan, menyulitkan, mengganggu, menimbulkan rasa takut, merugikan dianggap merupakan suatu ancaman. Intlijen adalah bagian yang sangat krusial dalam kontra terorisme untuk mencegah aksi teroris dan juga untuk membantu penuntutan bagi pelanggar hukum. Dalam hal ini untuk mengintifikasi jaringan/kelompok/individu, kapabilitas dan intensi (niat) seseorang atau kelompok yang terlibat dalam jaringan terorisme.

Menurut Undang-Undang No 34 tahun 2004 tentang TNI mengatakan bahwa ancaman adalah “setiap upaya dan kegiatan, baik dari dalam maupun luar negeri yang dinilai mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.” Sehingga dengan defenisi yang telah dikemukakan menggambarkan begitu luasnya spektrum ancaman yang diantaranya adalah perompakan, penyelundupan, narkoba, konflik horizontal, separatis, terorisme dan lain-lain.

            Intelijen dapat juga berarti informasi yang sudah diolah. Selanjutnya diperlukan langkah-langkah awal untuk mengolah informasi menjadi intelijen. Langkah-langkah awal tersebut adalah memberi nilai dahulu kepada objek pengusutan, baik yang variabel yang berubah (misalnya, manusia) ataupun objek yang berupa konstanta (tidak berubah, misalnya dokumen), manusia sebagai sumber informasi jika dipercaya harus mempunyai nilai ‘A’ dan informasi yang disampaikan dan informasi benar yang disampaikannya harus mempunyai nilai ‘1’. Dengan demikian, informasi yang didapatkan mempunyai nilai A1, yang berarti mempunyai nilai intelijen.

            Informasi-informasi yang dikumpulkan oleh lembaga intelijen selalu terkait dengan niat dan kemampuan musuh. Kemampuan musuh baik kemampuan yang material maupun non material. Kemampuan material musuh seperti senjata yang dimiliki, keahlian khusus musuh dan jumlahnya yang sejauh ini sangat sulit untuk disembunyikan, Sedangkan kemampuan non material musuh seperti kualitas organisasi musuh, moral dan doktrin musuh yang mana sangat sulit untuk dievaluasi secara tepat. Sementara itu, niat musuh seringkali berubah di menit-menit terakhir dan untuk mengetahuinya bukan pekerjaan mudah bagi intelijen. Biasanya untuk mengetahui niat musuh dapat diketahui dari memoar-memoar, pidato-pidato, briefing dan debriefing dan lain-lain. Mengetahui kemampuan musuh sangat penting bagi intelijen karena ada prinsip “a country with weaker capabilities may nevertheless decide to go a war.”

Begitu pula dengan organisasi teroris, meskipun dengan perlengkapan dan pendanaan yang seadanya, perlu kiranya tetap menjadi perhatian khusus bagi insan intelijen dan institusi keamanan.

Kejutan/pendadakan (surprises)—seperti peledakan bom—adalah  salah satu hal yang harus diantisipasi oleh intelijen karena seringkali terjadi secara simultan di beberapa tingkat seperti waktunya, lokasi serangan, kecepatan pergerakan dan penggunaan sistem senjata serta teknologi-teknologi baru yang digunakan. Salah satu fungsi pentingnya intelijen adalah sebagai peringatan dini (early warning system) untuk menghindari pendadakan strategis (strategic surprised). Untuk ancaman keamanan nasional, negara mengumpulkan informasi melalui Intelijen di dalam dan di luar negeri, membangun struktur untuk analisis, dan kemudian menyebarkan intelijen yang menghasilkan pembuatan kebijakan untuk posisi eksekutif di level atas. Kebutuhan untuk dibentuknya intelijen negara pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya ancaman-ancaman berupa pendadakan strategis dengan cara mengumpulkan dan menganalisa informasi serta memberikannya kepada pembuat kebijakan. Karena tujuannya adalah menghindari strategic surprises itu intelijen dapat memiliki ruang gerak yang lebih luas dibanding tentara dan polisi.Berbagai teror dan peristiwa peledakan bom, penyerangan terhadap aparat dan berbagai fasilitas publik serta gerakan-gerakan separatis memperlihatkan dan memberikan kesadaran kepada kita bahwa aksi terorisme dapat terjadi kapan dan dimana saja.

Kontra Terorisme

            Yang menjadikan teroris sulit dilacak dan dijadikan target dalam sistem intelijen dikarenakan mereka mengorganisasi diri dan kelompok mereka dalam beberapa jaringan dan sel-sel dan lalu membuat kelompok mereka menjauh dari masyarakat terbuka, akan tetapi dengan hal itu, mereka kadang muncul dan membunuh secara tiba-tiba. Dinas-dinas intelijen Amerika melakukan Kontra Terorisme sebagai usaha yang fokus untuk mengidentifikasi ancaman yang ditujukan kepada negara, masyarakat, dan fasilitas yang berada diluar negerinya, akan tetapi mereka juga menyediakan peringatan (dini) tentang aktivitas teroris untuk negara lain. Dalam ensiklopedi terorisme, Kontra terorisme adalah penggunaan personel dan sumber daya lainnya untuk mendahului (preempt), mengganggu (disrupt), atau menghancurkan (destroy) kemampuan (capability) teroris dan jaringan pendukung mereka.

 Seperti halnya kontra intelijen yang bekerja ketika ada aktivitas lawan yang berifat klandestin, maka kontra terorisme juga melakukan metode klandestin.

            Aktivitas klandestin (clandestine) merupakan displin intleijen yang Top Secret. Aktivitas klandestin adalah kegiatan rahasia yang rutin dan operasi rahasia yang temporer yang dilakukan oleh insan-insan intelijen professional.Mengingat operasi klandestin dilakukan secara rahasia, maka implikasi dari suatu kegiatan klandestin yang terbongkar bukan hanya berupa kegagalan mencapai sasaran yang dikehendaki, melainkan adanya kemungkinan bahaya fisik, tuntutan hukum, atau pendiskreditan terhadap mereka yang melakukan kegiatan klandestin serta resiko terbongkarnya anasir-anasir dari organisasi klandestin. Olehnya itu, agen yang ditugaskan adalah merupakan orang-orang dengan spesifikasi khusus dan terlatih.

            Aktivitas klandestin meliputi: mencari informasi secara rahasia, menanggulangi ATHG (ancaman, tantangan, halangan gangguan) dan melakukan penggalangan secara rahasia[11]. Dengan pola rahasia, intelijen harus mampu mengidentifikasi kemampuan target sasaran. Teknik yang biasa diapakai dalam dunia intelijen diantaranya adalah dengan memata-matai target, lalu mencatat dengan detil pola dan tingkah laku dan aktivitas sehari-hari, hal semacam ini bisa juga berarti mengintai dan membututi target. Ada juga teknik panyadapan, yaitu mengintersepsi komunikasi target baik yang melalui internet ataupun lewat telepon. Penyusupan yaitu dengan menyusupkan agen intelijen kedalam jaringan terorisme atau bisa juga berupa penggalangan yaitu usaha untuk menjadikan musuh sebagai kawan. Salah satu senjata efektif melawan terorisme dalam era modern adalah dengan penyusupan dalam jajaran kepemimpinannya dan penggunaan informan.  

            Perkembangan situasi sosiologis yang negatif merupakan masalah bagi intelijen negara, yang menurut ilmu intelijen negara solusinya adalah menerapkan teori intelijen penggalangan.[13] Tugas penggalangan adalah “to win the heart and the mind of the target” atau merebut hati dan pikiran sasaran, dan tugas semacam ini hanya bisa dilakukan oleh Humint (human intelligence) dan agen-agen rahasia. Tujuannya adalah “to bring the target to our direction”. Dalam teori ini ada penggalangan keras dan ada penggalangan lunak (biasa disebut penggalangan cerdas). Operasi penggalangan keras antara lain adalah teror, penculikan, sabotase dan subversi. Sementara operasi penggalangan lunak (cerdas) yaitu kegiatan menyadarkan masyarakat dari prilaku yang melanggar norma-norma hukum yang dapat mengancam negara. Irawan Sukarno menjelaskan secara gambalang beberapa strategi penggalangan yang dapat diterapkan seperti:

- Strategi Penyusupan, yaitu usaha klandestin yang dilakukan oleh agen-agen rahasia penggalangan ke dalam masyarakat, komunitas, musuh atau target sasaran.

- Strategi Pencerai-beraian, yaitu upaya menghancurkan persatuan dan persatuan dari dalam masyarakat, komunitas musuh atau target sasaran.

- Strategi pengarahan, strategi ini dilakukan setelah agen-agen rahasia berhasil merangkul tokoh-tokoh berpengaruh dan berkuasa dalam mayarakat, komunitas musuh dan target sasaran.

Penggalangan cerdas yang dilakukan juga bisa bertujuan untuk menghapus pemahaman dan pemikiran yang keliru sebagai akibat brain wash atau cuci otak terhadap mantan teroris sebelumnya, yang dilakukan oleh organisasi teroris.

            Kontra terorisme akan berhasil dengan baik jika dijalankan oleh agen-agen intelijen yang profesional dengan dukungan sarana dan prasarana yang baik pula. Disamping itu kerjasama antara institusi keamanan juga diperlukan demi kelancaran sebuah operasi kontra teror. Ukuran keberhasilan intelijen dalam melakukan pendeteksian dini dalam kontra terorisme adalah dengan melihat proses siklus intelijen. Dimana proses itu berjalan melalui pengoleksian data (collecting) oleh para agen-agen dilapangan yang kemudian data tersebut di analisa secara seksama (analyzing) oleh para analis intelijen lalu kemudian di sebarkan (disseminating) kepada institusi-institusi yang berkepentingan untuk kemudian dijadikan acuan sebagai bahan penentu langkah-langkah yang tepat kedepannya.

            Meskipun operasi intelijen termasuk dalam kategori pendekatan keras (hard approach). Akan tetapi, dalam konteks yang lebih teknis, sebenarnya operasi klandestin dalam hal ini penggalangan, lebih khusus lagi ‘penggalangan cerdas’ adalah sebuah pendekatan yang dilakukan secara lunak (soft approach). Karena yang dilakukan oleh para agen intelijen yang betugas dilapangan lebih pada ‘pembinaan’ dan bagaimana mereka mampu melakukan “kontra brain wash” yang dilakukan oleh organisasi teroris. Inti dari eksistensi intelijen adalah ketika mereka mampu mencegah sesuatu yang buruk itu terjadi, inilah ukuran keberhasilan intelijen
 

Surat Terbuka Untuk Panglima TNI Dan Para Purnawirawan Jenderal Dari Farieda Nur Aini

February 22, 2016 1867
  
Assalaamualaikum Warohmatulloohi wa barokaatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Perkenankan saya menulis Surat Terbuka kepada Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal TNI yg masih memiliki hati nurani, nasionalisme dan jiwa patriot.

Saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang mungkin mewakili suara hati jutaaan rakyat RI yg saat ini merasa khawatir dan miris dgn keadaan negeri tercinta serta kelangsungan generasi penerus kelak.

Bukan sekedar kabar di berbagai media bahwa penghidupan bertambah sulit, rakyat diadu domba, agama dilecehkan, asset negara digadaikan, segala macam aliran kesesatan diberi ruang dgn bebas, hukum dibuat porak poranda, legislatif dan yudikatif dibungkam, pengalihan isu korupsi dan kasus2 besar lewat isu2 murahan bahkan media massa pun disetir hingga luput memberitakan hal2 esensial kenegaraan.

Bapak Panglima TNI dan para purnawirawan Jenderal yang terhormat.

Sekali lagi, saya hanya rakyat yg sangat biasa, yg ingin bertanya kepada anda semua yg di mata saya sungguh luar biasa.

Tidakkah hati nurani dan jiwa patriotisme anda tersentuh melihat kehancuran megeri yg terasa semakin nyata di depan mata ?

Tidakkah jiwa anda semua yg dulu digodok di kawah candradimuka Lembah Tidar tergerak mendengar tangis rakyat yg teraniaya ?

Bapak Panglima TNI yang terhormat.
Saat ini anda memegang tongkat komando sebagai pemimpin militer sebuah negara besar bernama Republik Indonesia.

Para purnawirawan Jenderal TNI, saya yakin Bapak2 yg hebat ini masih punya akses dan pengaruh yg besar di tubuh TNI.

Tidakkah itu bisa menjadi sebuah kekuatan dahsyat jika bersinergi dgn seluruh rakyat ?
Kami menunggu komando anda semua untuk bergerak bersama memperbaiki keadaan negara yg nyaris lumpuh dan tercerai berai ini.

Negara sudah oleng, Captain. Keadaan sudah SOS !
Hampir tak ada waktu untuk sekedar bilang : TAPI atau NANTI !

Kami yakin, anda semua tau apa yg harus dilakukan. Bergeraklah tanpa ragu.

Inilah unek2 seorang rakyat biasa, yang sangat khawatir dgn kondisi negerinya. Mohon maaf jika ada hal yg kurang berkenan.

Wassalaamu ‘alaikum.

Bandung, 22 Februari 2016

Salam dari rakyat yg teramat biasa
Untuk para pemimpin yg luar biasa.
 

Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan?



 
Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan?

Ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi menemukan dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia.
"Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya di Surabaya, Senin (30/6/2014) seperti dikutip ANTARA.

Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Committe Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

"Buku yang saya temukan itu justru membuktikan bahwa rencana pemberontakan PKI yang diragukan sejumlah pihak itu ada dokumen historisnya, bahkan dokumen itu merinci tiga tahapan pemberontakan PKI yang semuanya gagal, lalu rumorpun diembuskan untuk mengaburkan fakta," katanya.

Tanpa menyebut asal-usul dokumen yang terlihat lusuh itu, ia mengaku bersyukur dengan temuan dokumen yang tak terbantahkan itu. "Kalau ada orang NU melakukan pembunuhan, itu bukan direncanakan, tapi reaksi atas sikap PKI sendiri yang menyebabkan chaos itu," katanya.

Ia menjelaskan sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan, dan banyak lagi," katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan provokasi politik yang didukung media massa untuk "membesarkan" PKI guna mengaburkan sejarah dengan menghalalkan segala cara.

"Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber kesaksian," kata dia.

"Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," katanya pula.

Ia menambahkan, testimoni berbagai pihak itu mungkin benar, namun testimoni itu bersumber dari individu-individu yang tidak mengetahui skenario besar dari PKI untuk merancang tiga revolusi dengan goal untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.

"Saya bukan hanya bersaksi, karena saya juga sempat mengalami sejarah pemberontakan PKI itu dan lebih dari itu, saya mempunyai bukti yang sangat gamblang dari dokumen PKI sendiri," katanya.

Senada dengan itu, guru besar Universitas dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno, menyatakan, buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat Konfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI.

"Dalam buku itu jelas Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tungku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu," kata penulis buku Rumpun Melayu, Mitos dan Realitas itu.

Oleh karena itu, konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekadar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak "terbaca".
Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru "melindungi" gerakan PKI.

"PKI memang selalu memanfaatkan kelengahan pemerintah Indonesia yang sibuk menghadapi Agresi Militer I Belanda pada 1947 dengan aksi terpusat di Madiun pada 1948," katanya.

"Lalu ketika pemerintah sibuk dengan Ganyang Malaysia yang juga mereka sponsori itu, PKI menikam dari belakang dengan Gerakan 30 September 1965," katanya.

Pada Juli ini juga ada beberapa agenda besar nasional, di antara yang terbesar adalah Pemilu Presiden 9 Juli 2014, nanti yang menyerap sejumlah besar pengerahan sumber daya nasional.

Sumber: http://www.beritalangitan.com/index.php/berita/item/328-heboh-dokumen-rencana-pemberontakan-pki-ditemukan
 
 
Copyright © 2011. KITA BUKAN SAYA - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger